Peran Data dalam Kehidupuan Sehari-hari dan Pentingnya Memahami Jenis-Jenis Data
Enam tahun yang lalu, mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya menghadapi ancaman kejahatan siber, termasuk penyalahgunaan data. Ia juga menekankan bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, yang kini lebih berharga dari minyak. Kedaulatan data harus diwujudkan dengan melindungi hak warga negara atas data pribadi serta segera menyiapkan regulasi yang jelas.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari data. Hampir semua aspek kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, melibatkan data. Di era digital dan teknologi, data dapat ditemukan di mana saja dan kapan saja, baik melalui media sosial, media cetak, maupun media elektronik seperti Facebook atau WhatsApp. Semua ini membantu mempermudah akses terhadap informasi yang dibutuhkan.
Di sektor pemerintahan, data sangat penting dalam menentukan arah kebijakan dan pengambilan keputusan pembangunan. Tanpa data yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan, kebijakan akan menjadi kacau. Oleh karena itu, dalam era yang cepat memperoleh data, kita harus lebih selektif dalam memilih dan menggunakan data, terutama dalam pekerjaan yang kita tekuni.
Banyak polemik mengenai data, di mana individu atau lembaga saling mengkritik keakuratan data. Untuk memahami data secara lebih jelas, mari kita lihat definisi data. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), data adalah keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian. Sementara menurut Webster New World Dictionary, data adalah “Things Known or Assumed”, yang berarti sesuatu yang diketahui atau dianggap. Data bisa menggambarkan suatu keadaan atau persoalan, dan bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan suatu objek.
Data yang baik adalah data yang dapat dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu, dan mencakup ruang lingkup yang luas sehingga memberikan gambaran lengkap tentang suatu masalah. Jenis-jenis data dapat dibedakan berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya.
Menurut sifatnya, data dibagi menjadi dua: data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, seperti jawaban kuesioner tentang suasana kerja atau kualitas pelayanan rumah sakit. Sementara data kuantitatif adalah data berbentuk angka, seperti harga saham, pendapatan, atau tingkat kemiskinan.
Menurut sumbernya, data dibagi menjadi data internal dan data eksternal. Data internal adalah data dari dalam organisasi, misalnya jumlah karyawan atau produksi perusahaan. Data eksternal adalah data dari luar organisasi, seperti daya beli masyarakat yang mempengaruhi hasil penjualan.
Menurut cara memperolehnya, data dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh individu atau organisasi dari objek yang diteliti, seperti melalui wawancara atau observasi. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan dan disusun oleh studi-studi sebelumnya, seperti dokumentasi atau arsip resmi.
Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi menjadi data cross section dan data berkala (time series). Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada satu waktu tertentu untuk menggambarkan keadaan saat itu. Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian.
Setelah memahami jenis-jenis data, kita perlu lebih cerdas dalam memahami dan menggunakan data. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
-
Melihat sumber data
Pastikan data dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki payung hukum jelas, seperti Badan Pusat Statistik. Jika data dikeluarkan oleh individu, pastikan mereka memiliki track record yang jelas dalam pendidikan dan pengalaman. -
Jangan terburu-buru memvonis keakuratan data
Lakukan klarifikasi ulang atau uji lapangan untuk memastikan keakuratan data. -
Memiliki pengetahuan mendalam dalam menganalisa data
Analisis data sangat penting agar hasilnya sesuai dengan maksud data tersebut. -
Memastikan data relevan
Pastikan data yang digunakan masih sesuai dengan kondisi saat ini. Jika tidak, data perlu diperbaharui agar tetap valid.
Dengan memahami data secara bijak, kita dapat menghindari data hoaks atau data yang tidak akurat. Data dapat mencerdaskan bangsa jika digunakan dengan tepat, tetapi juga dapat menghancurkan bangsa jika tidak diolah dengan hati-hati. Oleh karena itu, Badan Pusat Statistik, yang diamanahkan oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 1997, diharapkan menjadi model penyedia data berkualitas bagi masyarakat dan stakeholder.






