Bandara Hang Nadim Batam Prediksi 256 Ribu Penumpang Nataru, Puncak 21 Desember

Persiapan Bandara Hang Nadim Menghadapi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Bandara Hang Nadim Batam sedang bersiap menghadapi lonjakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Diperkirakan sebanyak 256 ribu penumpang akan melintas di bandara tersebut, meningkat 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 247 ribu penumpang.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bandara Hang Nadim, Anang Budi, menjelaskan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Minggu (21/12/2025), sementara puncak arus balik diprediksi pada 4 Januari 2026. “Rata-rata kami prediksi di angka 15.000 penumpang per hari untuk datang dan berangkat. Untuk arus mudik, puncaknya di tanggal 21 Desember bisa mencapai 15.400 penumpang. Sedangkan arus balik di tanggal 4 Januari juga di angka 15.000 penumpang,” ujar Anang.

Bacaan Lainnya

Anang menyebutkan dua rute yang menjadi kontributor terbesar pergerakan penumpang selama Nataru, yaitu Jakarta (Soekarno-Hatta) dan Medan (Kualanamu). “Rute yang kemungkinan memang jadi puncak menurut saya ada dua besar, Cengkareng dan Kualanamu,” katanya.

Untuk rute Jakarta, tingginya pergerakan penumpang disebabkan oleh karakteristik Batam sebagai kota industri yang banyak menarik pekerja dari Pulau Jawa. “Untuk Cengkareng, memang Batam ini banyak masyarakat yang bekerja, kemudian pulang ke Jakarta saat libur panjang,” paparnya.

Sementara itu, rute Medan mengalami lonjakan karena perayaan Natal. “Medan ini bisa menjadi salah satu poin karena masyarakat yang mayoritas non-muslim atau kristiani melakukan perjalanan ke kampung halaman untuk merayakan Natal,” ujarnya.

Anang menilai rute Medan cukup mengimbangi Jakarta dalam kontribusi penumpang selama Nataru. Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, PT Bandara Internasional Batam (BIB) bersama BP Batam memberikan insentif berupa potongan tarif jasa kebandarudaraan.

“Kami mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat yaitu Kementerian Perhubungan melalui edaran yang sudah disampaikan kepada seluruh bandara yang ada di Indonesia. Kami juga salah satunya mengikuti untuk memberikan diskon PJP2U dan PJP4U selama masa periode Nataru,” ungkap Anang.

Kebijakan ini merujuk pada Surat Menteri Perhubungan RI Nomor PR.303/1/8/MHB/2025. PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara) atau yang dikenal dengan PSC (Passenger Service Charge) akan mendapat potongan harga. Sementara PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara) atau landing fee juga akan mendapat diskon.

Dari sisi operasional, untuk mengawal kelancaran dan keamanan arus mudik angkutan Nataru, Anang menyebutkan bahwa BIB menyiagakan total 346 petugas gabungan. “Total 346 petugas di Bandara Hang Nadim Batam siap untuk menyelenggarakan Nataru 2025-2026,” tegas Anang.

Seluruh personel telah mengikuti pelatihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) sebagai bentuk kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Mengikuti arahan Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura Indonesia, Anang juga mengatakan Bandara Hang Nadim akan menyiapkan posko terpadu yang terkoneksi secara langsung.

“Posko terpadu di Bandara Hang Nadim akan terkoneksi dengan Kementerian Perhubungan dan juga Angkasa Pura Indonesia. Kami akan melaporkan traffic secara harian melalui video conference dan monitoring CCTV,” ujar Anang.

Meski jumlah pergerakan pesawat masih dalam kisaran normal sekitar 80 pesawat per hari untuk take off dan landing, pihak bandara mengantisipasi adanya tambahan penerbangan (extra flight) dari maskapai. “Saat ini kami sudah koordinasi dengan Lion Air, Batik Air, dan Citilink untuk mendapatkan informasi antisipasi extra flight. Informasinya sudah masuk, tapi kami belum bisa share karena masih berproses dengan airline,” ungkap Anang.

Ia menegaskan, jika penambahan penerbangan telah dipastikan, pihak bandara akan segera menyampaikan informasi ke media. “Itu juga sebagai hal positif bahwa Batam menjadi destinasi untuk mendapatkan tambahan penerbangan,” tambahnya.

Salah satu perhatian utama adalah keselamatan penerbangan, terutama terkait kondisi runway saat musim hujan. “Yang penting kami harapkan adalah keselamatan. Kami selalu memastikan runway kami itu kekeringannya baik, supaya airline tidak mengalami kondisi tergelincir atau apapun,” tegas Anang.

Ia menjelaskan bahwa pada musim hujan, runway friction coefficient atau tingkat kekesatan landasan pacu menjadi hal krusial yang harus diperhatikan. “Runway skid resistance ini dalam kondisi hujan menjadi kondisi yang perlu diperhatikan. Jadi kami pastikan selalu dalam kondisi baik,” jelasnya.

Tidak hanya soal operasional, ia juga berkomitmen meningkatkan pengalaman penumpang dengan berbagai program menarik. Terminal bandara akan dihias dengan dekorasi bernuansa Natal melalui koordinasi dengan para tenant. Serangkaian acara istimewa telah disiapkan.

Untuk mengantisipasi protes penumpang terhadap kondisi penerbangan oleh maskapai, ia mengaku pihaknya memaksimalkan Layanan Customer Care. “Meskipun keterlambatan penerbangan adalah tanggung jawab maskapai, kami tetap berupaya maksimal membantu penumpang, termasuk menyediakan ruang tunggu yang nyaman untuk mengantisipasi kepadatan,” ujar Anang.

Saat ini, Bandara Hang Nadim melayani penerbangan ke 21 kota domestik dan tiga rute internasional; Incheon (Korea Selatan), Jeddah-Mekkah (Arab Saudi), dan Kuala Lumpur (Malaysia). Anang mengungkapkan pihaknya sedang mengupayakan penambahan rute internasional, terutama di kawasan ASEAN. “

“Saat ini kami sedang mengupayakan penambahan kultur, tidak hanya ke Kuala Lumpur dan Incheon, tapi kami ingin mengembangkan di ASEAN dan sekitarnya dulu. Untuk kotanya kami belum bisa declare karena masih diskusi dengan airline,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *