FILM horor komedi Sebelum Dijemput Nenek karya sutradara Fajar Martha Santosa menampilkan karakter utama Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto) sebagai saudara kembar yang terpisah setelah diurus neneknya. Kehadiran Nisa (Wavi Zihan) sebagai kembang desa menambah kekayaan cerita yang mencampurkan unsur ketegangan horor dengan komedi ini.
Aktor Angga Yunanda menceritakan untuk mendalami Hestu serta mampu menyampaikan karakter yang dimainkannya dengan tepat yakni dimulai dari skenarionya yang telah menjelaskan antara elemen horor dengan komedi. Hal itu memudahkannya untuk membawa diri saat adegan komedi harus berusaha lucu dan adegan horor harus menampilkan suasana kengerian.
“Ini menantang bagaimana caranya kami bisa seratus persen di tiap adegan yang berbeda-beda, entah itu komedi, horor, bahkan dramanya,” katanya kepada Tempo pada hari Jumat, 12 Desember 2025.
Mencoba memainkan peran dalam film komedi untuk pertama kalinya, Angga sempat merasa cemas saat beradu akting dengan para komika, khususnya dalam adegan yang membutuhkan kekocakan. Namun untungnya, menurut Angga, para komedian tersebut telah melakukan persiapan dan diskusi bersama pemain lainnya.
Jadi apa pun yang akan muncul, baik itubeat comedyatau mungkin gerakan yang akan muncul dari mereka justru telah mereka rencanakan. Mungkin agar kami tidak kaget dan siap-siap mengira-ngira apa yang lawan main akan berikan,” katanya.
Pemeran Angga Yunanda dan Wavi Zihan dalam sesi wawancara di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, 12 Agustus 2025. Tempo/Jati Mahatmaji
Sementara Wavi Zihanaktris yang memerankan karakter Nisa menyatakan pentingnya keselarasan antar pemain, mengingat komedi merupakan salah satu genre yang sulit untuk diperankan. “Momen-momen kecil sangat menentukan apakah suatu adegan akan berhasil atau tidak. Kami bersyukur karena para komika yang sudah lama terlibat dalam bidangnya memberi tahu momen-momen penting yang perlu diperhatikan agar akhirnya bisa menghasilkan komedi yang sukses,” ujarnya.
Tokoh Angga Yunanda dan Wavi Zihan dalam Film
Angga menceritakan bahwa dirinya memainkan peran Hestu dengan sifat seorang yang sangat mandiri, keras kepala, dan memiliki prinsip yang kuat yang berasal dari pendidikan masa kecilnya. Hubungan Hestu dengan keluarganya tidak harmonis dan sejak kecil tinggal bersama neneknya.
“Nenek yang sangat otoriter dan jauh dari kasih sayang yang diharapkan oleh Hestu, membuatnya merasa mungkin harus meninggalkan desa tersebut. Ketika tiba waktunya untuk berpisah dengan neneknya, akhirnya dia memutuskan pergi ke Jakarta. Akhirnya, dia tumbuh besar di Jakarta, sendirian,” katanya.
Namun, Hestu memiliki saudara kembar sehingga konflik dalam film muncul melalui situasi ini. Angga menjelaskan bahwa Hestu memiliki sifat yang terkadang iri karena neneknya hanya memihak kepada saudara kembarnya. “Ia kembali ke kampung dan berharap hidupnya akan lebih aman dan tenang setelah neneknya meninggal, tetapi ternyata neneknya meninggal pada hari yang sakral. Neneknya akan meminta seseorang untuk menemani ke alam lain, yaitu antara Hestu dan Akbar,” katanya.
Sementara Wavi memainkan peran Nisa sebagai putri desa di kampung halaman Hestu dan Akbar, yang sudah menjadi teman sejak kecil. Nisa juga aktif membantu serta merawat para lansia di kampungnya. “Ternyata di balik sifat baiknya Nisa, dia sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan supranatural. Jadi selama masa mereka bertahan untuk menghindari dijemput oleh nenek, Nisa memiliki misi sendiri untuk melihat bentuk makhluk gaib itu seperti apa,” katanya.
Film ini merupakan awal karier sutradara film panjang Fajar Martha Santosa.Sebelum Dijemput Nenek dapat disaksikan melalui bioskop mulai Kamis, 22 Januari 2026.







