Bulog pastikan stok beras aman hingga Idul Fitri 2026, cadangan nasional tembus 3,4 juta ton

BAGIKAN BERITA – Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Tahun Baru 2026 hingga Idul Fitri 1447 H. Kepastian tersebut disampaikan langsung Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, saat meninjau gudang Bulog di Gedebage, Kota Bandung, Minggu (28/12/2025).

Dalam pemantauan tersebut, Dirut Bulog didampingi jajaran Bulog Wilayah Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras tetap terjaga di tengah peningkatan konsumsi akhir tahun.

Bacaan Lainnya

“Secara nasional, stok beras Bulog saat ini hampir 3,4 juta ton. Untuk Jawa Barat tersedia 540 ribu ton, sementara di wilayah Bandung ada sekitar 19.500 ton. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras dalam kondisi aman,” ujar Ahmad Rizal.

Stok Beras Dipastikan Aman hingga Musim Panen 2026

Ahmad Rizal menjelaskan, cadangan beras tersebut diproyeksikan mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen puncak awal 2026. Dengan tambahan hasil panen, ketahanan stok nasional diperkirakan tetap terjaga hingga April–Mei 2026.

“Dengan posisi stok saat ini, kami prediksi ketahanan beras nasional masih aman sampai April atau Mei 2026, ditambah lagi dengan hasil panen awal tahun,” katanya.

Selain menjaga pasokan reguler, Bulog juga menyiapkan stok khusus untuk wilayah rawan bencana, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sesuai arahan Presiden, jumlah stok di daerah tersebut dilipatgandakan guna mengantisipasi kebutuhan darurat.

“Permintaan daerah kita penuhi tiga kali lipat. Jika kebutuhan seribu ton, kita siapkan menjadi tiga ribu ton agar tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Distribusi bantuan pangan ke wilayah terdampak bencana dilakukan dengan dukungan TNI-Polri, BNPB, serta memanfaatkan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, helikopter, hingga kapal TNI AL.

Harga Beras dan Minyak Goreng Stabil Jelang Tahun Baru

Selain memastikan stok di gudang, Bulog juga melakukan pemantauan harga ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Kota Bandung. Hasilnya, harga beras terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras medium masih dijual di kisaran di bawah Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium rata-rata sekitar Rp14.500 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng Minyakita sesuai HET, yakni Rp14.700 per liter.

Direktur Utama Bulog menegaskan, kondisi ini menunjukkan rantai pasok pangan berjalan dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying menjelang pergantian tahun.

Bulog Percepat Pembangunan Gudang Sambut Panen Raya

Menghadapi panen raya 2026, Bulog juga menyiapkan langkah strategis dengan mempercepat pembangunan 50 gudang baru sebagai tahap awal dari proyek 100 gudang nasional. Sejumlah gudang ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2026.

“Saya sudah instruksikan jajaran Bulog untuk mencari gudang tambahan sambil menunggu pembangunan gudang baru. Ini penting agar hasil panen petani bisa langsung diserap,” jelas Ahmad Rizal.

Gudang-gudang tersebut akan berfungsi menampung produksi beras yang meningkat sekaligus menjaga kualitas beras sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pengelolaan Minyak Goreng DMO Mulai 2026

Pada tahun 2026, Bulog juga mendapat mandat baru bersama ID Food dan Agrenas Palma untuk mengelola minyak goreng Domestic Market Obligation (DMO) sesuai regulasi terbaru Kementerian Perdagangan.

Pengusaha minyak goreng diwajibkan menyerahkan 35 persen produksinya untuk diolah menjadi Minyakita dan disalurkan langsung ke pengecer. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga harga minyak goreng tetap terjangkau di tingkat konsumen.

“Kebijakan ini mulai berlaku 1 Januari 2026. Tujuannya agar harga Minyakita tidak dimainkan distributor dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ahmad Rizal.

Dengan cadangan beras melimpah, harga pangan yang stabil, serta kesiapan infrastruktur logistik, Bulog optimistis masyarakat dapat menyambut Tahun Baru 2026 dan Idul Fitri mendatang dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga beras.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *