Dari diabetes hingga jantung, 13 penyakit terkait kesehatan mulut

KABAR–PRIANGAN.COM– Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berfungsi mencegah kerusakan pada gigi, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan keseluruhan tubuh. Para pakar menyebutkan bahwa kondisi mulut bisa menjadi tanda awal dari berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga gangguan jantung.

Sejak kecil, masyarakat diajarkan untuk menyikat gigi dan menggunakan benang gigi agar terhindar dari kerusakan gigi. Namun, banyak orang belum memahami bahwa kesehatan mulut berkaitan langsung dengan kesejahteraan keseluruhan tubuh, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Dokter gigi sering kali menjadi tenaga kesehatan pertama yang mengidentifikasi perubahan kecil di dalam mulut yang dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan lain. Pemeriksaan rutin pada gigi tidak hanya dianggap sebagai perawatan gigi, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keseluruhan tubuh.

13 Penyakit serta Dampaknya terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Berikut ini terdapat 13 jenis penyakit yang memengaruhi kondisi mulut. Mulai dari penyakit yang menyebabkan mulut kering hingga kerusakan jaringan air liur. Baca selengkapnya di bawah ini.

1.Diabetes dan Penyakit Gusi

Diabetes yang tidak terkendali dapat meningkatkan kemungkinan mengalami penyakit periodontal, yaitu infeksi berat yang merusak gusi dan tulang pendukung gigi. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit, bau mulut, hingga kehilangan gigi. Studi juga menunjukkan bahwa gangguan pada gusi dapat membuat penderita diabetes kesulitan dalam menjaga tingkat gula darah mereka.

2.Penyakit Jantung dan Stroke

Kesehatan gigi yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan kemungkinan mengalami penyakit jantung dan stroke. Bakteri berbahaya dari infeksi gusi bisa masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan peradangan, serta merusak dinding pembuluh darah. Bila terjadi penyumbatan, maka risiko serangan jantung atau stroke akan meningkat.

3.Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal bisa mengurangi kekuatan sistem imun, membuat pasien lebih mudah terkena infeksi, termasuk gangguan pada gusi. Peradangan yang berkepanjangan akibat infeksi di mulut juga dapat memperburuk fungsi ginjal dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

4. Permasalahan Kesehatan Gigi dan Pemindahan Organ

Pasien yang akan menjalani transplantasi organ harus dalam kondisi bebas dari infeksi, termasuk infeksi di area mulut. Setelah operasi transplantasi, penggunaan obat yang mengurangi aktivitas sistem imun bisa menyebabkan infeksi gigi yang biasanya ringan menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

5. Pengobatan Kanker pada Area Kepala dan Leher

Terapi radiasi untuk kanker kepala dan leher bisa memicu kondisi mulut kering, luka di mulut, serta kerusakan pada kelenjar air liur. Efek samping ini meningkatkan kemungkinan terjadinya gigi berlubang, gangguan gusi, hingga kehilangan gigi.

6.Sindrom Sjögren

Penyakit autoimun ini menyebabkan mulut dan mata menjadi sangat kering. Kekurangan air liur mengganggu proses mengunyah dan menelan serta meningkatkan kemungkinan infeksi dan kerusakan pada gigi.

7.Rheumatoid Arthritis

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang menyebabkan radang gusi juga berperan dalamrheumatoid arthritis. Selain itu, nyeri dan kaku pada sendi menyulitkan penderita dalam menjaga kebersihan gigi.

8.Lupus

Penderita lupus lebih mudah mengalami masalah kesehatan mulut seperti penyakit gusi, luka pada mulut, serta luka di bagian bibir dan lidah. Penurunan produksi air liur dan dampak dari penggunaan obat-obatan memperparah kondisi tersebut.

9.Penyakit Parkinson

Parkinson mengganggu pengendalian otot, sehingga mengunyah, menelan, dan menjaga kebersihan mulut menjadi lebih sulit. Penumpukan air liur dan bakteri meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi gusi.

10.ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

ALS menyebabkan melemahnya otot tubuh, termasuk otot tangan dan mulut. Akibatnya, aktivitas menyikat dan membersihkan gigi menjadi sulit, sehingga meningkatkan risiko terjadinya lubang pada gigi dan infeksi.

11.Penyakit Huntington

Kesulitan dalam mengontrol gerakan pada penyakitHuntingtonmengatur kebersihan gigi menjadi sulit dilakukan. Kebiasaan menggigit gigi bisa menyebabkan nyeri pada rahang serta kerusakan pada gigi.

12.Gangguan Kesehatan Mental

Seseorang yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan sering kali tidak memperhatikan kesehatan giginya. Beberapa obat psikiatrik dapat menyebabkan mulut kering dan meningkatkan kemungkinan terkena karies gigi.

13.Gingivitis Kehamilan

Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan gusi lebih rentan mengalami peradangan dan pendarahan, yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. Kesehatan gigi ibu juga berdampak pada risiko karies gigi pada anak.

Pentingnya Perawatan Gigi Preventif

Hubungan antara kesehatan gigi dan kesehatan keseluruhan tubuh semakin terlihat jelas. Membersihkan gigi, menggunakan benang gigi, serta rutin memeriksa ke dokter gigi bisa membantu mengurangi dampak berbagai penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.***

 

Pernyataan Kesehatan: Artikel ini disajikan hanya sebagai informasi dan edukasi kesehatan. Informasi yang tercantum tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, rekomendasi, atau perawatan medis dari profesional kesehatan. Setiap kondisi kesehatan bisa berbeda pada setiap orang. Jika Anda mengalami masalah pada gigi, mulut, atau kondisi medis tertentu, segera konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Pos terkait