Curhat Ningsih kasir minimarket yang dimaki dan diludahi dosen di Makassar, ngaku masih kena mental

Ringkasan Berita:

  • Ningsih (21), pegawai kasir swalayan di Makassar mengaku kena mental usai diludahi dosen UIM, Amal Said 
  • Ningsih, yang saat itu sedang bertugas, meminta pelaku untuk bersabar menunggu antrean pembeli lainnya namun tetap menyerobot
  • Tak hanya memaki, Amal Said justru menekannya untuk meminta maaf dan membawa-bawa nama atasan korban sebagai bentuk ancaman.

Ningsih (21), pegawai kasir swalayan di jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar hingga kini masih mengalami tekanan mental pasca insiden diludahi oleh seorang pembeli bernama Amal Said.

Bacaan Lainnya

Tindakan Amal Said yang sekaligus seorang ASN dosen Universitas Islam Makassar (UIM) meludahi pegawai terjadi di swalayan jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (25/12/2025)

Ningsih mengaku mengaku syok saat wajah diludahi oleh pelaku hanya karena masalah antrean.

Kejadian bermula saat situasi toko sedang cukup ramai.

Ningsih, yang saat itu sedang bertugas, meminta pelaku untuk bersabar menunggu antrean pembeli lainnya.

Namun, teguran tersebut justru direspons dengan makian dan perbuatan tak manusiawi.

“Kurang ajar kau itu caramu melayani! Saya ini juga mau membayar, kenapa begitu caramu?” ujar Ningsih menirukan bentakan pelaku, dikutip dari tayangan TvOneNews, Senin, (29/12/2025).

Ningsih sempat berusaha memberikan penjelasan dengan tenang agar pelaku mengerti kondisi antrean saat itu.

Alih-alih mendapat pengertian, Ni justru menerima perlakuan yang merendahkan martabatnya sebagai manusia.

“Saya bilang, ‘Maaf Pak, tadi karena ada antrean di belakang jadi harus mengantre’. Tapi belum sempat saya selesai bicara, dia langsung meludah ke muka saya dan kena jilbab saya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Hinaan fisik tersebut membuat Ningsih terguncang hebat. Air ludah pelaku mengenai area wajah hingga jilbabnya. 

Dalam kondisi syok dan “kena mental”, Ningsih langsung meninggalkan meja kasir untuk membersihkan diri.

“Saya syok sekali. Langsung lari ke WC cuci muka karena ludahnya kena muka,” ungkapnya.

Ironisnya, setelah melakukan tindakan tidak etis tersebut, pelaku dikabarkan tidak menunjukkan penyesalan.

Ia justru menekan korban untuk meminta maaf dan membawa-bawa nama atasan korban sebagai bentuk ancaman.

Karena merasa takut dan terintimidasi, Ningsih terpaksa mengalah meski dirinya adalah korban.

“Saya minta maaf karena takut kalau dilawan masalahnya tambah panjang. Temanku juga cuma diam karena takut,” ungkapnya.

Usai melancarkan aksi penghinaan tersebut, sang dosen langsung meninggalkan lokasi.

Dukungan keluarga dan pihak manajemen swalayan akhirnya menguatkan langkahnya untuk menempuh jalur hukum.

Pada Rabu malam, Ni resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea.

Ia menegaskan bahwa keluarga tidak menerima perlakuan tersebut dan berharap ada keadilan.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan N tersebut.

“Sudah, melaporkan di Polsek Tamalanrea dengan laporan penghinaan dan dilakukan proses penyelidikan,” kata Iptu Sangkala via pesan WhatsApp, ke tribun.

Sangkala mengaku akan memanggil saksi-saksi yang ada untuk dimintai keterangan.

“Tindak lanjut mengundang saksi mencari info terhadap terlapor dan memanggil dan mengumpulkan barang bukti,” tegasnya.

Pengakuan Amal Said

Amal Said, seorang pria yang berprofesi sebagai dosen di universitas di Makassar angkat bicara setelah videonya yang meludahi seorang kasir swalayan viral di media sosial.  

Amal bercerita, saat itu dirinya memang sedang berbelanja camilan di swalayan tersebut.

Dia juga membantah telah menyerobot antrean seperti narasi di media sosial. 

“Awalnya memang saya singgah untuk membeli camilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre di situ, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (28/12/2025).

Saat tengah mengantre, kasir yang tidak berada jauh darinya sudah kosong.

Dia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut.

“Saya lihat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang di belakang saya, akhirnya saya ke sebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” kata dia.

Amal menyampaikan, pelayanan petugas kasir swalayan saat itu profesional seperti biasa.

Tepat saat belanjaan Amal hendak dibungkus oleh petugas lainnya, dia pun ditegur karena dianggap menyerobot antrean.

“Pas saya di depan petugas yang packing belanjaan saya itu, di situ saya mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas itu. Dia bilang ke saya, ‘Kenapa Bapak tidak antre?’, jadi saya bingung, harus antre bagaimana? Sementara kasir yang saya tempati kosong,” kata Amal.

Petugas itu pun mengarahkan Amal untuk tetap mengantre di tempat awalnya.

Amal pun merasa tidak dihargai hingga spontan meludahi petugas wanita berinisial N (21) tersebut.

“Saya merasa tidak harus ke sana. Mungkin bisa dilihat rekaman CCTV itu, antrean saya kosong. Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-Makassar diperbuat begitu kayak seperti tidak menghargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.

Amal juga mengaku tidak secara langsung meludahi wajah petugas wanita tersebut.

“Setelah saya bayar belanjaan, saya emosi sekali di situ. Saya ludahi bajunya, tidak benar itu saya ludahi mukanya, kesal sekali saya diperlakukan seperti itu, kayaknya tidak ada sekali harga diri saya,” tutur dia.

Amal juga mengeklaim bahwa dirinya sama sekali tidak melanggar aturan. Dia hanya berpindah antrean kasir yang sudah kosong.

“Kan tidak melanggar kalau pindah antrean, kalau memang sudah kosong kan. Tidak ada larangan, wajar saya pindah kan. Itu juga tidak terlalu ramai saat itu,” ucap dia.

Menyesal Karier Terancam

Kini, Amal meminta agar kasus bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Amal menyampaikan, setelah videonya tersebut viral di berbagai platform media sosial, nama baiknya pun tercoreng hingga karirnya sebagai dosen terancam.  

“Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding,” kata Amal melansir dari kompas.com, Minggu (28/12/2025).

Dia juga menyampaikan, agar kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.  

“Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri,” ujar Amal.

Meski demikian, Amal menyampaikan, agar kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.   

Amal menganggap saat peristiwa itu terjadi dirinya sama sekali tidak menyerobot antrean.  

Amal mengaku, cara menegur kasir tersebut seakan-akan tidak menghargai dirinya hingga akhirnya dia tersinggung dan spontan meludahi petugas wanita itu.  

Sementara itu, Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry, membenarkan status AS sebagai dosen di kampus tersebut.

Selama ini Amal diperbantukan sebagai tenaga pengajar di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian.

“Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa presodurnya,” ujar dia.

Sementara terkait aksi viral Amal, Muammar memastikan akan memberikan sanksi tegas. 

Sebab kata dia, apa yang terekam dalam video viral tersebut tidaklah manusiawi.

 

Muammar yang juga Sekretaris MUI Sulsel, mengaku menyayangkan adanya kejadian itu.

“Iya (disayangkan). Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan Amal tidaklah manusiawi.

“Kita harus tabayyun dulu sama yang bersangkutan toh. Yang pasti di video itu kan ndak bagus lah, ndak manusiawi kalau itu kejadian,” ujarnya, dikutip dari TribunTimur.

Muammar memastikan akan memberikan sanksi tegas. 

Sebab kata dia, apa yang terekam dalam video viral tersebut tidaklah manusiawi.

(*)

Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *