jabar., KOTA BANDUNG – Polemik kepemilikan aset Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo belum menemukan titik akhir.
Meski demikian, di tengah kisruh tersebut perwakilan dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) masih membuka tempat wisata tersebut meski dengan fasilitas seadanya.
JPNN pun mendatangi Bandung Zoo pada Sabtu (27/12/2025) siang. Dari luar tampak banyak kendaraan roda dua dan empat di area parkir. Banyak wisatawan yang berdatangan ke Bandung Zoo.
Adapun untuk masuk ke area Bandung Zoo tidak bisa menggunakan pintu masuk biasa karena masih dikunci. Masyarakat yang hendak melihat berbagai macam hewan masuk lewat pintu samping yang biasanya digunakan untuk pintu keluar.
Jam operasional Bandung Zoo pun hanya sampai pukul 13.00 WIB. Sebab, pihak yayasan hanya membuka tempat ini setengah hari saja.
Salah seorang warga Bandung Okta Ferdiansyah, mengaku masuk ke Kebun Binatang Bandung, tanpa dipungut biaya apapun. Namun, ia memberikan uang secara sukarela untuk tambahan pakan hewan.
Datang bersama anaknya, Okta, memang tidak menghabiskan waktu lama di dalam Bandung Zoo. Akhirnya dia kembali harus keluar setelah satu jam berkeliling.
Dia mengaku mengikuti informasi mengenai Bandung Zoo. Setelah ada informasi mengenai pembukaan kebun binatang di media sosial, dia lantas mendatangi fasilitas ini.
“Sudah sering ke sini. Tahun lalu ke sini juga. Cuman pas tahu konflik memang sayang yah. Nah kemarin lihat di medsos ini sudah buka dan gratis jadi ke sini (sama anak),” paparnya.
Menurutnya, saat di dalam, dia melihat juga banyak orang yang datang ke Bandung Zoo.
Sementara, Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i mengatakan, Kebun Binatang Bandung tetap dibuka untuk umum dengan pembatasan.
Wisatawan yang datang tidak dipungut biaya, hanya saja mereka diarahkan untuk memberikan donasi.
Nantinya, donasi ini akan dipakai untuk membeli pakan satwa, sampai polemik Bandung Zoo selesai.
“Kalau Bandung Zoo dibuka secara terbatas jam 9 pagi sampai 14.00. Pengunjung boleh masuk tanpa membayar tiket, hanya donasi saja untuk pakan satwa. Di dala juga belum ada yang berjualan, jadi disarankan membawa makanan dan minuman dari luar,” ucapnya.
Sulhan menuturkan, momen libur akhir tahun biasanya angka okupansi kunjungan wisatawan meningkat. Namun, karena konflik masih berlangsung, maka jumlahnya menurun drastis.
Ia memprediksi, dengan kondisi yang sedang terjadi, 500 orang setiap harinya bisa datang ke Bandung Zoo.
“Biasanya kalau libur Nataru jumlahnya antara 3.000 – 4.000 (pengunjung), tapi sekarang hanya 500. Tapi kami bersyukur karena tetap bisa melayani pengunjung yang rekreasi bersama keluarga,” ucap dia.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah memberikan surat edaran kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar dalam waktu dekat tidak berwisata ke Bandung Zoo.
Penyelesaian sengketa pengelola Bandung Zoo belum selesai sehingga lahan tersebut seharusnya tidak dibuka secara umum.
Dari data yang didapat JPNN, larangan tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung dengan nomor surat 162-BKAD/2025 perihal larangan kunjungan ke kebun binatang Bandung.
Surat tersebut pun dibenarkan oleh Farhan. Menurutnya, ini adalah respon dari peringatan kedua yang telah dikeluarkan Pemkot Bandung terkait sengketa pengelolaan.
“Ya karena kan kita masih (belum ada pengelola resmi). Itu (surat edara) respon dari peringatan kedua, jadi jangan sampai kita memperkeruh suasana,” kata Farhan, Rabu (29/10). (mcr27/jpnn)







