Komponen Mobil Punya Umur Pakai Meski Kendaraan Jarang Dipakai
Komponen Mobil Punya Umur Pakai Meski Kendaraan Jarang Dipakai
Komponen mobil tetap bisa rusak karena faktor usia meski kendaraan jarang dipakai dan lebih sering terparkir di garasi.
/ Tips & Trick
Fahmy Fauzy Muhammad June 24th, 3:00 PM June 24th, 3:00 PM
Pemilik kendaraan jangan menganggap mobil yang jarang digunakan akan memiliki kondisi lebih awet dibanding mobil yang dipakai setiap hari.
Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar karena sejumlah komponen tetap mengalami penurunan kualitas meski mobil lebih banyak diam di garasi.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Henry Ariansyah, pemilik bengkel Rumsitor di Larangan, Tangerang, mengatakan bahwa komponen mobil tetap memiliki umur pakai.
“Mobil jarang dipakai bukan berarti semua aman, karena ada bagian yang biasanya suka rusak bukan karena kilometer, tapi karena umur,” ujar Henry.
Menurutnya, banyak pemilik kendaraan hanya fokus melihat odometer saat menentukan kondisi mobil.
Padahal ada beberapa komponen yang lebih dipengaruhi faktor usia dibanding intensitas pemakaian.
Material berbahan karet menjadi salah satu komponen yang paling sering mengalami penurunan kualitas akibat proses penuaan alami.
Karet yang terus terpapar perubahan suhu dan kelembapan udara bisa mengeras, retak, hingga kehilangan elastisitasnya.
Selain karet, beberapa komponen logam juga dapat mengalami oksidasi atau korosi apabila kendaraan terlalu lama tidak digunakan.
Cairan kendaraan seperti oli, minyak rem, maupun coolant juga tetap mengalami penurunan kualitas meskipun mobil jarang dijalankan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan yang terlihat masih baru belum tentu memiliki kondisi komponen yang benar-benar prima.
Karena itu, pemeriksaan berkala tetap perlu dilakukan meski mobil lebih sering berada di garasi.
Henry menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak hanya berpatokan pada jarak tempuh saat melakukan perawatan.
Copyright 2026
Related Article







