Cuaca buruk perairan 4 daerah di Sulsel, BPBD: Waspada angin kencang

Ringkasan Berita:

  • Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo menyebut peringatan dini sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap potensi cuaca ekstrem terutama hujan lebat dan angin kencang. 
  • Status Waspada hingga Awas meliputi Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, serta Kota Makassar.
  • Status ini berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang.

 

Bacaan Lainnya

, MAKASSAR – Cuaca ekstrem di perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) memakan korban.

Camat Liukang Tupabiring Fitri Mubarak dan dua orang lainnya meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di Perairan Kepulauan Podang, Sabtu (27/12/2025).

Kapal Fitri Mubarak membawa bantuan pangan bagi warga Pulau Podang saat insiden tragis itu terjadi.

Dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi dilaporkan tenggelam di tengah laut.

Sekitar pukul 10.50 Wita terjadi Cuaca ekstrem yang menyebabkan kapal oleng.

Sepuluh menit kemudian atau sekitar pukul 11.00 Wita kapal tenggelam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo menyebut peringatan dini sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap potensi cuaca ekstrem terutama hujan lebat dan angin kencang. 

Dasarian ketiga Desember 2025 pada 21 hingga 31 Desember sejumlah daerah dalam kategori waspada.

Status Waspada hingga Awas meliputi Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, serta Kota Makassar.

Status ini berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Sehingga berdampak signifikan terhadap peningkatan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Sulsel.

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo menjelaskan wilayah paling berisiko saat ini di perairan Kabupaten Pangkep dan daerah pesisir lainnya.

Pasalnya ada peningkatan gelombang yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan transportasi laut.

BPBD Sulsel meminta kepada masyarakat maupun nelayan selalu memantau  informasi cuaca sebelum memutuskan berlayar.

“Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar, jangan dulu berlayar untuk menghindari kondisi yang tidak kita harapkan,” kata Amson Padolo saat dikonfirmasi Minggu (28/12/2025).

Sementara itu Forecaster BMKG Nur Asia Utami mengingatkan adanya potensi curah hujan lebat tiap harinya.

“Kondisi wilayah pesisir pada umumnya hujan ringan – sedang dengan kondisi angin mencapai 40 km/jam,” kata Nur Asia dalam keterangannya.

Prakirawan BMKG Agus memprediksi potensi hujan lebat di 13 Daerah pada Dasarian 3 Desember 2025.

Diantaranya Parepare, Soppeng, Barru, sebagian wilayah Bone, Pangkep, Maros, sebagian wilayah Sinjai, Gowa, Makassar, Takalar, Jeneponto, Sebagian wilayah Bantaeng  dan Bulukumba.

Secara umum wilayah pesisir selatan dan barat terpantau secara grafik ada peningkatan curah hujan.

Sementara di wilayah utara, tetap akan diguyur hujan meski tidak sederas pesisir barat.

Wilayah Utara meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu dan Enrekang.

Potensi angin kencang juga diperingatkan BMKG IV Makassar.

“Angin kencang potensinya iya karena biasanya angin berasal dari awan, pertemuan awan hujan juga bisa hasilkan angin kencang tiba-tiba, itu potensi terjadi termasuk kilat dan sebagainya,” kata Agus saat dihubungi Tribun-Timur.

Secara umum, Sulsel memang menghadapi puncak musim hujan di Desember 2025. – Januari 2026.

Sehingga prakiraan peningkatan aktivitas cuaca sudah lebih dulu dikeluarkan BMKG IV Makassar

“Secara data kita dapatkan sudah mencapai dan proyeksinya dilihat semakin meningkat jadi prediksi memang Desember – Januari sehingga hujan lebat itu potensi terjadi,” sambungnya.

Masyarakat pun terus diminta terus memantau prakiraan cuaca dari BMKG.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *