Sejak Avengers: Endgame (2019) usai, Marvel Cinematic Universe (MCU) berada dalam fase yang ambigu dan menurun. Coba kamu perhatikan: Secara kuantitas, produksi film dan serial meningkat drastis, namun secara kualitas tak sebanding dengan film film besutan MCU di era sebelum Avengers: Endgame. Bener ga? Kerasa kan?
Di fase MCU awal,
duet sutradara Anthony Russo dan Joe Russo secara luar biasa menampilkan kepingan puzzle di tiap film Marvel seperti Iron Man, Thor, Spiderman, Guardian Of The Galaxy, Black Panther, Captain Marvel dan lainnya bahwa mereka tengah menghadapi musuh semesta berbahaya yang sama: Thanos!
Yang mana semua puzzle tersebut tersusun menjadi satu rangkaian utuh dalam suguhan super epic, Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame.
Yup, menyala!
Russo bersaudara kala itu benar benar sukses mengaduk emosi penonton dalam marathon panjang yang ciamik dus sangat seru!
mereka berhasil meramu rangkaian sinematis film yang selama ini tak pernah terpikirkan oleh sutradara manapun!
Taukah kita?
Keberhasilan MCU difase awal tidak lepas dari para fans fanatik MCU serta penonton yang pada dasarnya familiar dengan barisan icon superhero Marvel utama macam Iron Man, Captain America, Spiderman, Hulk, Thor, Black Widow ataupun Hawkeye.
Duh,
namun setelahnya, polemik justru muncul didalam tubuh MCU sendiri!
Bagaimana tidak? Mereka pensiunkan Avengers generasi awal yang notabene super keren dan telah melekat dihati penggemar!
Ditandai dengan tewasnya Tony Stark sang Iron Man, Black Widow, juga pensiunnya Steve Rogers sebagai Captain America.
Saat itu rumor yang berkembang ialah MCU tidak sanggup lagi menuruti permintaan Robert Downey Jr. (RDJ) yang terus mematok kenaikan tarif di tiap kemunculan film MCU terbaru.
Sekedar gambaran,
kamu mau tau berapa tarif RDJ di film Avengers: Endgame? 1 triliun!
Itu diluar royalti dan penjualan merchandise resmi Avengers.
Fantastis!
Sedianya beberapa konsep Avengers plus Iron Man telah siap rilis beberapa tahun kedepan namun akhirnya berantakan. Maka lanjut plan B, MCU kemudian menampilkan superhero lapis kedua dan lapis ketiga yang kurang familiar dimata publik, kecuali kalau kamu memang fans fanatik Marvel. Ya contohnya aja Shang Chi, Moon Knights dan masih banyak lagi.
Dari sinilah bencana dimulai……
GRAFIK MCU YANG TERUS MENURUN PASCA AVENGERS: ENDGAME
Seberapa ngedropkah franchise MCU pasca Avengers: Endgame usai?
Ya kamu bayangin sendiri deh,
dari seluruh movie yang telah dirilis MCU, ratenya biasa biasa saja tuh. Tak mampu mendongkrak animo masyarakat, lebih lebih menghantarkan mereka pada Box Office. Parahnya lagi, dua movie dari Avengers fase pertama juga kena imbasnya yakni Ant-Man and the Wasp: Quantumania serta Thor: Love And Thunder.
Khusus film Thor: Love And Thunder, penonton menganggap antiklimaks petualangan sang putra Odin telah usai di film Avengers: Endgame. Alur cerita Thor terkesan slapstic, biasa biasa saja dan datar. Banyak penonton yang justru kecewa usai menonton film ini.
Adapun film Spiderman yang digadang-gadang mampu mendongkrak pendapatan MCU ‘hanya mampu laris’ dilevel yang tak sesuai dengan yang mereka harapkan.
Dan kamu sadar ga guys,
untuk menghidupkan kembali gairah penonton, MCU kemudian melakukan gebrakan ‘Fans Service’ dengan menghadirkan kembali Hugh Jackman sebagai Wolverine dalam film Deadpool And Wolverine.
Sampai disini okelah, kita hargai dong kerja keras MCU?
Jujur taktik ‘Fans Sevice’ MCU sukses menghangatkan kembali gairah para penikmat film superhero meski tak terlalu signifikan.
Seolah tak mau melepaskan momentum, sebagai benang merah eksistensi multiverse yang menjadi topik sentral, MCU kembali menghadirkan Thunderbolts/New Avengers serta Fantastic Four sebagai jalan pembuka film dahsyat yang menjadi pertaruhan terakhir MCU. Ya apalagi kalau bukan Avengers: Doomsday?
Intinya sih Russo bersaudara habis habisan guys!
Mereka mengklaim film saga ini akan melampaui ekspektasi fans serta penonton dengan menghadirkan keseruan melebihi film film sebelumnya. Tak main main, RDJ yang merupakan daya pikat utama semesta MCU kembali mereka hadirkan sebagai supervillain paling berbahaya di semesta, Dr. Victor Von Doom.
Maka dalam konteks ini Avengers: Doomsday bukan lagi sebagai film Avengers biasa, melainkan sebagai pertaruhan MCU studios!
Terbayang bukan, seseru dan semegah apa film ini nanti?
Dan ini nih fakta fakta menariknya,
Fix, Avengers: Doomsday sebagai Titik Balik Hidup–Mati Marvel Cinematic Universe (MCU)
Jadi oleh mereka tuh Avengers: Doomsday diposisikan sebagai film yang harus bisa menutupi kegagalan struktural biaya produksi film-film besutan MCU pasca Avengers: Endgame yakni difase 4 dan 5. Semoga spekulasi Russo bersaudara tidak meleset ya teman teman.
Ya!
Pasca Endgame, MCU mengakui karya mereka terfragmentasi antara film dan serial Disney+. Tak usah jauh jauh deh, kamu perhatikan saja serial Loki! Alur cerita lambat, ancaman semesta terasa minim dan dipaksakan. Karakter karakter baru yang diperkenalkan cepat, tetapi kurang pendalaman. Dan parahnya lagi, MCU memaksakan fans untuk memahami konsep multiverse yang membingungkan.
SUPERHERO FATIGUE
Maka terjadi penurunan antusiasme dan banjir kritik dari penggemar lama MCU. Fenomena ini oleh banyak analis disebut sebagai ‘Superhero Fatigue’ yakni kejenuhan audiens akibat repetisi atau pengulangan tema yang dipaksakan seputar multiverse. Dan perlu kita tau nih, data box office menjelaskan secara gamblang betapa film film MCU pasca-2021 gagal memenuhi ekspektasi pendapatan global dibanding era puncaknya, Avengers: Endgame.
(Source: Box Office Mojo).
FAKTA MENAKUTKAN
Para kritikus film menilai, Avengers: Doomsday menjadi hidup-mati MCU sebagai film pemersatu yang harus bisa “memberi makna” atau kepingan puzzle terakhir yang sempurna! Berat banget ya guys?
Jika film ini gagal, maka kegagalannya tak hanya bersifat lokal, ia menjadi bukti bahwa model narasi panjang MCU sudah kehilangan daya hidup dan gaya tariknya. Byuuuh, pailit!
ROBERT DOWNEY JR. TERLIBAT PERDEBATAN SENGIT DI LOKASI SYUTING DENGAN ARTIS LAINNYA!
Jadi begini ceritanya guys….
Tidak seperti Thanos yang brutal, hantam kromo dan bengis, Dr. Doom digambarkan MCU sebagai sosok kontroversial. Dia adalah ancaman absolut disatu sisi namun justru pemimpin yang adil serta pahlawan bagi rakyat Latveria disisi yang lain. Complicated bukan?
Once more: Dan tidak seperti supervillain MCU sebelumnya, Dr. Doom sejatinya bukan penjahat super, melainkan korban yang menuntut keadilan akibat terbukanya semesta multiverse yang menyebabkan kiamat Latveria, dimana anak istrinya menjadi korban.
Ya, kamu benar!
Background Dr. Doom adalah penguasa yang adil, bukan seorang kriminal. Dia digambarkan sangat cerdas dan mampu menggabungkan sains ultra-maju dan sihir tingkat tinggi. Kehilangan segalanya membuat manusia pintar ini jadi ambisius.
Dr. Doom memiliki keyakinan bahwa dunia akan stabil di bawah kendalinya.
Maka dia akan mengambil keputusan besar yang kelak membelah mindset para Superhero, yakni menghancurkan semesta Multiverse dan menyisakan hanya satu Universe. Korban berjatuhan pun takkan terelakkan. Disinilah kelak para superhero akan terbagi dua antara yang pro dan kontra dengan Dr. Doom. Antara yang mempertahankan multiverse dengan mereka yang menghendaki universe.
Dikabarkan pula jika nantinya para superhero akan saling bertempur habis habisan satu sama lain.
Bahkan diceritakan beberapa superhero yang dulu bersatu melawan Thanos kini justru berbalik menjadi musuh dan saling serang!
Inilah yang membedakan Doom dari Thanos. Jika Thanos adalah simbol seorang tiran, monster yang sadis, maka Dr. Doom adalah tokoh kontroversial antara seorang pahlawan dan penjahat kosmik yang luar biasa berbahaya.
Tergantung dari persepsi mana para penonton memandang. Keren kan?
Bahkan beredar konspirasi dari para fans fanatik bahwa Dr. Doom muncul sebagai villain demi kejutan semata, yang nantinya akan bertransformasi menjadi superhero di film Avengers: Secret War. Maka jelas sudah, Dr. Doom adalah tokoh antagonis paling berbahaya dalam sejarah namun disisi yang lain juga penyelamat semesta (versi MCU) dari ambang kehancuran.
Sampai disini kamu bisa ambil kesimpulan dong: Betapa susah dan njelimetnya karakter Dr. Doom!
Wajar bila Russo bersaudara mempercayakan karakter fenomenal ini pada aktor serba bisa RDJ yang sebelumnya telah hadir sebagai Iron Man, icon yang sangat populer di jagad MCU. Seberapa populer? Catat: Seluruh film Iron Man laris keras sehingga mampu membangun dinasti MCU studios dengan omzet trilyunan!
Alhasil pressure yang dibebankan kepada RDJ tuh berat banget banget!
Fans fanatik Marvel, studio MCU dan kru berharap penuh pada talenta seorang RDJ yang harus mampu menghidupkan karakter Dr. Doom serta mengisi ruh pada film.
Itu sebabnya dilokasi syuting, RDJ tidak serileks ketika ia memerankan Iron Man. Ia sangat serius, jarang senyum bahkan kerap terlihat tegang. Malah dalam sebuah scene yang telah rampung, dikabarkan RDJ merasa tak puas dan memerintahkan kru untuk take ulang adegan!
Luar biasanya, sutradara dan para kru film pun patuh pada keputusan RDJ!
Jelasnya hal ini terjadi dalam scene Dr. Doom vs Gambit (Channing Tatum). Sontak saja Channing yang sudah capek akting ‘total pol polan’ jengkel bukan main dan mengkritik RDJ. Akibatnya? Dua aktor ini berdebat keras dilokasi syuting dan dilerai para kru.
Woow seru ya?
Apapun itu, mereka orang orang yang profesional dibidangnya yang totalitasnya tak perlu diragukan lagi. Maka kita tunggu nanti Avengers: Doomsday yang akan rilis di akhir tahun 2026.
KESIMPULAN
Avengers: Doomsday adalah persimpangan jalan bagi MCU atau Marvel Cinematic Universe.
Film ini memikul dua beban besar sekaligus:
Pertama,
menghidupkan kembali arah narasi MCU kedepan setelah sebelumnya konsep multiverse banyak mengundang kritik pengamat. Dan MCU harus berhasil memperkenalkan ancaman berbahaya dunia melalui figur Dr. Doom.
Kedua,
MCU harus berpikir keras baik dari sisi penggarapan film maupun teknis pemasaran. Jelasnya, keberhasilan Avengers: Doomsday akan menandai kebangkitan kedua MCU sebagai semesta sinematik paling berpengaruh di abad ke-21. Sebaliknya, bila film ini gagal maka akan menjadi sinyal bahwa era dominasi movie superhero modern telah mencapai batas klimaksnya. Dan ini akan berimbas pula ke rival berat mereka: DC Studios!
Dengan kata lain, Avengers: Doomsday bukan hanya sekedar cerita tentang Avengers. Ia adalah sebuah pertaruhan terakhir!
Kita jadi penasaran dan tidak sabar menunggu tayangan perdananya.
Nah guys,
menurut kamu sendiri bagaimana, film ini akan booming meledak dan kembali membawa kejayaan MCU, atau justru anyep redup kemudian senyap?
Referensi & Rujukan:
Box Office Mojo — Marvel Cinematic Universe Box Office Performance
Variety — Analisis penurunan performa film superhero pasca-pandemi

Tinggalkan Balasan