Aktivis INH serukan “Berisik untuk Palestina”, dorong boikot dan aksi global

.CO.ID, DEPOK — Penjajahan terhadap Palestina dinilai terus berlangsung secara konsisten, sementara respons publik kerap melemah dan terputus. Jurnalis International Networking for Humanitarian (INH), Ardian Sirius, menyerukan tekanan berkelanjutan melalui boikot, donasi, doa, serta penguatan suara di media sosial untuk melawan genosida dan penghapusan identitas Palestina.

Seruan tersebut disampaikan Ardian dalam Tabligh Akbar Dzikir Nasional Akhir Tahun di Masjid At-Thohir, Depok, Rabu (31/12/2025). Ia menilai penjajahan atas Palestina tidak pernah berhenti dan dijalankan oleh kekuatan yang sama, yang juga mengendalikan cara berpikir publik melalui berbagai sistem global.

Bacaan Lainnya

“Yang menjajah Palestina adalah penjajah yang sama yang hari ini juga memblokir dan mengendalikan pikiran-pikiran kita lewat sistem-sistemnya,” kata Sirius.

Menurutnya, masalah utama justru terletak pada respons masyarakat yang kerap tidak berkelanjutan. Ia menilai solidaritas sering muncul sesaat, lalu menghilang ketika perhatian publik bergeser. Kondisi itu, kata Sirius, membuat penjajahan terus berjalan tanpa tekanan berarti.

Ia mendorong masyarakat untuk memberi pengaruh dengan berbagai cara yang bisa dilakukan masing-masing individu, mulai dari donasi, boikot, doa, hingga konsistensi menyuarakan Palestina di media sosial. Sirius menekankan pentingnya suara kolektif untuk menembus algoritma dan membangun kesadaran publik secara perlahan namun terus-menerus, dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan komunitas.

Aktivis Sosial Chiki Fawzi menjadi pembicara saat acara bincang Palestina dalam rangkaian acara Dzikir Nasional di Masjid At-Thohir, Rabu (31/12/2025). – (Edwin Putranto/)

Sirius juga menyinggung contoh gerakan di Inggris yang secara langsung menekan industri persenjataan. Di negara tersebut, kata dia, komunitas warga melakukan aksi pemblokiran jalan menuju perusahaan senjata Elbit Systems, yang memproduksi senjata untuk Israel. Aksi tersebut dilakukan secara terbuka meski para pelakunya menghadapi risiko penahanan.

Ia menilai keberanian para aktivis lintas iman di Inggris patut menjadi refleksi bersama. Sirius menekankan, banyak dari mereka bukan Muslim, namun bergerak atas dasar kemanusiaan dan kemarahan terhadap ketidakadilan global.

Dalam konteks Indonesia, Sirius menilai motivasi masyarakat Muslim seharusnya jauh lebih besar. Selain alasan kemanusiaan, menurutnya, Indonesia memiliki ikatan sejarah, ideologi, serta empati kolektif terhadap perjuangan rakyat Palestina.

 

Seruan pun diarahkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak berhenti bersuara. Sirius juga mengajak publik untuk tetap “berisik” demi Palestina, termasuk dengan menjaga identitas Palestina melalui simbol, atribut, dan konsistensi sikap di ruang publik.

“Berisiklah untuk Palestina,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghapusan identitas Palestina harus dilawan dengan upaya menjaga eksistensinya hingga tercapai kebebasan. Sirius juga mengingatkan, sikap tersebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia.

“Undang-undang kita sudah mengatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.

Menurutnya, amanat konstitusi itu bukan sekadar teks, melainkan tanggung jawab moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh generasi saat ini, termasuk melalui keberpihakan tegas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Anak-anak mengikuti sesi mendongeng Kak Inar dan Boneka Mentari dalam Kisah Palestina saat acara Dzikir Nasional di Masjid At-Thohir, Rabu (31/12/2025). – (Edwin Putranto/)

Melalui Dzikir Nasional 2025, mengajak masyarakat menutup 2025 dengan muhasabah serta menyambut 2026 dengan penguatan zikir, kepedulian kemanusiaan, dan solidaritas berkelanjutan untuk Palestina. Kegiatan ini juga mengajak umat Islam menutup 2025 dengan muhasabah serta menyambut 2026 dengan niat memperkuat zikir, ibadah, dan ketahanan keluarga.

Acara ini didukung sejumlah lembaga dan mitra, antara lain Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), International Networking for Humanitarian (INH), Dompet Dhuafa, Adara Relief International, Rumah Zakat, Bazis Provinsi DKI Jakarta, BCA Syariah, Nozoly ID, Pushaka Umrah dan Haji, Laziswaf Darunnajah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Le Minerale, serta Tenun Gaya by Wignyo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *