Petugas SPBU Prioritaskan Pertalite ke Jeriken Daripada Ambulans, Ini Faktanya
Viral Petugas SPBU Dahulukan Isi Pertalite ke Jeriken Daripada Ambulans, Ini Faktanya
Peristiwa viral yang menunjukkan petugas SPBU lebih dahulu mengisi pertalite ke jeriken daripada ambulans kini menjadi sorotan masyarakat. Kejadian ini terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Gambus, Limapuluh, Kabupaten Batubara. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria sedang mengisi dua jeriken bahan bakar jenis pertalite. Hal ini membuat sopir ambulans merasa terhambat.
Sopir ambulans tersebut bernama Junaidi, warga Sunggal, Kota Medan. Ia menyampaikan bahwa petugas SPBU tidak memberikan prioritas kepada ambulans, melainkan lebih dahulu mengisi jeriken. “Diutamakan, jeriken daripada ambulans. Ini ya, petugasnya diam saja. Oke ya, pertalite ini, petugasnya diam saja,” ujar Junaidi sembari merekam aktivitas pengisian bahan bakar tersebut.
Melihat Junaidi merekam, petugas pom bensin tersebut ikut merekamnya kembali. “Pertalite, ha itu bapak itu. Aslikan, nampaklah mukanya pak. Ha ini muka bapak ini, mengisi langsung ke jeriken yakan. Oke,” katanya.
Selain dua jeriken yang sedang diisi, terpantau ada satu motor lainnya yang ikut mengantri membawa jeriken. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan jeriken untuk pembelian BBM bukanlah hal yang baru di SPBU tersebut.
Muhammad Raudatunnur, operator SPBU yang langsung berhadapan dengan sopir ambulans, menjelaskan bahwa pembelian jeriken tersebut menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan. “Itu sudah sesuai dengan prosedur, sudah ada suratnya. Sedang mengisi sudah setengah, setelah itu masuk lah ambulan,” kata Muhammad Raudatunnur.
Ia menambahkan bahwa ketika ambulans datang, pengisian diberhentikan sementara dan diberikan ke ambulans tersebut. “Kami tawari dan dia bilang saya punya barcode sendiri kok. Dibilangnya begitu. Kemudian dia mau mengisi Rp 100 ribu,” terangnya.
Setelah pengisian dilanjutkan, sopir ambulans tersebut langsung keluar mengambil ponsel dan merekam aktivitas tersebut. “Biar viral Kelen, biar viral Kelen. Mereka itu, dari dinas terkait. Misalnya, kalau dia petani, ke dinas pertanian, kemudian kalau dia nelayan, meminta ke dinas perikanan,” ujarnya.
Muhammad mengaku kecewa karena video tersebut hanya menyebarkan informasi satu pihak. “Padahal, kalau mereka membeli dengan surat, nanti dinas terkait yang akan mengeluarkan barcode nya. Kebutuhan pertanian atau kebutuhan perikanan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian melalui Satreskrim Polres Batubara diharapkan dapat memberikan pengawasan ketat terhadap pembelian menggunakan jeriken. Sebab, dikhawatirkan terjadinya penyalahgunaan subsidi pemerintah dengan alasan pembelian menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan.
Penjelasan Lengkap Mengenai Peristiwa Ini
Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diketahui mengenai kejadian ini:
-
Prosedur Pembelian BBM dengan Jeriken
Pembelian jeriken di SPBU dilakukan dengan surat rekomendasi dari pihak terkait. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan BBM subsidi tidak disalahgunakan. -
Prioritas Pengisian BBM
Saat ambulans datang, petugas SPBU memberikan prioritas kepada kendaraan darurat. Namun, dalam kasus ini, pengisian jeriken telah dimulai sebelum ambulans tiba. -
Reaksi Sopir Ambulans
Sopir ambulans merasa terhambat dan merekam kejadian tersebut. Ia juga menyatakan bahwa dirinya memiliki barcode sendiri untuk pembelian BBM. -
Kekhawatiran Terhadap Penyalahgunaan Subsidi
Pihak kepolisian memperhatikan adanya potensi penyalahgunaan subsidi pemerintah melalui pembelian jeriken. Oleh karena itu, pengawasan diperlukan agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Kesimpulan
Kejadian ini menunjukkan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam penggunaan BBM subsidi. Meskipun prosedur sudah ditetapkan, masih ada risiko penyalahgunaan yang harus diwaspadai. Dengan adanya pengawasan ketat, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

