Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Super Flu atau varian Influenza A (H3N2) subclade K menular dengan sangat cepat
- Super flu adalah mutasi dari virus influenza yang umum dikenal selama ini
- Gejala yang timbul seperti batuk parah, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem yang muncul 3-4 hari pasca paparan
- Untuk menghindari paparan ini, masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
,- Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, Super Flu sebenarnya bukan istilah ilmiah di dunia medis.
Super Flu merujuk pada varian Influenza A (H3N2) subclade K, mutasi terbaru yang sangat menular dan menyebabkan lonjakan kasus flu lebih cepat serta berat dari biasanya.
Di Amerika Serikat, Super Flu dengan cepat menyebar, hingga menjadi perhatian banyak pakar ilmiah.
Bila melihat gejala yang ditimbulkan virus Influenza A, umumnya gejala utama virus jenis ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan tergolong berat, seperti demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, serta hidung tersumbat.
Meski demikian, sebagian besar penderita influenza tipe A dapat pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
Penyakit ini umumnya lebih sering muncul saat musim pancaroba, terutama pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, ketika daya tahan tubuh cenderung menurun.
Apabila sistem kekebalan tubuh dalam kondisi baik, proses penyembuhan biasanya berlangsung sekitar 3–4 hari dan paling lama hingga satu minggu.
“Jika anak muda yang punya daya tahan tubuh kuat saat terkena influenza tipe ini akan sembuh sendiri,” kata dokter spesialis paru dan pernapasan (pulmonologi) DR dr Fathiyah Isbaniah Sp P(K), FIRS.
Cara Menghindari Paparan Super Flu
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa Super Flu ini merupakan ISPA yang disebabkan virus influenza, mulai dari influenza A, B, hingga C, dengan influenza, termasuk H3N2, menjadi penyebab utama kasus berat.
Untuk menghindari paparan Super Flu, maka masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Adapun langkah penting yang harus diambil yakni;
- Menggunakan masker, terutama saat sakit
- Rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
- Menerapkan etika batuk dan bersin
Waspadai Menyerang Anak
Pakar dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, Ph.D., menyampaikan bahwa strain influenza H3N2 memang dikenal memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi, khususnya pada kelompok anak-anak dan lanjut usia.
“H3N2 umumnya dianggap lebih parah di semua kelompok usia, terutama pada lansia dan anak-anak kecil. Ketika kami melihat aktivitas H3N2 di tahap awal, ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Pekosz, disadur dari TODAY.
Ia juga menjelaskan bahwa infeksi flu akibat mutasi H3N2 subklade K dapat menimbulkan gejala yang sangat kuat dan menguras energi. Banyak pasien menggambarkan kondisi ini sebagai kelelahan yang ekstrem.
“Gejalanya muncul tiba-tiba dan rasanya seperti ditabrak truk,” katanya.
Selain itu, keluhan lain yang sering dialami penderita meliputi sakit kepala, batuk, pilek, serta sensasi panas dan dingin yang intens. Akibatnya, banyak pasien terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari selama beberapa hari hingga kondisi membaik.
Cara Mengobati Super Flu
Super flu seperti Influenza A, termasuk varian subclade K yang sedang menjadi perhatian, umumnya dapat diatasi dengan perawatan suportif di rumah untuk kasus ringan.
Pengobatan utama melibatkan istirahat, hidrasi, dan obat simptomatik, sementara antiviral direkomendasikan untuk kasus berat atau kelompok rentan. Selalu konsultasikan dokter untuk diagnosis akurat dan resep obat.
Perawatan Suportif
Istirahat cukup membantu tubuh melawan infeksi, sementara minum banyak cairan seperti air atau jus mencegah dehidrasi.
Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat meredakan demam, nyeri, dan hidung tersumbat yang umum pada super flu.
Oseltamivir (Tamiflu) adalah pilihan utama di Indonesia untuk Influenza A, dengan dosis dewasa 75 mg dua kali sehari selama 5 hari, dimulai dalam 48 jam gejala muncul.
Opsi lain seperti zanamivir atau baloxavir marboxil juga efektif, tapi harus diresepkan dokter karena memerlukan inhalasi atau dosis spesifik.
Kapan ke Dokter
Segera periksakan jika gejala parah seperti sesak napas, demam tinggi >3 hari, atau pada anak, lansia, dan penderita komorbid, karena berisiko komplikasi seperti pneumonia. Hindari pengobatan sendiri dengan antiviral tanpa tes konfirmasi.
Pencegahan
Cuci tangan rutin, vaksinasi influenza tahunan (efektif 41-78 persen terhadap subclade K), dan jaga stamina dengan nutrisi seimbang menekan penyebaran.()
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan







