Isi Artikel
- 1 1. Medali Emas Pesilat Thailand Dicabut dan Diberikan ke Malaysia
- 2 2. Indonesia Menolak Bantuan Asing untuk Banjir Sumatera
- 3 3. Taiwan Membeli Senjata AS senilai Rp 184 Triliun
- 4 4. Eropa Serukan Rakyatnya Siap Perang Lawan Rusia
- 5 5. Pesilat Vietnam Cedera Serius Akibat Pukulan Atlet Malaysia
- 6 6. Perusahaan di Tiongkok Akan Beri Apartemen Gratis bagi Karyawan yang Sudah Bekerja 5 Tahun
- 7 7. Ahmed El Ahmed, Pahlawan Penembakan Bondi Beach
Berikut adalah rangkuman berita internasional terpopuler dari edisi Senin (15/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025). Berbagai peristiwa penting yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi sorotan utama dalam minggu ini.
1. Medali Emas Pesilat Thailand Dicabut dan Diberikan ke Malaysia
Drama besar terjadi dalam pertandingan pencak silat putra kelas di bawah 65 kilogram pada SEA Games ke-33 di Impact Arena, Muang Thong Thani. Awalnya, pesilat Thailand, Pheeraphon Mittasan, berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 60-57 atas pesilat Malaysia, Muhammad Izzul Irfan Marzuki, berdasarkan keputusan wasit di arena.
Namun, medali emas yang sebelumnya diberikan kepada Pheeraphon Mittasan akhirnya dicabut setelah kontingen Malaysia mengajukan banding. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan atlet maupun penggemar olahraga.
2. Indonesia Menolak Bantuan Asing untuk Banjir Sumatera
Bencana banjir dan longsor besar melanda Pulau Sumatera pada akhir November hingga awal Desember 2025. Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan kerusakan besar. Data terbaru menyebutkan lebih dari 950 orang meninggal, ratusan hilang, dan lebih dari 770.000 warga terpaksa mengungsi.
Di tengah situasi darurat, Indonesia justru menolak sejumlah bantuan asing, termasuk bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir di Medan. Keputusan ini menunjukkan sikap pemerintah yang ingin menjaga kemandirian dalam menghadapi bencana.
3. Taiwan Membeli Senjata AS senilai Rp 184 Triliun
Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata senilai 11 miliar dollar AS atau sekitar Rp 184 triliun kepada Taiwan. Persetujuan ini menjadi paket penjualan senjata kedua sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat. Penjualan ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan.
Keputusan ini menunjukkan komitmen AS terhadap keamanan Taiwan serta meningkatkan ketegangan di kawasan Asia Pasifik.
4. Eropa Serukan Rakyatnya Siap Perang Lawan Rusia
Para pejabat keamanan Eropa secara terbuka menyampaikan pesan yang hampir tak terbayangkan satu dekade lalu: menyerukan agar rakyatnya bersiap menghadapi kemungkinan konflik dengan Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, peringatan bernada suram hampir selalu muncul dari pemerintah, militer, atau lembaga keamanan di berbagai negara Eropa.
Situasi ini menandai pergeseran psikologis besar di “Benua Biru” yang selama puluhan tahun membangun identitasnya melalui harmoni dan kerja sama ekonomi pasca-perang dunia.
5. Pesilat Vietnam Cedera Serius Akibat Pukulan Atlet Malaysia
Atlet pencak silat Vietnam, Nguyen Minh Triet, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera serius pada laga semifinal kelas 65 kilogram putra dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Triet menerima pukulan di bagian leher dari pesilat Malaysia, Muhammad Izzu.
Usai menerima pukulan tersebut, Triet langsung terjatuh dan langsung ditangani oleh tim kesehatan di arena pertandingan. Protes terhadap keputusan wasit tidak digubris, sehingga menimbulkan kontroversi dalam pertandingan tersebut.
6. Perusahaan di Tiongkok Akan Beri Apartemen Gratis bagi Karyawan yang Sudah Bekerja 5 Tahun
Sebuah perusahaan di Tiongkok membuat iri banyak orang ketika berencana membagikan 18 unit apartemen sebagai insentif karyawan. Kebijakan ini dikeluarkan untuk mempertahankan karyawan yang sudah mengabdi selama 5 tahun. Hadiah rumah ini terungkap dalam sebuah lowongan pekerjaan yang dibagikan oleh seorang eksekutif perusahaan.
7. Ahmed El Ahmed, Pahlawan Penembakan Bondi Beach
Aksi heroik seorang warga sipil saat melumpuhkan salah satu pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025), mendapat apresiasi tinggi. Warga sipil tersebut tampak menyergap pelaku dari belakang dan merebut senjata yang digunakan untuk menembak secara membabi buta ke arah kerumunan.
Pria tersebut bernama Ahmed El Ahmed, ayah dua anak yang aksinya diduga menyelamatkan banyak nyawa. Aksinya menjadi contoh nyata keberanian dan kesadaran sosial dalam situasi darurat.



