– Kalangan warga Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, antusias mengembangkan bisnis produksi pupuk organik berbasis solusi sampah lingkungan pemukiman padat. Rencana yang dimotori oleh kelompok Bara Hidro Urban Farming tersebut mendapat dukungan dari Pemkot Bandung.
Pada pertemuan yang dilakukan di Bara Hidro Jalan Babakan Ciparay, Bojonglola Kaler, Kota Bandung, Jumat, 26 Desember 2025, tampak berbagai kalangan yang hadir sangat bersemangat dalam produksi dan bisnis pupuk organik solusi sampah warga. Dalam prakteknya, sampah organik berada di lingkungan RW 7 Kelurahan Suka Asih, diolah menjadi pupuk, ada yang dijadikan pupuk pertanian sayuran organik dan hidroponik, pakan unggas, serta dijual pula dalam bentuk pupuk organik.
Pada diskusi, tampak hadir Pemimpin Bara Hidro Urban Farming selaku penggagas, Dr Ir Kartib Bayu MSi, Plt Camat Bojongloa Kaler Dra Ida Nuraidawati MM, Lurah Suka Asih Aderhy, pemasok Toserba Borma Eti (selaku pembeli penyalur), penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandung Yayan serta sejumlah warga RW07. Mereka optimis, bisnis akan berjalan bagus karena pasar terbuka lebar dan calon pembeli sudah menyatakan siap.
Menjadi model
Potensi besar berkembangnya produksi dan bisnis pupuk organik di Kelurahan Suka Asih dimana banyak penduduk yang memiliki rooftop ingin memanfaatkan untuk urban farming. Selain sampah lingkungan warga, juga pemanfaatan limbah makan bergizi gratis (MBG), yang bisa diolah menjadi pupuk bersifat zero waste untuk mempercepat kebersihan lingkungan.
Menurut Kartib Bayu selaku pemimpin Bara Hidro Urban Farming, pada intinya, produksi dan bisnis pupuk organik di Kelurahan Suka Asih yang dikoordinir Bara Hidro Urban Farming, adalah “Yang keluar adalah sayuran jangan sampahnya,” terangnya. Bara Hidro Urban Farming selama ini sudah berjalan beberapa tahun memproduksi dan berbisnis sayuran hidroponik dan organik.
Eti selaku mitra pembeli produk sayuran dari Bara Hidro Urban Farming, yang memasok ke sejumlah Toserba Borma di Jawa Barat mengatakan, bisnis produk sayuran berbasis pasokan petani menjadi harapan kebangkitan ekonomi pada tahun 2026. “Tetapi, harus ada komitmen, bahwa pasokan harus sesuai dengan standarisasi, kontinyu, dan selalu siap, jangan sampai kosong,” terangnya.
Plt Camat Bojongloa Kaler, Ida Nuraidawati merespon tinggi rencana produksi dan bisnis pupuk organik berbasis solusi sampah lingkungan yang dikoordinir Bara Hidro Urban Farming. Soalnya, Bojongloa Kaler menjadi salah satu perhatian serius oleh Walikota Bandung M Farhan berkaitan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lingkungan, termasuk solusi penanganan sampah.
“Kami berharap konsep Bara Hidro menjadi model di Bojonglola Kaler dan kemudian bisa dikembangkan di Kota Bandung,” ucapnya. ***






