Zulhas Akui Pemerintah Bekerja Sejak Subuh: Kami Turun ke Lapangan Pukul 06.00

Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan kini menjadi perhatian, terlebih di tengah bencana yang menimpa masyarakat Sumatera.

Zulhas, panggilan akrabnya, mengakui bekerja sejak pagi hari guna memastikan program pemerintah berjalan dengan baik.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator yang akrab dipanggil Zulhas saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (23/12/2025).

Zulhas mengatakan, pemerintah bekerja dengan giat sejak pagi hari guna memastikan semua kebijakan pangan benar-benar diterapkan di lapangan dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

“Kami bekerja mulai pukul 06.00 setiap hari ini dan terus berjalan. Turun ke lapangan, memeriksa satu per satu program agar semua berjalan dengan sungguh-sungguh,” katanya pada Selasa.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pendistribusian pupuk subsidi, perbaikan sistem irigasi hingga pengembangan kampung nelayan dan sektor perikanan.

“Kita periksa dapur MBG, pupuk, irigasi, kampung nelayan, ikan tangkap, hingga tambak. Semua kita pantau agar program ini benar-benar meningkatkan penghasilan rakyat,” ujar Zulhas.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan pangan yang saat ini diterapkan merupakan bagian dari petunjuk Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengurangi biaya kehidupan masyarakat.

Pada kunjungan tersebut, Menteri Pangan juga mengunjungi berbagai infrastruktur pertanian dan berbicara langsung dengan para petani serta nelayan.

Menurut Zulhas, pemerintah tidak hanya menginginkan laporan yang tertulis, tetapi juga memastikan bahwa keadaan nyata di lapangan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Kita tidak ingin hanya laporan. Kita melihat langsung, mendengar langsung dari petani dan nelayan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia berharap, partisipasi langsung pemerintah pusat di lapangan mampu mempercepat penyelesaian berbagai masalah di bidang pangan serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rakyat.

Ia juga mengajak media untuk ikut menyampaikan kepada masyarakat berbagai langkah yang telah dan sedang dilakukan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.

“Ini harus disampaikan kepada masyarakat. Kami bekerja, kami turun langsung, agar rakyat merasakan manfaatnya,” kata Zulhas.

Tinjau Bendung Irigasi

Pada hari tersebut, Zulhas melakukan inspeksi langsung terhadap Bendung Irigasi Siwatu guna memastikan proses rehabilitasi proyek berjalan sesuai rencana dan mampu menjamin pasokan air untuk lahan pertanian.

Bendung Irigasi Siwatu diketahui menyuplai air untuk lahan pertanian seluas 960 hektare. Pemeliharaan bendung ini dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, dengan total dana yang dialokasikan mencapai Rp1,9 miliar.

“Pada saat ini saya memeriksa irigasi yang telah diperbaiki, Bupati tidak mampu melakukan perbaikan, akhirnya diperbaiki oleh PUPR anggaran dari pemerintah pusat,” katanya di sela peninjauan.

Pengelolaan sistem irigasi dilakukan secara menyeluruh oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tani Agung. Kerja sama ini meliputi tahapan perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pendistribusian air ke lahan pertanian para petani.

Zulhas menekankan bahwa perbaikan sistem irigasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mendukung kebijakan swasembada pangan nasional.

Ia menyatakan, selain pupuk dan benih, ketersediaan air yang tetap dianggap sangat berpengaruh terhadap keberhasilan musim tanam dan panen.

Pada kunjungan kerjanya ke Purworejo, Menteri Pangan juga mengunjungi berbagai infrastruktur pertanian lainnya serta berbicara langsung dengan para petani setempat.“Kami setiap hari turun ke lapangan sejak pagi. Memeriksa pupuk, irigasi, hingga dapur Program Makanan Bergizi Gratis. Semua kita pantau agar benar-benar memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani,” ujar Zulhas.

Pemerintah berharap proses perbaikan Bendung Irigasi Siwatu dapat memberikan manfaat langsung kepada petani di kawasan Grabag dan sekitarnya, serta mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut mendapat respon antusias dari para petani setempat. Salah satunya adalah Suparjo, seorang petani sekaligus Kepala Desa Roworejo, yang menyampaikan rasa apresiasi terhadap tanggapan cepat pemerintah terhadap keluhan petani mengenai pembangunan irigasi dan distribusi pupuk.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Zulkifli Hasan. Usulan dan keluhan kami mengenai irigasi serta pendistribusian pupuk ditanggapi langsung dengan adanya penyederhanaan aturan” kata Suparjo.

(*/ )

Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya di Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita menarik lainnya di Tribun Medan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *