Penduduk Tertua di IKN yang Berusia 108 Tahun
Di wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), tercatat seorang perempuan tertua yang kini berusia 108 tahun. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa perempuan tersebut lahir di pengujung Perang Dunia I. Temuan ini diperoleh dari proses pendataan sensus penduduk yang dilakukan oleh tim BPS di wilayah deliniasi IKN.
“Pada pendataan penduduk IKN 2025, kami bertemu dengan penduduk IKN yang tertua, yaitu berusia 108 tahun. Sebenarnya tadi saya ingin menampilkan foto dan datanya, tetapi kami memperoleh concern dari yang bersangkutan, sehingga tidak bisa menampilkan foto dan datanya,” ujar Amalia saat gelaran Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN (PPIKN) di Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, identitas lengkap dan foto penduduk tertua tersebut belum dapat dipublikasikan karena menghormati privasi yang bersangkutan. Meski demikian, BPS membuka kemungkinan untuk menyampaikan data lebih lanjut apabila telah memperoleh izin.
“Nanti kalau dibutuhkan, setelah kami diizinkan oleh yang bersangkutan, kami bisa menyampaikan siapa beliau. Yang jelas beliau adalah perempuan, dan saat ini usianya sudah 108 tahun,” paparnya.
Sejarah dan Peristiwa yang Dilihat oleh Perempuan Tertua
Berdasarkan hasil pendataan, penduduk tertua IKN itu merupakan seorang perempuan yang lahir di Ujung Pandang, yang kini dikenal sebagai Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan demikian, ia termasuk migran seumur hidup yang saat ini menetap di wilayah IKN Nusantara.
Perempuan tua ini lahir di pengujung Perang Dunia I dan telah melalui berbagai peristiwa besar dalam sejarah Indonesia maupun dunia. Sepanjang hidupnya, ia menyaksikan langsung Perang Dunia II, Perang Kemerdekaan Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga peristiwa global terbaru seperti pandemi Covid-19.
Data Penduduk IKN 2025
Berdasarkan hasil pendataan, jumlah penduduk yang tinggal di wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara hingga 2025 mencapai 147.430 jiwa. Jumlah ini setara dengan 43.293 rumah tangga.
Jika dilihat berdasarkan kelompok generasi, dari total sekitar 147.430 jiwa penduduk Ibu Kota Nusantara, mayoritas merupakan generasi Z dan generasi milenial. Kedua kelompok usia ini secara keseluruhan mencakup lebih dari setengah populasi IKN.
Komposisi tersebut mencerminkan besarnya potensi penduduk usia produktif yang dimiliki IKN untuk menopang pembangunan kota baru yang modern, dinamis, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Sebaran Wilayah dan Komposisi Penduduk
Dari sisi sebaran wilayah, konsentrasi penduduk tertinggi berada di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, dan Desa Telemow. Kepadatan penduduk di wilayah tersebut tercatat lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.
Kawasan itu menjadi pusat aktivitas penduduk dan dinilai dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar serta pembangunan infrastruktur IKN ke depan.
Lebih jauh, berdasarkan kelompok umur, penduduk IKN pada 2025 didominasi oleh usia produktif antara 15-64 tahun dengan proporsi mencapai 67,91 persen. Dengan komposisi tersebut, rasio ketergantungan penduduk IKN tercatat sebesar 47,25.
Indikator Lainnya
Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di IKN tercatat lebih banyak dibandingkan perempuan. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh masih banyaknya pekerja konstruksi dan pembangunan yang datang ke wilayah IKN.
Untuk indikator fertilitas, total fertility rate (TFR) di IKN pada 2025 tercatat sebesar 2,14. Angka ini menunjukkan perempuan di IKN selama masa reproduksinya rata-rata melahirkan dua hingga tiga anak, dan sudah mendekati replacement level atau tingkat kelahiran yang dibutuhkan.
Sementara, dari sisi mortalitas, angka kematian bayi di IKN sebesar 14,16 persen, yang berarti terdapat sekitar 14-15 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup.
Mobilitas dan Penduduk Migran
BPS juga mencatat mobilitas penduduk di IKN tergolong tinggi. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan baru, migrasi masuk ke IKN tercatat cukup besar. Pada 2025, sekitar empat dari sepuluh penduduk IKN merupakan migran seumur hidup, yakni penduduk yang lahir di luar wilayah IKN.
Selain itu, sekitar 6 persen penduduk IKN merupakan migran recent, yaitu penduduk yang lima tahun lalu masih tinggal di luar wilayah IKN dan baru pindah ke kawasan IKN dalam kurun waktu kurang dari lima tahun.
Pendidikan dan Bahasa
Dari sisi pendidikan, BPS mencatat hampir 7 persen penduduk IKN pada 2025 telah menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Dalam aspek penggunaan bahasa, hampir 20 persen penduduk usia lima tahun ke atas masih menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kondisi Perumahan
Untuk kondisi perumahan, mayoritas rumah tangga di IKN tercatat menggunakan atap seng, dengan proporsi mencapai 89,54 persen. Penggunaan lantai keramik sebesar 46,89 persen, sementara rumah tangga dengan dinding tembok menyentuh 60,34 persen.







