, JAKARTA—PT Berdikari Pondasi PerkasaTbk. (BDKR) bermitra dengan PT Masterpancang Pondasi untuk memperluas akses dan meningkatkan partisipasi dalam proyek-proyek konstruksi besar, khususnya di kawasan industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kepala Operasi BDKR Tan Franciscus mengatakan bahwa kerja sama antara perusahaan dengan Masterpancang telah disepakati dalam bentuk kemitraan operasional (KSO). Tujuan dari KSO ini adalah untuk memperkuat posisi bisnis BDKR di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan kawasan industri yang berbasis pengolahan sumber daya alam.
Kolaborasi ini menjadi kesempatan baik bagi BDKR yang dikenal sebagai perusahaan spesialis fondasi,ground improvement, marine and jetty construction, dan pengangkutan berat dan penyewaan alat angkatMelalui kolaborasi ini, perusahaan tidak hanya memperluas jaringan proyek, tetapi juga meningkatkan kompetitif dalam menghadapi berbagai proyek yang kompleks dan memerlukan kemampuan teknis,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Diketahui, kawasan industri IPIP Kolaka diharapkan tumbuh pesat seiring dengan dukungan pemerintah terhadap program hilirisasi nikel serta penguatan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi perusahaan kontraktor fondasi dan konstruksi berat untuk ikut serta dalam pembangunan.
Kolaborasi BDKR dengan Masterpancang memberikan manfaat strategis dalam hal akses jaringan profesional. Masterpancang memiliki keterlibatan dengan berbagai pihak yang berperan dalam pengembangan kawasan industri IPIP Kolaka, sehingga membuka kesempatan bagi BDKR untuk terlibat dalam rantai proyek yang sedang berkembang.
Jaringan tersebut memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat dengan pengembang kawasan, sekaligus memberikan gambaran awal mengenai kebutuhan konstruksi, jadwal pembangunan, serta standar teknis yang akan digunakan. Dengan bantuan ini, posisi BDKR semakin kokoh dalam terlibat sejak tahap perencanaan proyek.
Kolaborasi tersebut akhirnya memperkuat posisi BDKR sebagai calon kontraktor yang disukai di kawasan strategis IPIP Kolaka. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menargetkan proyek-proyek besar dan berkelanjutan.
Franciscus menganggap, kerja sama dengan Masterpancang merupakan tindakan strategis perusahaan untuk menghadapi tantangan proyek besar di kawasan industri baru, seperti IPIP Kolaka. Perlu diketahui, Masterpancang dikenal sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman dalam layanan fondasi, konstruksi sipil berat, dan pekerjaan teknik terpadu pada berbagai proyek penting.
Di sisi lain, IPIP Kolaka adalah kawasan industri terpadu yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd sebagai salah satu investor utama asal Tiongkok. Wilayah ini dibangun sebagai pusat pengolahan nikel-kobalt dan bahan baterai untuk mendukung industri kendaraan listrik (EV) global dengan memanfaatkan sumber daya mineral lokal.
Huayou Cobalt terkenal sebagai perusahaan besar di bidang bahan baterai dan merupakan pemain utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dengan berbagai proyek pertambangan dan pengolahan yang tersebar di seluruh dunia.
“Dengan demikian, melalui kerja sama operasional antara BDKR dan Masterpancang akan menggabungkan keahlian teknis dalam pekerjaan pondasi dan rekayasa tanah, pengalaman menangani proyek industri serta ketersediaan alat berat maupun peralatan khusus,” katanya.
Frans berharap, kerja sama strategis ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan BDKR dalam beberapa tahun mendatang. Dengan adanya akses ke proyek-proyek di IPIP Kolaka, perusahaan dapat memperoleh kontrak besar yang mampu mendukung pertumbuhan pendapatan secara bertahap.
Bahkan, menurutnya, BDKR berpeluang meningkatkan laba bersih melalui kerja sama dengan Masterpancang. Efisiensi biaya operasional melalui penggunaan sumber daya bersama, pemanfaatan alat berat secara optimal, serta pembagian risiko proyek dalam skema KSO dianggap mampu mempertahankan kesehatan margin keuntungan BDKR.
Manajemen BDKR menganggap kawasan industri IPIP Kolaka sebagai pasar yang strategis untuk jangka panjang dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan ini akan menghasilkan kebutuhan konstruksi yang terus-menerus, mulai dari tahap awal pembangunan hingga perluasan fasilitas industri di masa depan.
Optimisme mengenai prospek ini juga didukung oleh tren investasi di sektor pengolahan dan pemurnian mineral yang terus meningkat. Wilayah industri berbasis nikel menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Sulawesi Tenggara, seiring dengan naiknya permintaan global terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik.
Berkat adanya KSO dengan Masterpancang, hal ini menunjukkan kesiapan BDKR untuk memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan infrastruktur industri nasional. Sinergi ini tidak hanya memperkuat dasar bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dalam jangka panjang.
Selama 9 bulan tahun 2025, BDKR mencatatkan pendapatan sebesar Rp282,7 miliar dengan laba bersih sebesar Rp10,9 miliar. Di sisi neraca, hingga akhir September 2025, perusahaan berhasil menurunkan utang sebesar 31,5% (year-to-date) menjadi Rp391,71 miliar, dengan besarnya ekuitas sebesar Rp753,35 miliar.







