Isi Artikel
Aktivitas Pelabuhan Gilimanuk Masih Rendah, Tapi Prediksi Peningkatan Jelang Natal
Aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk masih menunjukkan penurunan meski sudah mendekati hari raya Natal dan Tahun Baru 2026. Namun, ASDP memprediksi adanya peningkatan tajam pada H-2 Hari Raya Natal. Hal ini menjadi titik balik bagi meningkatnya pariwisata Bali.
ASDP Pelabuhan Gilimanuk telah menyiapkan tiga skema operasional kapal, yaitu normal, padat, dan sangat padat. Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan bahwa situasi saat ini masih aman dan lancar. Kondisi pelabuhan juga terpantau lenggang tanpa ada lonjakan pengunjung.
Cuaca di Selat Bali atau lintas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang juga terpantau aman. Ia tetap intens berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca secara real time. Berdasarkan hasil koordinasi, cuaca di lintas Ketapang-Gilimanuk masih terpantau normal dengan cuaca berawan dan ketinggian gelombang rerata 0.2 sampai 0.4 meter.
Prediksi peningkatan aktivitas sebelum momen libur Natal akan terjadi lusa atau dua hari lagi. Meskipun saat ini jumlah wisatawan harian sedikit turun, peningkatan arus wisatawan diprediksi terjadi pada minggu ketiga Desember bertepatan dengan libur Nataru.
Gubernur Bali Optimis Pariwisata Akan Bangkit
Gubernur Bali, Wayan Koster, optimistis dengan kebangkitan pariwisata Bali di tengah lesunya dunia pariwisata dari awal bulan Desember 2025. Ia mengakui adanya penurunan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara, namun berharap pariwisata Bali akan kembali seperti semula dan berlanjut hingga Maret 2026.
Koster menyampaikan optimisme tersebut usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat 19 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa penurunan jumlah wisatawan harian dibandingkan periode September hingga Oktober lalu adalah siklus tahunan yang wajar.
Jumlah wisatawan mancanegara harian sekarang berkisar 17 sampai 18 ribu per hari, sedangkan sebelumnya sekitar 20 ribu. Penurunan ini disebabkan oleh masa low season. Namun, ia memprediksi arus peningkatan wisatawan akan mulai terlihat di pekan ketiga bulan Desember bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia memperkirakan jumlah wisatawan pada bulan Desember berkisar 600 sampai 700 ribu. Tren kenaikan ini biasanya akan bertahan hingga bulan Maret tahun depan.
Pesan Khusus untuk Perayaan Tahun Baru
Menanggapi euforia malam pergantian tahun yang biasanya identik dengan kembang api dan petasan, Gubernur Koster memberikan pesan khusus. Meskipun tidak membuat larangan, ia meminta masyarakat dan pelaku pariwisata untuk tidak berlebihan dalam merayakan pesta tahun baru demi menjaga ketertiban umum.
“Saya kira (petasan/kembang api) cukup menyalakannya dengan sederhana saja dan yang terpenting adalah sama-sama menjaga ketertiban,” tegasnya.
Terkait kesiapan pengamanan menyambut lonjakan wisatawan, Koster menyatakan kepercayaan sepenuhnya kepada jajaran Polda Bali. Pengalaman bertahun-tahun dalam mengelola pengamanan Nataru menjadi modal utama Bali tetap kondusif.
“Bapak Kapolda beserta jajaran sudah sangat siap,”
“Kita punya pengalaman rutin tiap tahun mengatasi masalah keamanan Natal dan Tahun Baru dengan baik,”
“Astungkara, tahun ini juga akan berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.







