Isi Artikel
Program Agent of Change Nias Belajar dari Gerakan Perubahan Banyuwangi
Sebanyak 107 peserta Program Agent of Change (AOC) Nias mengikuti pelatihan virtual yang membahas empat gerakan perubahan inspiratif dari Banyuwangi. Gerakan-gerakan ini mencakup Desa Mandar, Glenmore, Sekolah Adat Batara, dan Kampung Bebas Rokok Jajag. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong peserta AOC Nias melakukan perubahan dengan memadukan kearifan lokal dan pemanfaatan konten digital.
Program Agent of Change di Nias melibatkan peserta dari berbagai kalangan seperti tenaga pendidik, petani, perawat, kepala desa, dan pemuda. Mereka mendapatkan pembinaan selama tiga bulan untuk menjadi penggerak perubahan di Nias. Fasilitator utama dari Rumah Perubahan, Palmy Rawinda Meilala, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman, bukan hanya teori. Ia berharap peserta dapat merasakan semangat para penggerak perubahan di Banyuwangi.
Kisah Inspiratif dari Desa Mandar
Desa Mandar dulu dikenal sebagai daerah dengan pesisir yang penuh sampah. Perubahan dimulai dari aksi sederhana para pemuda yang membersihkan pantai, menata kawasan, dan membuka warung seafood dengan harga yang disepakati bersama. Gerakan ini menarik dukungan pemerintah dan warga mendapat pelatihan memasak dari chef hotel internasional. Kini, Desa Mandar telah berkembang menjadi ruang ekonomi baru.
Sistem Pertanian Terpadu di Glenmore
Gerakan lain datang dari kecamatan Glenmore yang mengembangkan sistem pertanian terpadu. Awalnya, budidaya maggot dari sampah organik digunakan sebagai pakan ayam, dan kompos kembali ke kebun. Dokter Anita Yuni Kholillah, yang mendirikan Glenmore Skyfarm, membagikan ilmu tentang sistem pertanian ini melalui Instagram dan TikTok. Konten edukatif dan menyenangkan membuatnya sukses dalam menjual cerita di balik produk.
Sekolah Adat Batara
Sekolah Adat Batara berhasil mencegah anak putus sekolah dan menurunkan pernikahan dini. Pendiri Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara), Widi Nurmahmudi, mengungkapkan bahwa prinsip kemandiriannya kuat. Di awal berdiri, mereka menolak sumbangan dan pendidikan berbasis budaya menarik komunitas lain untuk belajar. Promosi dilakukan melalui video-video karya siswa sendiri yang menyebar di media sosial.
Kampung Bebas Rokok Jajag
Kampung Bebas Rokok Jajag tidak lahir dari peraturan ketat, tetapi dari musyawarah mendalam tokoh agama dan warga. Mereka sepakat seluruh warung tidak menjual rokok demi lingkungan sehat untuk anak-anak. Kesepakatan ini menjadi norma sosial yang dijaga lintas generasi tanpa paksaan. Komunikasi untuk menjaga komitmen diperkuat melalui grup WhatsApp warga.
Pelajaran dari Gerakan Perubahan Banyuwangi
Para peserta Program Agent of Change di Nias mempelajari berbagai gerakan perubahan di Banyuwangi secara daring. Mereka berkumpul di satu ruangan di Kota Gunungsitoli yang kemudian terhubung secara virtual ke kebun organik di kaki Ijen, kampung kuliner di pesisir, desa kecil yang bebas asap rokok, hingga sekolah adat di atas perahu. Program Hybrid Site Visit ini diharapkan dapat membangun keyakinan para Agent of Change di Nias untuk berani melakukan perubahan melalui kegigihan, kearifan lokal, dan kolaborasi yang sehat dengan pemerintah.







