MEDIA KUPANG – Walau baru 9 bulan memimpin Belu Bupati Belu Willybrodus Lay, SH dan Wakil Bupati Vicente Hornai Goncalves, ST menunjukan keseriusan merealisasikan program – program yang merupakan janji politik semasa kampanye Pilkada.
Dalam keterangan pers akhir tahun diruang kerja Wakil Bupati Belu Senin 29 Desember 2025, Vicente Hornai Goncalves membeberkan capaian Pemerintah Kabupaten Belu selama kepemimpinan yang belum setahun.
Dia mengakui bahwa belum semua program yang dijanjikan terealisasi hal ini karena Pemerintahan saat ini melaksanakan program pembangunan berdadarkan APBD yang telah ditetapkan Pemerintah sebelumnya.
“Kita baru dilantik pada tanggal 24 Maret 2025 dimana APBD sudah ada jadi kami melanjutkan program pembangunan yang sudah ditetapkan, kita hanya bisa merealisasikan beberapa program pada perubahan anggaran,” ungkap Vicente.
Namun dia menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi alasan bagi pihaknya untuk duduk dan menunggu. Bersama Bupati Willy Lay dan Dinas terkait Pemda Belu telah melaksanakan sejumlah program selama 9 bulan sepanjang tahun 2025 ini.
Berikut adalah rincian capaian kunci program prioritas Pemkab Belu sepanjang tahun 2025:
1. Kesehatan
Di sektor kesehatan, Kabupaten Belu sukses mempertahankan predikat UHC Non Cut Off dengan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan mencapai 98%. Pemerintah mengalokasikan Rp15,5 Miliar untuk menjamin kesehatan gratis bagi 29.659 warga.
Menurut Vicente, cakupan kesehatan gratis ini bersumber dari program PBI Kementrian Sosial dan alokasi dari APBD Belu.
Vicente meminta masyarakat Belu untuk mengaktifkan kepesertaan kesehatan gratis agar ketika datang ke fasilitas kesehatan telah tercover.
Untuk pengobatan gratis Plus, Vicente menjelaskan bahwa saat ini Pemda Belu sedang menyiapkan pedoman atau aturannya. Namun dia memastikan bahwa tahun 2026 akan segera direalisasikan.
Pengobatan gratis plus yang dimaksud adalah pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan seperti kecelakaan Lalu Lintas atau jenis pemyakit lainnya.
Pemerintah Kabupaten Belu menyiapkan anggarannya dan akan mengintervensi hal tersebut yang tentunya disesuaikan dengan aturan yang dibuat nanti.
2. Pendidikan Gratis
Menurut Vicente, Pemda Belu bekerjasama dengan Universitas Budi Utomo dan tahun ini telah mengirimkan 100 lebih pelajar asal Belu untuk mengenyam kuliah gratis di kampus tersebut.
Di Universitas Indonesia Pemkab mengirim 10 pelajar kuliah disana dengan bantuan beasiswa juga di beberapa kampus lainnya.
Anak – anak Belu yang dikirim kuliah ke kampus – kampus yang dimaksud dengan jalur prestasi dan dari keluarga yang ekonominya sulit.
Untuk pendidikan gratis SD dan SMP Pemkab Belu merencanakan tahun depan. Saat ini sedang digodok aturannya.
Walau demikian, Willy – Vicente telah membantu ribuan siswa SD dan SMP melalui bantuan perlengkapan sekolah serta beasiswa dengan total anggaran lebih dari Rp4,7 Miliar. Sedangkan rehabilitasi sarana pendidikan di 12 titik telah rampung dengan nilai Rp7,98 Miliar.
3. Revolusi Pertanian dan Ketahanan Air
Dalam tahun ini sektor pertanian alami kemajuan dengan pembukaan lahan baru seluas 153 Ha dan pengelolaan lahan masyarakat seluas 666,5 Ha.
Pemkab Belu melalui dinas teknis memberikan dukungan alat mesin pertanian (alsintan) modern, termasuk drone sprayer, telah didistribusikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas petani di Belu.
Soal krisis air, Pemkab Belu membangun 6 unit sumur bor baru senilai Rp1,35 Miliar, yang diperkuat dengan dukungan APBN senilai Rp1 Miliar guna memastikan akses air bersih merata di desa-desa.
Pemkab Belu berupaya keras pembangunan bendungan Welikis. Vicente mengakui anggaran pembuatan bendungan Welikis sangat besar sehingga tak mungkin diintervensi dengan APBD oleh karenanya dia berharap ada perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat.
Jelas Vicente, kalau bendungan Welikis akan mengatasi kebutuhan air bersih di 8 Kecamatan di Belu.
4. Infrastruktur dan Kesejahteraan Sosial
Peningkatan infrastruktur terlihat dari kondisi jalan mantap yang kini mencapai 37,73%. Di sisi lain, pemerintah juga memperhatikan kelompok rentan melalui rehabilitasi 17 unit rumah korban bencana serta pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi 4.621 pekerja.
5. Digitalisasi dan Tata Kelola Pemerintahan
Menuju Smart Governance, Pemkab Belu telah meluncurkan 81 website desa dan 15 aplikasi e-Government. Indeks Keterbukaan Informasi Publik pun berada pada skor 70 (Cukup Informatif). Kesejahteraan aparatur juga diperhatikan melalui realisasi TPP sebesar Rp21,22 Miliar bagi 1.069 PNS.
Terkait program 1 Kelurahan 1 Miliar Vicente mengakui belum dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran. Namun Willy – Vicente merealisasikan janji tersebut dengan perhitungan jumlah jiwa di Kelurahan tersebut.
Selain itu penataan Alun-alun Kota dan destinasi religi Patung Bunda Maria Teluk Gurita menjadi magnet wisata baru.
Pada akhir keterangan pers, Vicente mengharapkan dukungan insan pers dalam pemberitaan.
Kata dia, Pemerintah tidak alergi kritik justru kritik akan menjadi cambuk agar kedepannya program pembangunan akan lebih baik.
Media juga dibutuhkan guna menyuarakan apa yang menjadi kesulitan dan kebutuhan warga Belu sehingga menjadi perhatian Pemerintah Pusat sebab Belu adalah beranda depan NKRI atau berbatasan langsung dengan Timor Leste. ***







