Penjelasan Kebakaran di PT Terra Drone Indonesia
Polisi memberikan penjelasan rinci mengenai denah gedung PT Terra Drone Indonesia, serta menyampaikan penyebab awal munculnya api yang menewaskan 22 karyawan perusahaan tersebut. Dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari ruang inventory lantai satu, yang digunakan sebagai gudang penyimpanan baterai drone.
Menurut keterangan saksi, baterai dengan kapasitas 30.000 mAh berada dalam tumpukan. Ada sekitar empat tumpukan yang jatuh, dan dari situ kemudian terjadi percikan api. Baterai-baterai yang rusak maupun yang masih dalam kondisi baik juga tercampur dalam tumpukan tersebut. Akibatnya, api menyebar hingga seluruh ruang inventory atau gudang mapping yang digunakan untuk menyimpan baterai Lithium Polymer (LiPo) terbakar.
Susatyo menambahkan bahwa pemicu langsung kebakaran adalah baterai LiPo yang rusak yang ditumpuk bersama baterai lainnya. Menurutnya, ada sekitar 6 hingga 7 baterai error atau rusak yang tercampur dengan baterai-baterai yang masih dalam kondisi baik. Hal ini memperparah risiko kebakaran.
Selain itu, polisi menemukan fakta bahwa tidak ada prosedur keselamatan dasar terkait penyimpanan baterai mudah terbakar. Tidak ada pemisahan antara baterai rusak, bekas, maupun yang sehat. Ruang penyimpanan hanya memiliki ukuran sekitar 2×2 meter, tanpa tahan api. Selain itu, ada genset dengan potensi panas yang berada di area yang sama.
Selain kondisi gudang yang tidak memenuhi standar, polisi juga menemukan sejumlah pelanggaran keselamatan bangunan. Tidak ada pintu darurat, sensor asap, sistem proteksi kebakaran, maupun jalur evakuasi. Gedung memiliki IMB dan SLF untuk perkantoran, namun digunakan juga sebagai tempat penyimpanan atau gudang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan struktur gedung yang menjadi elemen penting dalam memahami penyebaran asap tebal ke lantai atas. Lantai 1 adalah gudang, lantai dua masih ada gudang service, lantai tiga adalah perkantoran, lantai empat adalah Terra Bandung, lantai lima adalah perkantoran termasuk kantor tersangka, lantai enam adalah aula, dan lantai tujuh adalah rooftop dan musala.
Roby menambahkan bahwa lantai dua hingga enam seluruhnya tertutup kaca. Karyawan kesulitan memecahkan kaca untuk mencari udara karena tidak ada alat pemecah kaca. Dari lantai dua sampai enam yang tertutup kaca, banyak korban diperkirakan berada di pinggiran kaca. Mereka mungkin mencoba memecahkan kaca, namun kaca tersebut sulit pecah tanpa alat khusus.
Alarm kebakaran juga tidak berfungsi. Para karyawan mengetahui adanya api hanya melalui informasi mulut ke mulut. Saksi mengatakan bahwa ketika api sudah terbakar di bawah, ada yang lari ke atas sambil memberi tahu temannya tentang kebakaran. Tidak ada alarm dari sistemnya sendiri.
Berikut penjelasan lengkap denah gedung PT Terra Drone Jakarta:
Lantai 1
Ruang inventory atau gudang mapping, tempat penyimpanan baterai drone Lithium Polymer (LiPo). Ada empat sekat ruangan di lantai satu. Akses pintu masuk hanya satu, yakni di lantai dasar. Penyimpanan baterai bercampur, tanpa pemisahan antara baterai rusak, bekas, dan sehat. Ruang penyimpanan ukurannya sekitar 2×2 meter, tanpa tahan api. Ada pula genset dengan potensi panas berada di area yang sama.
Lantai 2
Gudang service. Saksi yang melihat ada percikan api di lantai satu, lalu naik ke lantai dua untuk mengambil APAR sekaligus memberi tahu temannya ada kebakaran. Lalu dia turun lagi ke lantai satu. Di lantai dua, ada satu orang yang tewas.
Lantai 3
Perkantoran atau ruangan kerja para karyawan. 11 orang tewas di lantai ini.
Lantai 4
Ruangan untuk Terra Bandung. Tidak ada yang tewas di lantai ini.
Lantai 5
Perkantoran atau ruangan kerja para karyawan. Termasuk ruangan tersangka ada di lantai ini. Di lantai ini, 8 orang tewas.
Lantai 6
Aula, 1 orang tewas di lantai ini. Dari lantai dua hingga lantai enam itu seluruhnya tertutup dengan kaca. Lantai-lantai tersebut terbakar dengan uap panas, jadi tidak tersentuh api secara langsung.
Lantai 7
Rooftop dan juga musala. Karyawan yang berhasil naik sampai rooftop selamat semua.
Polres Jakarta Pusat telah menetapkan Michael Whisnu Wardana, Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, sebagai tersangka, usai kebakaran yang menewaskan 22 orang karyawannya tersebut. Michael disangkakan dengan tiga pasal terkait kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
