Pedoman Tangerang – Pergantian tahun dari 2025 ke 2026 tinggal menghitung waktu. Bagi banyak orang, momen ini bukan sekadar perubahan angka kalender, tetapi juga kesempatan untuk menoleh ke belakang, menilai perjalanan hidup, dan menata langkah ke depan dengan lebih baik.
Dalam perspektif Islam, berlalunya waktu memiliki makna yang lebih dalam. Setiap detik adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, pergantian tahun kerap dimanfaatkan sebagai sarana muhasabah diri, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut sejatinya dapat dilakukan kapan saja. Namun, akhir dan awal tahun menjadi pengingat kolektif agar manusia tidak lalai dalam mengisi waktu dengan amal kebaikan.
Mengutip keterangan dari NU Online, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun sebagai bentuk evaluasi diri, lalu dilanjutkan dengan doa awal tahun sebagai ikhtiar memohon perlindungan dan keberkahan di masa yang akan datang.
Doa Akhir Tahun 2025: Bacaan dan Maknanya
Doa akhir tahun dibaca dengan tujuan memohon ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan, sekaligus berharap agar amal kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Arab:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka faghfirlî, wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
“Ya Allah, atas segala perbuatan yang aku lakukan sepanjang tahun ini yang Engkau larang dan belum sempat aku taubati, Engkau tetap melimpahkan kemurahan-Mu, padahal Engkau mampu menghukumku. Aku memohon ampunan-Mu. Terimalah amal yang Engkau ridhai dan jangan Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun 2026: Harapan dan Perlindungan di Tahun Baru
Setelah membaca doa akhir tahun, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan doa awal tahun. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, kekuatan dalam mengendalikan hawa nafsu, serta bimbingan agar seluruh aktivitas bernilai ibadah.
Arab:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal, wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Abadi dan Maha Awal. Tahun yang baru telah datang. Aku memohon perlindungan-Mu dari godaan setan dan pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu. Tuntunlah aku agar setiap aktivitas mendekatkanku kepada-Mu, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Membaca doa akhir dan awal tahun bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kesadaran spiritual agar kehidupan ke depan dijalani dengan lebih baik, penuh keimanan, dan keberkahan.***







