Ringkasan Berita:
- Titik Nol Ditemukan: Pelampung putih menjadi penanda koordinat awal tenggelamnya speedboat di perairan Waindu.
- Temuan Memilukan: Tim di lapangan melaporkan aroma bau bangkai menyengat di sekitar lokasi pencarian.
- Status Korban: Dari 21 penumpang, 4 orang telah ditemukan (3 selamat, 1 meninggal), sementara 17 lainnya masih hilang.
- Sinergi SAR: Pencarian dilakukan secara masif melalui jalur udara dengan pesawat TNI AU dan jalur laut menggunakan kapal KN SAR 243.
Laporan Wartawan , Marvin Raubaba
, YAPEN – Sebuah rekaman video dari tim penyelamat lapangan memperlihatkan kondisi terkini di lokasi awal kecelakaan speedboat yang memuat 21 penumpang di Perairan Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua pada malam Natal, Rabu, 24 Desember 2025, sekitar Pukul : 20.00 WIT
Rekaman video yang diterima pada Minggu, (28/12/2025) itu memperlihatkan kondisi terkini di lokasi kejadian yang menjadi saksi bisu peristiwa nahas tersebut. 17 penumpang masih hilang dan 4 orang sudah ditemukan namun 1 diantaranya telah meninggal dunia.
Dalam video tersebut, terlihat tim pencari menggunakan perahu menyisir area perairan yang berdekatan dengan daratan berhutan lebat serta bibir pantai bergelombang tinggi.
Salah satu tanda yang ditemukan di lokasi adalah sebuah pelampung putih yang mengapung, yang diduga kuat sebagai penanda titik koordinat awal saat speedboat bermesin 40 PK tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam.
“Ini lokasi tenggelamnya speedboat putih itu,” ujar salah satu personel dalam video tersebut sambil menunjukkan area perairan yang berombak.
Hal yang cukup memilukan adalah laporan dari personel di lapangan mengenai aroma tidak sedap di sekitar lokasi. “Sudah bau bangkai sekali,” ucapnya, yang mengindikasikan kemungkinan adanya korban yang masih terjebak di sekitar area tersebut atau terbawa arus tak jauh dari titik nol kejadian.
Kondisi perairan di lokasi terpantau memiliki gelombang yang cukup tinggi dengan pecahan ombak yang kuat di sekitar karang, sesuai dengan laporan awal bahwa cuaca buruk menjadi penyebab utama kecelakaan.
Di kejauhan, terlihat Kapal Negara (KN) SAR 243 milik Basarnas Biak yang telah disiagakan untuk mendukung penguatan logistik dan personel dalam operasi kemanusiaan ini.
Dalam operasi pencarian itu, TNI AU mengerahkan Pesawat CN-235 untuk memantau dari udara.
Kehadiran pelampung penanda dan aroma di lokasi diharapkan dapat menjadi petunjuk krusial bagi penyelam dan tim penyisir untuk segera menemukan 17 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Berikut identitas 21 korban lakalaut di Waindu :
– Usman Asis (L) 37 Tahun : Selamat/Hidup
– Santi Rontini (P) 26 Tahun : Selamat/Hidup
– Hengki Injoroweri ( L) 40 Tahun : Selamat/Hidup
– Sarah Injoroweri (P) 12 Tahun : Ditemukan Meninggal Dunia
– Yakoba Swom (P) 37 Tahun : Dalam Pencarian
– Alfonsina Injoroweri (P) 17 Tahun : Dalam Pencarian
– Ester Injoroweri (P) 4 Tahun : Dalam Pencarian
– Ajay Injoroweri ( L ) 2 Tahun 6 Bulan : Dalam Pencarian
– Charles Injoroweri ( L) 33 Tahun : Dalam Pencarian
-Ona Poppi Ampasoi (P) 32 Tahun : Dalam Pencarian
– Yone Olivia Injoroweri ( P) 9 Tahun : Dalam Pencarian
– Hendrik Injoroweri (L) 5 Tahun : Dalam Pencarian
– Aliando Brayen injoroweri (L) 2 Tahun : Dalam Pencarian
– Teri Brando Injoroweri (L) 8 Tahun : Dalam Pencarian
– Johanis Injoroweri ( L) 60 Tahun : Dalam Pencarian
– Ivon Injoroweri (P) 6 Tahun : Dalam Pencarian
– Naftali Injoroweri (L) 19 Tahun : Dalam Pencarian
– Mey ( P) 1 Tahun 7 Bulan : Dalam Pencarian
– Maria Injoroweri ( P) 35 Tahun : Dalam Pencarian
– Hendrik Injoroweri (L) 10 Tahun : Dalam Pencarian
– Arius Mabui (L) 52 Tahun : Dalam Pencarian. (*)







