Cukup 400 ribu per bulan: Motor listrik mirip PCX sudah mampu dibawa pulang. Begini caranya

Suara Flores – Polytron kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan listrik dengan meluncurkan motor listrik Fox 350 yang kini ditawarkan melalui skema kredit dengan pilihan tenor bervariasi. Produk ini disebut sebagai salah satu motor listrik buatan dalam negeri yang menggabungkan performa tinggi dengan harga yang relatif terjangkau.

Motor listrik Fox 350 diproduksi oleh perusahaan teknologi lokal yang selama ini dikenal dengan inovasi di bidang elektronik rumah tangga. Kehadiran kendaraan roda dua ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan harga resmi sekitar Rp 15,5 juta, konsumen dapat membawa pulang unit ini melalui sistem pembayaran kredit dengan uang muka minimal 20 persen.

Bacaan Lainnya

Polytron menekankan bahwa Fox 350 dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan. Motor ini dibekali mesin listrik berdaya 3.000 Watt dengan torsi besar yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum hingga 95 kilometer per jam. Dalam sekali pengisian penuh, baterai motor dapat menempuh jarak hingga 130 kilometer. Jarak tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas harian, termasuk bagi pengemudi ojek daring yang membutuhkan kendaraan efisien dan bertenaga.

Selain performa, Fox 350 juga dilengkapi sejumlah fitur modern. Sistem pengereman regeneratif memungkinkan pengendara mengisi ulang energi saat melakukan deselerasi. Fitur cruise control memberikan kenyamanan dalam perjalanan jarak jauh, sementara aplikasi Polytron EV memudahkan pemilik memantau kondisi kendaraan melalui gawai. Kehadiran fitur-fitur ini membuat Fox 350 masuk kategori premium, meski harga yang ditawarkan tetap berada dalam jangkauan konsumen menengah.

Skema kredit yang ditawarkan perusahaan memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli. Dengan asumsi bunga flat 10 persen per tahun, konsumen dapat memilih tenor sesuai kemampuan finansial. Untuk uang muka 20 persen atau sekitar Rp 3,1 juta, sisa pokok kredit mencapai Rp 12,4 juta. Jika memilih tenor 12 bulan, cicilan per bulan sekitar Rp 1,16 juta. Tenor 24 bulan menurunkan cicilan menjadi Rp 630 ribu per bulan, sementara tenor 36 bulan membuat cicilan lebih ringan, yakni sekitar Rp 460 ribu per bulan.

Pilihan lain tersedia bagi konsumen yang ingin memberikan uang muka lebih besar. Dengan DP 30 persen atau sekitar Rp 4,65 juta, sisa pokok kredit menjadi Rp 10,85 juta. Tenor 12 bulan menghasilkan cicilan sekitar Rp 1,01 juta per bulan. Jika diperpanjang hingga 24 bulan, cicilan turun menjadi Rp 550 ribu per bulan. Untuk tenor 36 bulan, cicilan bulanan tercatat sekitar Rp 400 ribu.

Polytron menyebutkan bahwa skema kredit ini dihadirkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik. Perusahaan menilai harga yang kompetitif dan cicilan ringan akan mendorong adopsi motor listrik di pasar domestik. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Kehadiran Fox 350 di pasar nasional menambah pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Dengan kombinasi performa, fitur modern, dan harga terjangkau, motor ini dipandang mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah lebih dulu hadir. Polytron berharap strategi penawaran kredit fleksibel dapat meningkatkan minat masyarakat sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri otomotif listrik.

Motor listrik Fox 350 kini tersedia di jaringan penjualan resmi Polytron. Konsumen dapat mengajukan pembelian melalui dealer dengan melengkapi persyaratan administrasi yang berlaku. Perusahaan memastikan proses pengajuan kredit berlangsung sederhana, sehingga masyarakat dapat segera memiliki kendaraan listrik tanpa harus menunggu lama.

Dengan berbagai pilihan tenor dan cicilan yang disesuaikan, Polytron optimistis Fox 350 akan menjadi salah satu motor listrik yang diminati di pasar domestik. Produk ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif transportasi ramah lingkungan, tetapi juga simbol inovasi industri lokal yang mampu bersaing di tengah tren global elektrifikasi kendaraan.

Penulis : Malik Hasim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *