17.600 unit motor listrik MBG mangkrak, anggota DPR setuju dihibahkan ke guru honorer

17.600 Unit Motor Listrik MBG Tidak Terpakai, DPR Setuju Dihibahkan ke Guru Honorer



Sebanyak 17.600 unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya dipesan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini teronggok di gudang kawasan Sentul, kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menyadari kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini menyatakan dukungan terhadap rencana BGN untuk menghibahkan motor-motor tersebut kepada guru honorer di berbagai daerah. Menurutnya, langkah ini bisa menjadi solusi agar aset negara tetap memberikan manfaat.

“Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut,” ujar Yahya, seperti dikutip dari sumber berita terkait.

Yahya menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak sepakat dengan pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan operasional pengelola dapur program makan bergizi. Ia juga menyatakan bahwa komisi IX DPR tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait pengadaan motor listrik tersebut.

Akibatnya, fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Selain itu, Yahya menilai perusahaan yang melakukan pengadaan tidak profesional karena tidak ada dealer dan pusat layanan perbaikan kendaraan dari perusahaan tersebut. “Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya. Yang paling disesalkan harganya di-mark up,” ujarnya.

Evaluasi Aset yang Sudah Dibeli

Meski demikian, Yahya mendukung pandangan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, yang menilai motor listrik tersebut harus dimanfaatkan karena telah dibayar menggunakan uang negara.

Diketahui, Agustina menyatakan motor listrik untuk operasional SPPG telah dibeli pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana dan harus dimaksimalkan kegunaannya. Menurut dia, aset yang telah dibelanjakan menggunakan uang negara harus dimanfaatkan secara optimal.

Namun, BGN akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. “Iya. Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan,” ujar Agustina usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen.

Agustina menegaskan pemanfaatan tersebut tidak hanya berlaku untuk motor listrik. Seluruh barang yang telah dibeli pada 2025 akan dievaluasi agar tetap dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, evaluasi juga akan dilakukan terhadap berbagai perangkat teknologi informasi dan barang pengadaan lainnya yang sempat menjadi sorotan.

“Tapi poinnya enggak cuma itu tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang sudah memang sudah telanjur dibayar (maka) dimaksimalkan,” jelasnya.

Penghematan Anggaran di Tahun 2026

Dengan langkah tersebut, pengadaan barang yang memiliki fungsi serupa tidak perlu kembali dilakukan. “Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih output-nya akan sama dengan yang 2025, kami bilang ‘no’. Itu enggak ada lagi di 2026 lakukan,” papar dia.

Motor trail listrik yang digunakan merupakan produksi pabrikan Tiongkok. Namun meski begitu, motor ini dirakit atau disuplai oleh perusahaan lokal (PT Yasa Artha Trimanunggal).

Spesifikasi motor listrik Emmo JVX GT mencakup tenaga besar dengan daya 3800 W (normal) dan hingga 7000 W (peak), sehingga responsif dan kuat di berbagai medan. Kecepatan maksimalnya mencapai 80 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km, cukup untuk penggunaan harian maupun aktivitas luar ruangan.

Menggunakan baterai 72V 31Ah yang bisa dipasang dua unit dan dilepas, motor ini juga didukung fast charging yang mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar satu jam. Sistem penggeraknya memakai dynamo BLDC dengan tambahan smart gearbox, membuat torsi kuat terutama saat tanjakan atau membawa beban.

Dari segi fisik, dimensinya proporsional dengan ground clearance tinggi 320 mm, cocok untuk off-road. Bobotnya sekitar 110 kg dengan kapasitas angkut hingga 200 kg. Pengereman sudah double disc dengan CBS, serta ban dual purpose ukuran 19 inci depan dan 18 inci belakang yang stabil di jalan aspal maupun tanah.

Harga motor listrik satu ini dibanderol dengan harga Rp 56.800.000.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *