Juli 13, 2026

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin (13/7)

0
Attachment for Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin (13/7)



Pada akhir perdagangan Jumat (7/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 11,91 poin atau 0,20% menjadi 5.924,36. Dalam sesi tersebut, sebanyak 364 saham mengalami kenaikan, sedangkan 241 saham turun dan 185 saham berada dalam kondisi stagnan.

Analis Teknikal dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menjelaskan bahwa penguatan IHSG didorong oleh kombinasi aksi teknikal rebound setelah mengalami koreksi sebelumnya serta membaiknya beberapa sentimen domestik. Di dalam negeri, kenaikan cadangan devisa yang mencapai US$145,6 miliar serta optimisme terhadap kebijakan pemerintah menjadi faktor pendukung. Selain itu, ekspektasi terhadap rilis data ekonomi seperti inflasi dan neraca perdagangan yang relatif solid juga memberikan dukungan terhadap kepercayaan investor.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai memperhatikan masuknya Indonesia ke dalam watchlist Frontier Market oleh S&P Dow Jones. Namun, dampaknya dianggap terbatas karena perhatian investor asing masih lebih tertuju pada evaluasi MSCI dan FTSE Russell yang memiliki pengaruh besar terhadap arus dana pasif.

Dari sisi eksternal, sentimen pasar masih dibayangi oleh FOMC Minutes yang memperkuat narasi higher for longer. Hal ini menyebabkan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan menekan rupiah hingga mendekati Rp18.100 per dolar AS. Selain itu, kembali memanasnya konflik antara AS dan Iran meningkatkan harga minyak dunia dan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG masih mampu mencatatkan kenaikan mingguan, penguatan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh peningkatan likuiditas maupun arus dana asing. Oleh karena itu, pasar masih bergerak dalam fase rebound terbatas dan cenderung sensitif terhadap perkembangan sentimen global.

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham

Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyatakan bahwa selama sepekan terakhir, IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,83% dengan disertai volume pembelian yang meningkat. Beberapa faktor memengaruhi pergerakan IHSG, antara lain:

  • Peringatan S&P DJI terhadap status pasar Indonesia yang memicu kekhawatiran investor.
  • Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terdepresiasi dan saat ini berada pada level Rp 18.100 per dolar AS.
  • Pergerakan harga komoditas dunia, di mana harga minyak mentah menguat menjadi US$71 per barel dan harga emas melandai menjadi US$4.106 per ons troi.

Reza memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak dalam konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran support 5.850–5.880 dan resistance psikologis 6.000–6.050. Momentum teknikal mulai membaik seiring MACD yang bergerak positif, namun IHSG masih perlu menembus area 6.000 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.

Pasar akan mencermati beberapa sentimen utama pada Senin esok. Terutama, perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi kembali mendorong kenaikan harga komoditas, khususnya minyak dunia. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat (US CPI). Jika inflasi kembali meningkat akibat tingginya harga energi, ekspektasi suku bunga The Fed bertahan tinggi (higher for longer) akan semakin menguat. Sehingga, berpotensi menopang penguatan dolar AS, menekan rupiah, dan membatasi ruang penguatan IHSG. Sebaliknya, jika data inflasi lebih rendah dari ekspektasi pasar, peluang risk-on dan arus dana ke pasar saham emerging markets, termasuk Indonesia, akan semakin terbuka.

Herditya memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 5.904 dan resistance 5.939. Sentimennya berasal dari investor yang masih mencermati nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi dan juga pergerakan harga komoditas dunia.

Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham ARCI dengan target harga Rp1.115 – Rp1.225 per saham, BMRI Rp4.180-Rp4.270 per saham, dan TAPG Rp1.625-Rp1.700 per saham. Reza merekomendasikan beli untuk ELSA dan PGAS dengan target harga masing-masing Rp670-Rp685 per saham dan Rp1.480-Rp1.520 per saham. Rekomendasi trading buy disematkan untuk ARCI dengan target Rp1.020–Rp1.050 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *