Isi Artikel
- 1 Strategi E-Commerce dan Produsen Kosmetik Menghadapi Harbolnas 2025
- 1.1 Zalora: Fokus pada Kurasi Produk dan Promo Tumpuk
- 1.2 Lazada: Memperkuat Layanan Logistik dan Fasilitas Pembayaran
- 1.3 Shopee: Merayakan Ulang Tahun dan Mendukung UMKM
- 1.4 Dukungan Pemerintah untuk Harbolnas 2025
- 1.5 Peran Produsen Kosmetik dalam Harbolnas
- 1.6 Transformasi Digital dan Ekonomi Digital
Strategi E-Commerce dan Produsen Kosmetik Menghadapi Harbolnas 2025
Menjelang akhir tahun, tiga pemain besar e-commerce di Indonesia, yaitu Zalora, Lazada, dan Shopee, berlomba-lomba untuk meningkatkan penjualan melalui Hari Belanja Nasional (Harbolnas). Kampanye 12.12 ini menjadi salah satu agenda belanja digital terbesar yang disiapkan oleh masing-masing platform.
Zalora: Fokus pada Kurasi Produk dan Promo Tumpuk
Zalora kembali menggelar program Harbolnas pada periode 12–18 Desember 2025. Tahun ini, platform fashion tersebut menonjolkan pendekatan kurasi kategori, mulai dari fashion hingga kecantikan. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah “Tumpuk Promo”, yang memungkinkan konsumen menggabungkan beberapa jenis potongan harga dalam satu transaksi.
“Kami mengurasi produk terbaik dari kategori fashion hingga kecantikan, lalu menggabungkannya dengan promo tumpuk agar pelanggan bisa mendapatkan harga akhir yang lebih efisien,” ujar Direktur Commercial Zalora, Victor Yap.
Lazada: Memperkuat Layanan Logistik dan Fasilitas Pembayaran
Lazada Indonesia memulai kampanye 12.12 lebih awal, yakni pada 11 Desember pukul 20.00 WIB sampai 14 Desember 2025. Tahun ini, fokusnya adalah pada fasilitas pembayaran, termasuk cicilan 0 persen tanpa biaya penanganan hingga tenor enam bulan khusus pembelian melalui LazMall. Selain diskon dan voucher, Lazada juga telah memperkuat layanan logistik untuk memastikan pengiriman tetap lancar di periode puncak.
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menambahkan bahwa kebutuhan konsumen di akhir tahun mendorong perusahaan untuk menyiapkan solusi belanja yang lebih efisien. “Banyak konsumen mencari cara untuk berbelanja lebih hemat tanpa mengorbankan kualitas. Maka, kami mengombinasikan produk autentik dari brand terpercaya dengan solusi finansial yang lebih fleksibel,” ujarnya.
Shopee: Merayakan Ulang Tahun dan Mendukung UMKM
Shopee menandai 10 tahun kehadirannya di Indonesia lewat kampanye 12.12 Birthday Sale. Pada momen ini, Shopee menyebut kesempatan untuk merangkul pengguna dan pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kami mendapat dukungan pengguna, UMKM, dan brand lokal selama 10 tahun terakhir,” kata Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja.
Dukungan Pemerintah untuk Harbolnas 2025
Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 35 triliun selama periode 10–16 Desember. Tahun ini, fokus utama kampanye belanja ini diarahkan pada peningkatan pembelian produk UMKM lokal. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) memperkuat koordinasi dan distribusi informasi.
“Kami bersama idEA melakukan rapat koordinasi untuk menyosialisasikan dan mempublikasikan pelaksanaan Harbolnas yang dimulai pada tanggal 10–16 Desember,” ujar Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik Kemkomdigi, Arnanto Nurprabowo.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung guna meningkatkan partisipasi UMKM. Di antaranya kampanye belanja produk dalam negeri, program Every Purchase Is Cheap (EPIC Sale), serta promo potongan harga untuk layanan transportasi.
Peran Produsen Kosmetik dalam Harbolnas
Produsen kosmetik juga mulai menyiapkan strategi promosi dan pemasaran digital untuk memaksimalkan momentum penjualan di kanal e-commerce. Ketua Umum Perkumpulan Produsen Kosmetika Indonesia (PPAK), Solihin Sofian, mengatakan bahwa Harbolnas menjadi momen penting bagi pelaku usaha untuk mendorong transaksi akhir tahun.
“Harbolnas bisa menjadi hari yang ditunggu untuk semua sektor usaha perdagangan, terutama yang plafon penjualannya ada di e-commerce,” ujarnya.
Solihin menjelaskan bahwa meski promosi di tanggal kembar sudah menjadi rutinitas, momentum Harbolnas tetap punya nilai tersendiri. Ia memperkirakan penjualan kosmetik bisa melonjak 45 % –70 % selama periode promo.
Dari sisi strategi, pelaku industri disarankan mulai membangun momentum sejak dini. “Strategi pemasaran harus dimulai saat ini sebagai road to Harbolnas. Materi promosi dan testimoni pemakaian produk perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan,” tutur Solihin.
Transformasi Digital dan Ekonomi Digital
Transformasi digital menjadi konteks penting pelaksanaan Harbolnas. Indonesia saat ini memasuki fase percepatan ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh hingga US$ 360 miliar pada 2030, naik dari sekitar US$ 90 miliar pada 2024. Di sisi lain, sektor keuangan digital turut menjadi penopang. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga memperkuat ekosistem digital.
Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai 57 juta pada Semester I-2025, dengan 39,3 juta merchant, di mana 93,16 % merupakan pelaku UMKM.







