Tragedi Tabrakan Pajero Sport dan Kijang Innova di Solo, Sopir Abaikan Lampu Lalu Lintas
Kecelakaan maut antara mobil Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Kijang Innova terjadi di Jalan Veteran, perempatan Gemblegan, Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah. Insiden ini viral setelah menimbulkan kerusakan parah pada kedua kendaraan, terutama bagian depan yang menjadi titik benturan utama.

Menurut informasi yang beredar, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01:30 WIB pada hari Selasa (9/7/26). Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah, dengan bodi depan yang hancur akibat tabrakan keras. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan berkendara di area tersebut.

Dari hasil penyelidikan awal, penyebab kecelakaan diduga berasal dari pengemudi salah satu kendaraan yang tidak memperhatikan lampu lalu lintas. Kasat Lantas Polresta Solo, Kompol Dhayita Daneswari, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
Kronologi Kecelakaan
Menurut penjelasan Kompol Dhayita, kecelakaan terjadi saat mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi W 527 S melaju dari arah Gading menuju Tipes. Pada waktu yang sama, sebuah Toyota Kijang Innova bernomor polisi AD 1241 TU melintas dari arah Sukoharjo (Solobaru) menuju Solo.
“Kronologinya, Pajero (Sport) dari arah timur ke barat. Kemudian Innova dari selatan ke utara. Traffic light saat itu yang dari arah timur ke barat itu merah, sedangkan yang hijau adalah yang dari selatan ke utara,” jelasnya.
Pengemudi Pajero Sport diketahui bernama AN (43), warga Pemayungan, Kecamatan Subay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Sementara pengemudi Kijang Innova adalah KHS (31), warga Kecatan Banjarsari, Kota Solo.
Kompol Dhayita menyatakan bahwa pengemudi Pajero Sport diduga tidak memperhatikan rambu lalu lintas dan tetap melaju meskipun lampu lalu lintas masih merah. Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindarkan.
“Pajero (Sport)-nya kalau jawane ‘ngeblong’ lah, istilahnya seperti itu. Sehingga terjadi kecelakaan karena kebetulan pada saat itu melintas juga Innova. Iya, cross,” ujarnya.
Faktor Penyebab Kecelakaan
Diduga kecelakaan terjadi karena kondisi lalu lintas yang sepi pada malam hari. “Kondisinya memang saat itu dini hari, mungkin karena dipikir kalau biasanya kalau dini hari kan sepi, mungkin seperti itu bisa melanggar lampu merah,” tuturnya.
Ia juga menyoroti adanya mindset tertentu di kalangan pengemudi yang meremehkan aturan lalu lintas. “Kadang ada mindset seperti itu, jadi akhirnya tidak berhati-hati dan lalai sehingga terjadi kecelakaan,” tambahnya.
Korban dan Kerugian
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Kompol Dhayita menyatakan bahwa kedua pengemudi dinyatakan selamat. “Selamat semua, alhamdulillah tidak ada yang di rumah sakit. (Tidak ada luka ringan atau luka berat) iya,” katanya.
Namun, kerugian materiil dari kecelakaan ini mencapai puluhan juta rupiah. “Untuk kerugiannya mungkin sekitar dua digit. Kalau perkiraan ya,” ujarnya.
Proses Hukum dan Penyelidikan
Kedua kendaraan telah diamankan ke Polresta Solo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Untuk kendaraan karena itu material, dan pasti ada tuntutan dari masing-masing pihak, makanya untuk sementara ini kedua barang bukti kita amankan dulu di Polresta Surakarta,” pungkasnya.

