TIDUR nyenyak selama di pesawatSering kali menjadi tantangan besar bagi banyak wisatawan. Terutama saat terbang di malam hari, rute internasional, atau hanya ingin beristirahat sebentar. Dua pramugari berpengalaman membagikan enam cara efektif untuk menghadapi perubahan suhu kabin, kebisingan, ketidaknyamanan kursi, serta pengaruh jet lag.
Katie Storck, pramugari dari Southwest Airlines yang memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun, serta Andrea Davis dari Delta Air Lines yang berada di Atlanta, Georgia, menekankan perlunya persiapan yang baik agar bisa mendapatkan istirahat yang maksimal pada ketinggian 30 ribu kaki.
1. Pakaian yang Membantu dalam Tidur
Kenakan pakaian lapisan ganda agar bisa beradaptasi dengan perubahan suhu di dalam kabin yang sering kali tidak terduga. Hoodie atau selendang besar bisa digunakan sebagai selimut atau bantal darurat. Pilih celana jogger yang nyaman, kaus kaki, serta sepatu slip-on yang mudah dilepas.
“Suhu di dalam pesawat bisa berubah-ubah, sehingga dengan mengenakan lapisan pakaian Anda dapat memakai jaket atau melepasnya jika merasa panas,” kata Katie Storck, dilansir dariSouthern Living, Senin, 15 Desember 2025.
2. Siapkan Perlengkapan Pendukung Tidur
Gunakan bantal leher berkualitas agar terhindar dari nyeri leher akibat posisi tidur yang tidak alami. Storck menyarankan penggunaan penyangga leher yang baik meskipun harganya tinggi. “Yang murah tidak sebanding dengan harga yang dibayar,” ujarnya.
Sementara Andrea Davis menyarankan penggunaan masker mata, yang tidak hanya menghalangi cahaya tetapi juga berfungsi untuk menenangkan pikiran. “Butiran berat di dalam masker mata dapat membantu Anda lebih cepat tertidur, terutama ketika sedang menyesuaikan diri dengan perbedaan zona waktu saat bepergian,” ujarnya.
3. Redam Kebisingan Sekitar
Putar musik relaksasi melalui earbudatau masker mata dengan fitur suara untuk menutupi suara mesin pesawat. Opsi lainnya adalah penutup telinga. “Kru kabin akan berusaha meminimalkan kebisingan, tetapi lebih baik jika Anda membawanya sebagai persiapan,” ujar Davis.
Bisa juga menggunakan headphonepenyerap kebisingan, yang dilengkapi denganwhite noise, meditasi perjalanan, atau daftar putar musik tidur kesukaan, untuk menciptakan suasana tidur yang nyaman, terlepas dari seberapa bisingnya kabin pesawat.
4. Kelola Jadwal Tidur dengan Bijak
Tetap waspada hingga mendekati jam tidur biasa di zona waktu tujuan agar dapat beradaptasi lebih cepat dengan jet lag, meskipun hal itu berarti menahan rasa kantuk di awal.penerbangan. Hindari mengonsumsi alkohol dan kafein yang bisa mengganggu kualitas tidur. Pertimbangkan penggunaan suplemen melatonin atau minuman herbal yang menenangkan jika kesulitan tidur akibat perubahan waktu. Aplikasi seperti Timeshifter bisa menjadi panduan.
5. Manfaatkan Kursi yang Tersedia
Pilih tempat duduk di dekat jendela agar bisa bersandar pada dinding pesawat, mengurangi gangguan dari penumpang lain, dan bisa mengatur tirai jendela. Untuk penumpang yang berbadan pendek, gunakan tas kecil sebagai penyangga kaki untuk mencegah kaki membengkak. Penumpang dengan tubuh tinggi sebaiknya memilih kursibulkheadatau jalur keluar darurat. Kencangkan sabuk keselamatan di atas selimut agar awak tidak perlu membangunkan Anda untuk pemeriksaan keselamatan.
Jika posisi strategis tidak tersedia, manfaatkan sebaik mungkin apa yang ada. “Membantu menopang leher saat berbaring dalam posisi tegak bisa membantu mendapatkan istirahat yang diperlukan,” jelas Storck.
6. Membentuk Kebiasaan Sebelum Tidur
Bangun kebiasaan rutin yang memberi tahu tubuh bahwa saatnya untuk beristirahat, misalnya dengan menggunakan masker mata, mendengarkanpodcastMembuat suasana tenang, mengonsumsi air putih atau teh herbal, memadamkan lampu pribadi, serta merapikan meja lipat. Kenyamanan maksimal akan mempermudah proses relaksasi dan tidur. “Memastikan Anda merasa senyaman mungkin akan membantu Anda rileks dan tidur lebih nyenyak,” ujar Storck.







