Berita duka, Pratu TNI Farkhan Syauqi Marpaung meninggal dunia

– Berita duka, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung meninggal dunia.

Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah anggota TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti Aceh. Pratu Farkhan Syauqi Marpaung meninggal seusai dianiaya senior saat tergabung dalam satuan tugas Koops Habema di Intan Jaya, Papua Tengah.

Senior yang berasal dari satuan tugas dan kesatuan yang sama, Kopda F resmi ditahan di Subdenpom XVIII Cenderawasih Timika.

Pratu Farkhan dilaporkan meninggal dunia pada 31 Desember 2025 usai diduga dianiaya seniornya yakni Kopda F saat tergabung dalam satuan tugas Koops Habema di Intan Jaya, Papua Tengah. Keduanya diketahui berasal dari satuan yang sama yakni Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.

Jenazah Pratu Farkhan telah dimakamkan secara militer di TPU Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (3/1/2026). 

Dansubdenpom XVII/Cenderawasih Kapten Cpm Raka Yudhistira Amri mengatakan bahwa terduga pelaku ditahan sejak 1 Januari 2026, usai menerima pelimpahan dari Koops Habema selaku satuan tempat korban di tugaskan di Intan Jaya, Papua Tengah.

“Benar, yang bersangkutan Kopda F sudah ditahan di Subdenpom Timika terhitung mulai 1 Januari kemarin,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/1/2026) malam. 

Pratu Farkhan diduga dianiaya saat ia mengeluh mengalami sakit. Ia meninggal setelah sempat membela diri.

Dikatakannya, TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini, pihaknya telah memeriksa satu orang saksi.

Terungkap, terduga pelaku juga berasal dari satuan tugas yang sama dengan korban yakni Yonif 113/Jaya Sakti Aceh. 

“Kita saat ini tahap penyidikan. Kita sudah terima laporan dan memeriksa satu orang saksi, satu orang pelapor,” kata Kapten Cpm Raka.

Menurut rencana, Selasa (6/1/2026), penyidik akan berangkat ke Intan Jaya, Papua Tengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya.

“Ini kasusnya pelimpahan dan besok kami rencana bersama empat orang penyidik akan berangkat ke pos di Intan Jaya untuk memeriksa saksi lainnya,” ujarnya. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban.

Ayah Murka

Zakaria Marpaung, ayah Farkhan, mengatakan bahwa mulanya anaknya itu bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.

Seiring berjalannya waktu, Pratu Farkhan ditugaskan untuk masuk ke Papua. Tetapi, Zakaria tak menyangka hal buruk menimpa anaknya.

“Kabar itu disampaikan sepupunya. Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua,” kata Zakaria saat diwawancarai di Desa Hassan Air Genting pada Sabtu (3/1/2026). 

Selanjutnya, menurut dia, prajurit berpangkat Sersan menghampiri Pratu Farkhan untuk menanyakan kondisi.

Zakaria mengatakan, saat itu Pratu Farkhan mengaku sakit.

“Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya. Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya,” ungkap Zakaria.

“Disuruh, kalau istilah di tentara itu, peluk tobat, ditendang. Dia tersungkur, jatuh. Lalu, dia bangkit terjadi pembelaan,” katanya lagi.

Zakaria pun menyayangkan insiden tersebut. Meski begitu, dia bangga anaknya berani melawan senior untuk membela nyawanya. 

“Yang kukecewakan anakku mati bukan di ujung senjata GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Anakku mati sesama TNI dan di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI,” ujar Zakaria.

“Mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh. Belum kering makam Prada lucky sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan,” katanya lagi. (tribun-medan.com)


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *