Aktivitas KEK Mandalika meluas pasca dampak ekonomi MotoGP Rp 4,96 triliun

JAKARTA, – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), kini memasuki babak baru.

ITDC menegaskan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator (kreator nilai) bagi perekonomian nasional.

Bacaan Lainnya

Ini khususnya melalui pemanfaatan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai traffic puller di kawasan.

Menurut Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan.

“Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek ganda) yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

Saat ini, sejumlah inisiatif strategis tengah disiapkan ITDC di KEK Mandalika. Mulai dari masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, dan pembentukan eastern premium zone (zona premium timur).

Kemudian, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan ritel dan lifestyle (gaya hidup) untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.

Kilas Balik MotoGP Indonesia

Ahmad menegaskan, dampak ekonomi signifikan dari berbagai ajang internasional yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit yaitu jumlah penonton tembus hingga 140.324 orang. 

Ajang MotoGP Indonesia juga berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal.

Selain menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang balap kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit saat ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas. 

Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika.

Ini tercermin antara lain dari keberadaan 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lain.

“Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata,” terang Ahmad Fajar.

Investasi KEK Mandalika

Hingga Kuartal IV Tahun 2025, total investasi yang telah masuk ke KEK Mandalika mencapai angka Rp 5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen.

Ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.

KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi.

Kawasan The Mandalika dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok.

KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun,  yang memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.

Dirancang sebagai sportstainment ecosystem, KEK Mandalika pun terintegrasi dalam satu masterplan yaitu mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian.

Denggan begitu, mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.

ITDC berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lainnya di Indonesia, sekaligus memperkuat posisisebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *