Cuaca di Palangka Raya Kalteng, BPBD ungkap kondisi Kota Cantik terkini dan imbau waspada banjir

, PALANGKA RAYA – Hujan deras dan angin kencang masih terjadi di Palangka Raya beberapa hari terakhir. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, menyampaikan hingga saat ini kondisi kota relatif aman, namun beberapa titik tetap berpotensi terdampak.

Bacaan Lainnya

Potensi banjir terutama berada di bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan.

“Saat ini kondisi warga di bantaran masih aman. Belum ada kenaikan debit air yang signifikan dari wilayah hulu,” jelas Heri.

Namun, warga tetap diimbau untuk memantau kondisi air sungai karena perubahan arus bisa terjadi dengan cepat. 

Selain banjir, ancaman lain datang dari wilayah Kelurahan Pahandut, khususnya kawasan Flamboyan bawah, yang berpotensi mengalami ablasi tebing. 

Ablasi adalah pengikisan tebing atau tanah di pinggir sungai akibat derasnya arus air sungai, yang bisa membuat tebing semakin dalam dan membahayakan rumah atau bangunan di dekatnya.

“Kondisi tanah di sana agak labil, jadi arus air deras bisa menghantam tebing-tebing pinggir yang rawan,” tambah Heri.

Heri juga menekankan hampir seluruh wilayah kota berpotensi mengalami pohon tumbang, karena tekstur tanah bergambut dan berpasir membuat akar pohon tidak stabil. Angin kencang yang terus berlanjut berisiko merobohkan pepohonan sewaktu-waktu, terutama di kawasan permukiman dan pinggir jalan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk menunda aktivitas di luar rumah saat hujan lebat, angin kencang, atau cuaca ekstrem, serta selalu mencari tempat berteduh yang aman. 

“Lebih baik berteduh atau menunda aktivitas di luar rumah agar terhindar dari bahaya pohon tumbang maupun sambaran petir,” pungkas Heri.

Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca dari pihak BMKG agar tetap aman, terutama di kawasan rawan banjir, ablasi, dan pohon tumbang.

Kegiatan Sebelumnya

Jelang Tahun Baru 2026 Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan BPBD Kota Palangka Raya membersihkan saluran air dan pinggir jalan di Jalan Bukit Kaminting, Sabtu (27/12/2025), untuk memastikan drainase tetap berfungsi optimal dan mencegah genangan saat hujan deras.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Palangka Raya, sekaligus mengantisipasi dampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang akhir-akhir ini melanda kota.

Cuaca tersebut meningkatkan risiko genangan air dan pohon tinggi yang rawan tumbang.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Berlianto, menjelaskan fokus kegiatan pagi ini adalah membersihkan sampah, endapan lumpur, dan area pinggir jalan agar aliran air tetap lancar.

“Hari ini kami turun langsung di saluran pengairan sepanjang Jalan Bukit Kaminting. Harapannya, fungsi drainase tetap maksimal dan sampah di sekitar saluran berkurang,” ujarnya.

Pembersihan dilakukan secara manual karena ruas jalan dan lingkungan sekitar terlalu sempit untuk alat berat seperti excavator. 

“Kami membersihkan sampai ujung Jalan Yos Sudarso, termasuk di sekitar pengaringan sebelah UPR,” tambah Berlianto.

Pemeliharaan pohon juga menjadi perhatian utama. Banyak pohon tinggi yang rawan tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang. DLH melakukan pemangkasan dahan agar dampak tiupan angin berkurang. 

“Namun. Kendala kami ada di alat sky lift yang hanya menjangkau 8 meter, sementara beberapa pohon lebih dari 15 meter. Jadi kami memangkas bagian yang bisa dijangkau untuk mengurangi risiko hempasan angin dan menjaga keselamatan warga,” jelas Berlianto.

Selain di Jalan Bukit Kaminting, tim lain juga melakukan pembersihan di lokasi berbeda. Tim Dinas Perkimtan membersihkan drainase di Jalan Bukit Raya 12–13, sedangkan tim Dinas PUPR menormalisasi saluran air di Jalan Jati. 

Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan titik-titik rawan genangan tetap berfungsi maksimal.

Berlianto mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan. 

()

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *