Isi Artikel
Warta Bulukumba – Sorak Emirates Stadium pecah lebih awal. Martin Odegaard berdiri tenang di tepi kotak penalti, lalu melepas sepakan mendatar yang meluncur ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Gol itu bukan sekadar pembuka laga, melainkan pernyataan: Arsenal belum siap turun dari singgasana.
Arsenal menjamu Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League di Emirates Stadium, Sabtu 27 Desember 2025 malam WIB. Bermain di bawah bayang-bayang tekanan Manchester City yang sempat merebut puncak klasemen, pasukan Mikel Arteta menjawabnya dengan kemenangan 2-1.
Kemenangan ini mengembalikan Arsenal ke puncak klasemen Liga Inggris dengan 42 poin dari 18 laga, unggul dua angka dari Manchester City. Brighton tertahan di peringkat ke-12 dengan koleksi 24 poin.
Dominasi awal dan gol dari sang kapten
Arsenal langsung tampil menekan sejak sepak mula. Viktor Gyokeres dan Bukayo Saka bergantian menguji pertahanan Brighton, memaksa Bart Verbruggen bekerja lebih cepat dari yang ia harapkan.
Gol pembuka datang di menit ke-14. Brighton kehilangan bola di lini tengah, Saka menguasai sisi kanan, lalu mengirim umpan matang ke Odegaard. Kapten Arsenal itu menyelesaikannya dengan sepakan mendatar akurat ke pojok kanan bawah gawang.
Brighton mencoba merapatkan lini tengah untuk memutus alur serangan Arsenal. Upaya itu cukup efektif meredam tempo, meski peluang masih tercipta lewat Saka di menit ke-32 dan Martin Zubimendi jelang turun minum. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.
Gol bunuh diri dan perlawanan Brighton
Keunggulan Arsenal bertambah di menit ke-52. Sepak pojok Declan Rice gagal diantisipasi dengan baik oleh Georginio Rutter. Alih-alih membuang bola, sundulannya justru masuk ke gawang sendiri. Emirates kembali bergemuruh.
Namun Brighton belum menyerah. Mereka memperkecil ketertinggalan di menit ke-64. Sepakan Yasin Ayari dari luar kotak penalti membentur tiang, bola liar disambar Diego Gomez dan menggetarkan gawang David Raya. Skor berubah 2-1.
Momentum sempat bergeser. Brighton nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-77 lewat Yankuba Minteh, tapi Raya tampil gemilang menepis tembakan keras dari jarak dekat. Sundulan Mats Wieffer dari sepak pojok juga hanya meluncur tipis di atas mistar.
Arsenal memilih bermain lebih disiplin di sisa waktu. Arteta memasukkan tenaga segar untuk menjaga keseimbangan. Peluang emas Gabriel Martinelli di menit ke-85 hampir mengunci laga, namun sepakannya masih melambung.
Brighton terus mencoba, tetapi pertahanan Arsenal tak goyah. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan. Tiga poin krusial diamankan, puncak klasemen kembali ke London Utara.
Susunan pemain
Arsenal:
David Raya; Declan Rice, William Saliba, Piero Hincapie, Myles Lewis-Skelly (Gabriel 71’); Mikel Merino, Martin Odegaard, Martin Zubimendi; Bukayo Saka, Leandro Trossard (Gabriel Martinelli 82’), Viktor Gyokeres (Gabriel Jesus 71’)
Brighton & Hove Albion:
Bart Verbruggen; Coppola (Watson 87’), Van Hecke, Lewis Dunk, Kadioglu; Yasin Ayari, Hinshelwood (Welbeck 75’), De Cuyper (Wieffer 46’); Gruda (Minteh 46’), Diego Gomez (Kostoulas 87’), Georginio Rutter
Kemenangan ini bukan tentang skor semata. Arsenal belajar bertahan di tengah tekanan, menahan cemas saat Brighton mendekat, dan tetap berdiri ketika puncak klasemen dipertaruhkan. Di liga yang kejam pada detail kecil, The Gunners menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan watak juara.***







