Mengintip Warung Gazebo Lokasi 8 Orang Pesta Miras hingga Tewaskan Anggota TNI and 3 Korban Lain

Ringkasan Berita:

  • Sebanyak 4 dari 8 orang yang menggelar pesta miras di warung gazebo Jember tewas.
  • Empat korban lainnya dirawat di rumah sakit.
  • Warung gazebo itu disebut memang sering digunakan warga untuk minum minuman keras.

, JEMBER – Pesta minuman keras (miras) kembali menelan korban jiwa. Sebanyak 4 orang tewas usai menggelar pesta miras di Jember Jawa timur.

Bacaan Lainnya

Mereka pesta miras di Warung Gazebo Kayu Gabang di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025) lalu.

Gazebo adalah bangunan kecil terbuka yang biasanya ada di taman, halaman, atau ruang terbuka, dan digunakan sebagai tempat duduk, bersantai, atau berkumpul.

Gazebo bentuknya terbuka di samping (tanpa dinding penuh), memiliki atap untuk melindungi dari panas dan hujan, umumnya ditopang tiang-tiang.

Gazebo dibuat dari kayu, bambu, besi, atau beton.

   

Awalnya ada 8 orang yang ikut pesta miras terdiri satu wanita dan 7 lainnya laki-laki.

Namun yang meninggal dunia berjumlah 4 orang.

Salah satu korban tewas adalah anggota TNI berinisial Serka P.

Berikut identitas korban tewas:

  1. Serka P, anggota TNI Angkatan Darat 
  2. Mery Novitasari (P/30)
  3. Susanto (40), warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang 
  4. AM, warga Kecamatan Kaliwates Jember

Informasi dikutip dari Tribun Jatim, 8 orang itu mendatangi Gazebo Kayu Gebang Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang, Jember, Sabtu (27/12/2029) sejak pukul 16.00 WIB untuk menggelar pesta miras. 

Sejak sore hingga dini hari mereka melakukan pesta miras jenis arak.

Informasi beredar mereka menghabiskan 25 botol miras.

Kasus ini baru dilaporkan di Polsek Patrang Jember pada Minggu (28/12/2025) pukul 23.00 WIB. 

Kemudian polisi baru mendatangi TKP pada Senin (29/12/2025).

   

RT Baru Tahu Setelah Banyak Polisi Datang

Tukirah, istri Ketua RT 02 RW 12 Lingkungan Tegalrejo Kelurahan Jember Lor mengaku baru tahu peristiwa itu pada Senin siang.

“Kejadiannya saya tidak tahu, baru tahu siang setelah banyak polisi dan tentara kemarin (Senin, 29 Desember 2025) ada orang meninggal dunia setelah minum disitu,” ujar Tukirah, Selasa (30/12/2025).

Tukirah mengaku kejadian tersebut membuatnya kaget, sebab hal ini baru kali pertama terjadi di lingkungannya.

Ke-8 orang yang pesta miras di tempat itu bukan warga di RT setempat.

“Semua warga luar dari RT luar. (Ketika polisi datang) saya hanya lihat di pinggir (warung) saja saat ada tentara dan polisi,” kata Tukirah.

Menurutnya, para korban tersebut tidak meninggal dunia di warung gazebo, mereka tewas saat sudah pulang di rumah masing-masing.

“Tidak ada yang meninggal disini, di rumah sakit katanya meninggalnya soalnya sudah pulang semua,” imbuh Tukirah.

Tukirah mengungkapkan, gazebo tersebut hanya menjual rujak dan minuman jus biasa. 

Para korban tersebut membawa miras sendiri.

“Tidak tahu (kalau jual miras, tahunya saya di saja jual jus, rujak itu,” tambahnya.

Namun dia membenarkan di lokasi itu memang biasa digunakan untuk mabuk-mabukan. 

Bahkan pihak RT sudah sering memberikan peringatan kepada anaknya pemilik gazebo.

“Dulu pernah diperingati ke anaknya Pak Dony (pemilik Gazebo) agar hati-hati, jangan sampai ada keributan,” imbuh Tukirah lagi.

Tukirah mengungkapkan, warga setempat selama ini jarang sekali nongkrong di gazebo tersebut. Mereka yang datang rata-rata orang luar RT.

“Warga sini tidak ada yang mau kesitu, yang kesitu orang-orang yang suka minum (mabuk) dan itu orang luar,” ungkapnya.

Mengingat gazebo tersebut masih baru berdiri di lokasi ini, hal itu juga membuat warga setempat kurang begitu minat.

Tukirah mengungkapkan, jika siang hari gazebo tersebut sering digunakan untuk karaokean, namun aktivitasnya tidak menggangu warga.

“Tidak ganggu, cuma nyanyi lagu-lagu untuk karaoke,” ujarnya.

Tukirah akan kembali memperingatkan kepada warga setempat agar melarang orang luar melakukan pesta miras di lingkungannya.

“Dan harus distop sama pemilik gazebonya, supaya kejadian tidak terulang kembali,” paparnya.

Hanya Fasilitasi Tempat Nongkrong

Sementara, Dony Agus pemilik Gazebo mengungkapkan para korban datang di warungnya dalam kondisi teler, sambil membawa minuman beralkohol.

“Saya hanya memfasilitasi tempat untuk nongkrong dan karaoke. Setelah itu saya pulang ke rumah dan tidak tahu kejadian selanjutnya,” ujarnya singkat.

Kodim Kerja Sama dengan Kepolisian

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah mengakui, adanya anggota TNI yang meninggal dunia usai pesta miras tersebut.

“Nggeh, sementara masih diselidiki dulu ya,” ujarnya melalui pesan singkat whatsapp, Selasa (30/12/2025).

Pihaknhya akan bekerjasama dengan kepolisian selaku aparat penegak hukum yang menyelidiki perkara.

“Kami akan bekerja sama dengan kepolisian,” imbuh Andri.

Namun Andri belum merespons konfirmasi wartawan media saat memastikan Anggota TNI tewas usai pesta miras itu Babinsa atau bukan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma mengungkapkan total pesta miras tersebut ada 8 orang. Namun yang meninggal dunia empat orang.

“Kami juga sudah pasang police line di lokasi tersebut, dan mengambil sampel yang ada disana untuk melakukan pengecekan kandungan di dalam minuman,” tanggapnya.

Sementara bagi korban yang masih menjalani perawatan medis, akan dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut.

“(Korban) yang masih hidup, sebisa mungkin kami ambil keterangan jika kondisi tubuh mereka memungkinkan,” tuturnya.

Penulis: Imam Nawawi

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Serka P Meregang Nyawa Bersama 1 Wanita & 2 Warga Jember Lain Usai Begadang Ditemani 25 Botol Miras

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *