Cinta Bonek pada Persebaya, “Hanya Ingatkan 24 Hari Tanpa Pelatih”

Persebaya Surabaya Masih Cari Pelatih Baru

Persebaya Surabaya memasuki masa krusial dalam perjalanan mereka di kompetisi sepak bola. Setelah berpisah dengan pelatih kepala Eduardo Perez pada 22 November lalu, klub masih mencari sosok pengganti yang mampu membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Sampai saat ini, posisi pelatih utama masih kosong hingga pertengahan Desember.

Situasi ini membuat para suporter, terutama Bonek, mulai merasa tidak nyaman dan mempertanyakan arah klub. Mereka menuntut kejelasan dari manajemen agar bisa segera mengumumkan pelatih baru. Di media sosial, desakan suporter semakin keras. Banyak dari mereka menyebutkan nama-nama pelatih asing yang diharapkan bisa datang ke Surabaya.

Bacaan Lainnya

Beberapa nama yang sering disebut antara lain Benjamin Mora, mantan pelatih Johor Darul Ta’zim (JDT), serta Thomas Doll dan pelatih asing dari Eropa Timur. Meski begitu, manajemen belum memberikan pernyataan resmi terkait kandidat yang sedang didekati.

Di tengah tekanan itu, Uston Nawawi tetap menjalankan tugas sebagai pelatih karteker. Ia memimpin tim hampir satu bulan, melewati batas waktu ideal seorang karteker dalam sebuah klub profesional. Namun Uston memilih untuk tidak terlalu khawatir tentang belum jelasnya pelatih kepala baru.

“Kalau untuk itu (pelatih kepala baru) saya belum tahu. Yang terpenting saya bersama staf yang lain mempersiapkan tim pertandingan selanjutnya,” kata Uston. Laga melawan Borneo FC pada Sabtu (20/12/2025) menjadi pertandingan terakhirnya sebagai karteker.

Uston ingin memastikan tim tetap fokus meski situasi internal belum sepenuhnya stabil. Ia menilai bahwa pemain tetap memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal. Tekanan dari suporter juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

“Jadi kalau kami gak mau didemo, gak mau ditekan oleh Bonek Bonita, ya kami harus berikan kemenangan,” ujar Rachmat Irianto. Pernyataan itu menunjukkan bahwa para pemain memahami betul ekspektasi besar dari suporter.

Kandidat Pelatih Baru Mulai Bermunculan

Di tengah ketidakpastian, sejumlah nama pelatih mulai dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. Salah satu yang paling sering disebut adalah Benjamin Mora, pelatih asal Malaysia yang dikenal memiliki rekam jejak kuat bersama JDT. Beberapa Bonek menilai Mora cocok dengan karakter permainan Persebaya yang agresif dan cepat.

“Benjamin Mora kui loh apik pelatihe,” tulis seorang supporter. Selain Mora, ada pula rumor mengenai pelatih asal Eropa Timur yang disebut-sebut sedang dalam tahap komunikasi. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen.

Bonek terus menuntut transparansi, terutama karena tim sedang berada dalam periode penting. “Pelatihmu ndi joll,” tulis seorang supporter. “Cuma ingat kan sudah 24 hari tanpa pelatih,” tambah yang lain.

Di sisi lain, sebagian suporter menilai bahwa manajemen harus lebih cepat mengambil keputusan. “Dadine sopo iki nakhodane? Lek ancen ngangkat Uston dadi pelatih yo wis ndang diumumno,” tulis seorang Bonek. Namun Uston sendiri menegaskan bahwa ia hanya fokus pada persiapan tim. Ia tidak ingin terlibat dalam proses penentuan pelatih kepala baru.

“Yang terpenting saya mempersiapkan tim pertandingan selanjutnya,” ujarnya. Situasi ini membuat spekulasi semakin berkembang di kalangan suporter. Beberapa berharap pelatih baru diumumkan sebelum laga melawan Borneo FC. Namun sebagian lainnya menilai keputusan tersebut tidak perlu terburu-buru. Yang jelas, Persebaya membutuhkan sosok yang mampu mengembalikan stabilitas tim.

Kondisi Persebaya dan Borneo FC Jelang Pertandingan

Di tengah isu pelatih baru, Persebaya Surabaya tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Borneo FC. Kabar baik datang dari pulihnya dua pemain penting, Risto Mitrevski dan Koko Ari Araya. “Kondisi pemain cedera sudah berangsur-angsur membaik,” kata Uston. Keduanya berpeluang tampil setelah absen cukup lama karena cedera.

Namun Persebaya tetap kehilangan dua pilar, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, yang absen karena sanksi. Situasi ini membuat Persebaya harus memaksimalkan pemain yang tersedia. “Kami masih ada 24-25 pemain, ya semuanya harus siap,” ujar Uston. Persebaya ingin memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk mengakhiri tren imbang.

Atmosfer Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Rachmat Irianto menegaskan bahwa tim harus tampil habis-habisan. Sementara itu, Borneo FC datang ke Surabaya dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Pesut Etam baru saja menelan dua kekalahan beruntun setelah sebelumnya mencatat 11 kemenangan beruntun.

Kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung membuat posisi mereka di puncak klasemen mulai terancam. Persija Jakarta dan Persib kini semakin mendekat dengan selisih poin tipis. Salah satu pemain kunci, Fajar Fathurrahman, menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan. “Setiap tahun pasti ada situasi seperti ini. Tapi Borneo tetaplah Borneo,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kekalahan harus dijadikan bahan evaluasi. “Namun itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami akan tetap bermain sesuai instruksi pelatih,” katanya. Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama berada dalam tekanan, laga ini diprediksi berlangsung ketat. Persebaya membutuhkan kemenangan untuk meredam kritik suporter dan mengembalikan kepercayaan diri tim.


Pos terkait