Aksi cabai harga terjangkau meriahkan Hari Ibu ke-97 di Selong, warga sambut antusias

– Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Taman Kota Selong, Minggu 21 Desember 2025, tidak hanya berlangsung meriah melalui kegiatan jalan sehat dan senam bersama, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi cabai harga terjangkau yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama dan disambut sangat antusias, khususnya oleh para ibu-ibu peserta kegiatan.

Aksi cabai harga terjangkau tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Champion Cabai Indonesia Lombok Timur, Haji Subhan. Di sela-sela peringatan Hari Ibu, kegiatan ini hadir sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi tingginya harga cabai di pasaran sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi menunjukkan, usai mengikuti senam bersama, ratusan ibu-ibu langsung berkerumun di area penjualan cabai. Mereka tampak antusias membeli cabai rawit dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum. Suasana penuh kegembiraan terlihat jelas, terlebih kegiatan ini berlangsung dalam momentum perayaan Hari Ibu yang sarat makna.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, turut hadir dan bahkan ikut berbelanja cabai di lokasi kegiatan. Ia menegaskan bahwa aksi cabai harga terjangkau ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terus digencarkan oleh pemerintah.

“Hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Ibu ke-97. Alhamdulillah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Champion Cabai dalam rangka menekan harga cabai di pasaran. Ini hari keempat kami melaksanakan operasi pasar ini,” ujar Juaini Taofik.

Ia menjelaskan bahwa harga cabai di pasar umum saat ini masih berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sementara melalui aksi cabai harga terjangkau di Taman Kota Selong, masyarakat dapat membeli cabai dengan harga Rp48.000 per kilogram.

“Di sini kami sediakan hanya Rp48.000 per kilogram. Ini cukup membantu masyarakat sekaligus membantu menjaga keseimbangan harga di pasar,” tambahnya.

Menurut Juaini, kehadiran aksi cabai dalam momen Hari Ibu menjadi simbol nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi juga memberikan solusi langsung terhadap persoalan ekonomi rumah tangga, terutama bagi para ibu yang memiliki peran penting dalam pengelolaan kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Champion Cabai Indonesia Lombok Timur, Haji Subhan, mengaku berbahagia dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menilai momen Hari Ibu menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan memberikan yang terbaik bagi warga Lombok Timur.

“Kami sangat bersyukur dan bahagia bisa ikut berkontribusi dalam peringatan Hari Ibu ini. Bisa membantu masyarakat mendapatkan cabai dengan harga terjangkau adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Haji Subhan.

Ia menegaskan bahwa aksi cabai harga terjangkau bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan bentuk kepedulian petani dan pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika harga cabai stabil dan terjangkau, beban rumah tangga akan jauh berkurang.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Petani terbantu, masyarakat senang, dan inflasi bisa kita kendalikan bersama,” tambahnya.

Warga yang hadir pun menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak ibu-ibu mengaku sangat terbantu dengan harga cabai yang lebih murah, terlebih di tengah tingginya kebutuhan rumah tangga menjelang akhir tahun.

Aksi cabai harga terjangkau ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku pertanian, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung. Di tengah peringatan Hari Ibu ke-97, kegiatan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa peran ibu dalam menjaga ketahanan keluarga perlu didukung dengan kebijakan dan aksi nyata yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *