Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Fachruddin Aryanto sangat senang akhirnya kembali ke lapangan hijau setelah cedera panjang.
- Momen itu terjadi pada pertandingan pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/2026 saat PSS Sleman menjamu Persipal FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (28/12/2025).
- Fachruddin akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai starting line-up atau daftar susunan pemain setelah melewati masa pemulihan yang panjang.
, SLEMAN – Fachruddin Aryanto sangat senang akhirnya kembali ke lapangan hijau setelah cedera panjang.
Momen itu terjadi pada pertandingan pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/2026 saat PSS Sleman menjamu Persipal FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (28/12/2025).
Fachruddin akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai starting line-up atau daftar susunan pemain setelah melewati masa pemulihan yang panjang.
Bek tengah tersebut pun sukses bermain selama 87 menit sebelum ditarik keluar digantikan Jajang Mulyana.
“Pertama-pertama saya sangat berterima kasih kepada tim medis PSS yang sudah membantu saya mulai dari proses medis kemudian berlanjut proses penyembuhan hingga bisa bermain kembali,” ungkapnya di mess pemain, Selasa (30/12/2025) dinukil dari website resmi klub.
Periode terberat
Menurut Fachruddin, masa menepi dari lapangan adalah periode terberat dalam perjalanan kariernya.
“Jujur tidak mudah, tantangan terberatnya selama sembilan bulan melawan jenuh dan kerinduan bermain,” tutur Fachruddin.
Melawan kejenuhan menjalani rutinitas yang harus dilewati serta rasa rindu yang besar segera bermain sepak bola.
“Alhamdulillah dengan dukungan keluarga dan rekan satu tim membuat saya tetap semangat untuk kembali.
Namun, kembali ke lapangan sebagai pemain inti tentu bukan perkara mudah.
Kepercayaan dari pelatih
Fachruddin mengungkapkan bahwa kepercayaan diri dibangun sedikit demi sedikit.
Itu dimulai dari latihan ringan, uji tanding internal hingga akhirnya mendapat kepercayaan tampil penuh di laga resmi.
“Kepercayaan dari tim pelatih menjadi salah satu faktor penting saya bisa mengembangkan rasa percara diri turun bermain,” ujar pemilik nomor punggung 19 di skuad Super Elja.
“Kemudian yang tidak kalah pentingnya, saya telah menjalani semua tahapan yang sudah dilewati selama penyembuhan.
Harus beradaptasi
Setelah sembuh dari cedera panjang, dia mengakui mulai beradaptasi dengan situasi pertandingan.
Itu dilakukan dengan membuat kalkulasi matang dalam mengambil keputusan, positioning serta mengelola tempo permainan dengan lebih tenang.
“Karena pada pertandingan pertama kemarin, saya sedikit beradaptasi dan berhati-hati. Untuk pertandingan berikutnya Insha Allah bisa lebih baik lagi,” jelas Fachruddin.
Sementara itu, menghadapi kompetisi yang semakin sengit, Fachruddin berharap bisa terus menjaga kondisi, tampil konsisten, serta membantu tim meraih hasil terbaik.
“Doa dan harapan saya, semoga PSS tampil konsisten meraih kemenangan dan semakin baik performanya di pertandingan berikutnya,” paparnya.
Fachruddin cedera apa?
Sebagai informasi, cedera Fachruddin didapat saat menghadapi Barito Putera, di mana pemain asal Klaten yang bermain sejak menit awal sempat ditarik keluar di tengah pertandingan di babak pertama karena mengalami cedera.
“Fachruddin Aryanto mengalami cedera lutut kanan. Cedera ini ia dapat saat menghadapi PS Barito Putera. Dia juga langsung ditarik keluar setelah mengalami cedera tersebut,” kata dokter Tim PSS Sleman, dr Lutfi Afifuddin, Rabu (19/3/2025).
Lanjut dokter Lutfi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan mendalam melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengidentifikasi cedera yang menimpa eks kapten Timnas Indonesia itu.
pemain berusia 36 tahun tersebut disebut mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan Medial Collateral Ligament (MCL).
Akhirnya, pemain berpostur 184 cm tersebut naik meja operasi dan menjalani masa pemulihan yang memakan waktu berbulan-bulan.
Apa itu ACL dan MCL?
Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu ligamen utama di dalam lutut yang berfungsi:
- Menjaga stabilitas lutut, terutama dengan mencegah tulang kering (tibia) bergeser terlalu jauh ke depan dan mengontrol gerakan rotasi lutut
- Menghubungkan tulang paha (femur) dan tulang kering.
Cedera ACL (robekan atau peregangan) sangat umum terjadi, terutama pada atlet, akibat gerakan memutar, berhenti mendadak, atau perubahan arah yang cepat.
Sedangkan Medial Collateral Ligament (MSL) terletak di sisi dalam lutut, dan panjangnya delapan hingga 10 sentimeter.
Ligamen ini menghubungkan tulang paha (femur) dengan tulang kering (tibia).
MCL juga memberikan kekuatan dan stabilitas pada sendi lutut Anda.
Pengganti Cleberson segera datang
Sementara itu, pengganti Cleberson di PSS Sleman akan segera tiba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta.
PSS Sleman memiliki sejumlah alasan dan pertimbangan mengapa memilih Lucas Gamma.
Menurut kabar transfer terbaru, PSS Sleman semakin dekat meresmikan kedatangan bek Persik Kediri, Lucas Gamma.
Pemain yang juga dikenal dengan sebutan Lucao itu akan mengisi posisi yang ditinggalkan Cleberson dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Bek asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai pengganti setelah Cleberson harus mengakhiri kasta kedua lebih cepat akibat cedera.
Laskar Super Elja dikabarkan tidak ragu untuk menebus pemain dengan nilai mahar disebut-sebut mencapai Rp3,48 miliar itu.
Kata Ansyari soal Lucas Gamma
Kepastian ini menguat setelah pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memberikan sinyal kuat terkait siapa sosok yang akan mengisi slot bek asing di skuatnya.
“Kayaknya sudah hampir, mungkin 95 persen, bahkan 99 persen,” ujar Ansyari Lubis kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Isu kepindahan Lucao ke Sleman memang sudah mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Bek berusia 32 tahun tersebut bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain Persik Kediri saat menghadapi Persis Solo pada laga pekan lalu.
Alasan merekrut Lucao
Ansyari menjelaskan, keputusan merekrut Lucao didasarkan pada kebutuhan tim, khususnya untuk memperkokoh lini pertahanan.
Selain itu, berikut adalah sejumlah perimbangan dan alasan PSS merekrut Lucao, menurut Ansyari:
- Pengalaman panjang Lucao di sepak bola Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri bagi PSS Sleman yang tengah berjuang promosi ke kasta tertinggi musim depan.
- Sebelum membela Persik Kediri, Lucao pernah berkostum Barito Putera, Persikabo Bogor dan PSIS Semarang saat tiga tim ini masih berkompetisi di Liga 1 (sekarang Super League).
- Selain itu, karena masih aktif bermain di Super League, Lucao dinilai tak memerlukan waktu adaptasi yang lama di Bumi Sembada.
- PSS Sleman membutuhkan pemain asing yang tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga mampu memimpin lini belakang serta membangun serangan dari area pertahanan.
“Dia masih main di Liga 1. Artinya untuk adaptasi dan kondisi fisik, dia sudah siap,” katanya.
“Kita butuh pemain yang punya leadership, pemain asing, dan bisa build-up. Kualitas yang kita cari harus seimbang dengan Cleberson,” jelasnya.
Terkait waktu kedatangan, Ansyari menyebut manajemen masih menunggu dibukanya bursa transfer.
Meski demikian, ia memberi isyarat bahwa Lucao berpeluang bergabung pada awal Januari.
“Transfer window belum dibuka. Kalau sudah dibuka, pasti kita kabari. Awal Januari, iya, tapi nanti kita lihat. Ketika resmi, pasti kita rilis,” tuturnya.
Biodata Lucas Gama
Nama lengkap: Lucas Gama Moreira
Tanggal lahir: 10 Jul 1993 (32)
Tinggi: 198 cm
Kewarganegaraan: Brasil
Posisi: Bek,
Kaki dominan: kanan
Agen pemain: Ricardo Mestre
Klub Saat Ini: Persik Kediri
Bergabung: 9 Jul 2025
Kontrak berakhir:
Nilai pasar saat ini: Rp 3,48 miliar
Nilai pasar tertinggi: Rp 4,35 miliar (16/02/2024)







