Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Sepanjang tahun 2025 ini, setidaknya lima insiden kapal tenggelam terjadi di Selat Bali hingga wilayah Laboan Bajo, NTT.
- KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025).
- Kapal wisata KM Putri Sakinah juga tenggelam di perairan Pulau Komodo, NTT pada Jumat (26/12/2025), menimbulkan korban jiwa.
Sejumlah tragedi kecelakaan alat transportasi laut, kapal, menyisakan duka mendalam bagi korban.
Sepanjang tahun 2025 ini, insiden kapal tenggelam terjadi di Selat Bali hingga wilayah Laboan Bajo, NTT.
Pada bulan Februari lalu, sebuah kapal ikan mengalami karam di Perairan Pulau Suanggi, Laut Banda, Senin (3/2/2025) dini hari.
Kapal tersebut, berlayar dari Ambon menuju Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, lantas dihantam gelombang tinggi dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIT.
Beruntung, seluruh penumpang dalam keadaan selamat, tidak ada korban jiwa.
Beberapa bulan kemudian, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025).
Jelang penghujung tahun ini, sebuah kapal wisata tenggelam di perairan Pulau Komodo, NTT. Dalam insiden tersebut, menewaskan pelatih tim putri Valencia, Martin Carerras, beserta ketiga anaknya.
Tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah tersebut, terjadi pada Jumat (26/12/2025).
Tak lama setelah itu, Kapal Sharandy of The Seas karam di perairan selatan Denpasar, Bali pada Sabtu (27/12/2025).
Deretan Insiden Kapal Tenggelam di Indonesia Tahun 2025
1. KM Rajawali Perkasa 103
Sebanyak 11 Anak Buah Kapal (ABK) KM Rajawali Perkasa 103 selamat dalam insiden karamnya kapal di Perairan Pulau Suanggi, Laut Banda, pada Senin (3/2/2025) lalu.
Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari agen kapal, Joli, sekitar pukul 14.15 WIT.
“Seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal dan berenang menuju Pulau Suanggi. Mereka bertahan di pulau tersebut selama beberapa jam hingga matahari terbit,” ungkapnya, dilansir TribunAmbon.com.
Muhammad Arafah menjelaskan, awalnya kapal ikan itu, berlayar dari Ambon menuju Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Nahas, kapal dihantam gelombang tinggi dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIT.
Seorang korban pun mencoba mencari sinyal telepon di menara di pulau tersebut dan berhasil menghubungi agen kapal.
Kemudian, laporan diteruskan ke Basarnas Ambon, yang segera mengerahkan Pos SAR Banda dan unsur potensi SAR lainnya menggunakan Rigid Inflatable Boat menuju Pulau Suanggi.
Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Suanggi sekitar pukul 15.40 WIT. Mereka langsung langsung mengevakuasi seluruh korban yang berlindung di tebing karang.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan saat ini berada di Pulau Banda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Arafah.
2. KM Fitri 09 Tenggelam di Selat Makassar
Selanjutnya, kejadian kapal tenggelam menimpa Kapal Motor (KM) Fitri 09 yang membawa 15 orang.
Kapal tersebut, mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban pada Kamis (13/2/2025) malam.
Dikutip dari TribunPalu.com, Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, menjelaskan operasi pencarian dilakukan setelah laporan kecelakaan diterima.
Saat itu, Tim SAR Gabungan bergerak menuju TB Anugerah Lautan, kapal yang lebih dulu menemukan korban, pada pukul 18.30 WITA.
Namun, kapal tersebut, tidak dapat sandar di Pelabuhan Tolitoli, sehingga proses evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah armada.
“Empat korban yang membutuhkan penanganan medis dievakuasi menggunakan rubber boat Basarnas, sementara sembilan korban dibawa menggunakan speedboat milik Syahbandar Tolitoli, dan dua korban lainnya dievakuasi dengan RIB Lanal Tolitoli,” jelas Rusmadi dalam rilis tertulisnya.
Seluruh Korban Selamat
Rusmadi memastikan, tidak ada korban meninggal dunia maupun hilang dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Fitri 09 ini.
3. KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Beberapa bulan kemudian, tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada Rabu (2/7/2025), di Selat Bali.
Sejumlah orang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Pencarian korban oleh Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik lokasi yang diduga bangkai kapal pada pencarian hari ketiga atau Sabtu (5/7/2025) ditemukan.
Benda diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya itu, ditemukan sekitar 1-2 nautical miles ke arah utara dari titik awal tempat kapal tenggelam.
Adapun lokasinya berada di kedalaman antara 40-50 meter dari permukaan laut.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Selasa (22/7/2025).
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan, KMP Tunu Pratama Jaya memulai proses muat kendaraan di Dermaga LCM mulai pukul 22.15 WIB. Waktu pemuatan berlangsung sekitar 40 menit.
Saat itu, pengatur muatan dilakukan oleh Klasi. Setelah kendaraan masuk kapal, awak tak melakukan pengikatan muatan kendaraan atau lashing, serta tidak dibuat rencana pemuatan (stowage plan).
Berdasarkan manifes, KMP Tunu Jaya memuat total 22 kendaraan. Rinciannya 8 kendaraan golongan VII, 3 kendaraan golongan VIB, 3 kendaraan golongan VB, 3 kendaraan golongan IVB, 4 kendaraan golongan VIA, dan 1 kendaraan golongan II.
Selain itu, jumlah penumpang kapal sebanyak 53 orang dan kru 12 orang. Namun, jumlah penumpang diduga lebih banyak dari yang tertulis di manifes.
“Pukul 22:45 WIB proses pemuatan selesai,” katanya, dilansir TribunJatim.com.
Lantas, sekitar pukul 22.51 WIB, KMP Tunu Pratama Jaya mulai bertolak menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Ketika kapal bertolak, mesin beroperasi dengan normal, jarak pandang baik, serta tidak terjadi hujan maupun berkabu.
Namun, kata Ketua KNKT, setelah sekitar 30 menit pelayaran, Mualim Jaga di anjungan merasakan kemiringan kapal ke kanan.
Disusul, Juru Mudi Jaga dan Kelasi Jaga melihat air laut masuk ke kamar mesin melalui pintu kamar mesin.
Sementara Juru Minyak Jaga yang berada di kamar mesin melihat hal yang sama. Ia segera berlari keluar kamar mesin.
Dalam waktu cepat, muatan kendaraan di buritan bergeser dan bertumpuk ke sisi kanan. Hal itu dilihat langsung oleh Kepala Kamar Mesin (KKM).
Beberapa menit setelah panggilan darurat, kapal mulai tenggelam.
Dikutip dari TribunJatim.com, korban KMP Tunu Pratama Jaya tercatat selamat sebanyak 30 orang.
Sementara korban meninggal 19 orang, kemudian sejumlah korban belum ditemukan.
4. Kapal Wisata KM Putri Sakinah Tenggelam
Pada bulan Desember ini, kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT pada Jumat (26/12/2026).
Dalam insiden tersebut, kapal membawa 11 orang.
Dari total korban di kapal, tujuh di antaranya berhasil diselamatkan, sementara 3 wisatawan asal Spanyol masih hilang, dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.
Insiden ini terjadi akibat gelombang laut tinggi karena cuaca dan kegagalan mesin kapal.
Imbas insiden tersebut, toritas sementara membekukan izin berlayar kapal wisata ke Padar dan Komodo demi keselamatan.
5. Kapal Wisata Sharandy of The Seas tenggelam
Hanya berselang satu hari, insiden kapal wisata tenggelam kembali terjadi. Kali ini, terjdi di perairan Serangan, Denpasar Selatan, Bali pada Sabtu (27/12/2025), sekitar pukul 10.30 WITA.
Beruntung, seluruh kru dan teknisi di kapal berhasil selamat, sehingga tidak ada korban jiwa.
Penyebab utama kapal tenggelam, yakni cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat.
Saat kejadian, kapal sedang lego jangkar dan dalam proses perbaikan oleh teknisi.
(/Suci Bangun DS, Hasanudin Aco, TribunJatim.com/Aflahul Abidin, TribunPalu.com/Zulfadli, TribunAmbon.com/Jenderal Louis MR)







