8 Penyebab Nyeri Sendi yang Wajib Diwaspadai

Nyeri sendi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dirasakan oleh banyak orang. Ibu yang pernah mengalami nyeri sendi pasti tahu betapa tidak nyamannya kondisi ini, terutama ketika sedang melakukan berbagai aktivitas.

Ya, nyeri sendi memang merupakan salah satu masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Karena rasa sakit pada sendi yang dirasakan Ibu bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit yang mungkin sedang dialami.

Ingin tahu apa saja penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pada sendi. Dilansir dari lamanVerywell Health, berikut https://mediahariini.com jelaskan beberapa faktor yang sering menyebabkan nyeri pada sendi:

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyebab utama nyeri pada sendi. Nyeri yang muncul akibat osteoarthritis terjadi ketika kartilago yang melindungi persendian mengalami peradangan.

Peradangan yang terjadi menyebabkan tulang saling bersentuhan satu sama lain, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan.

Osteoarthritis sering dialami oleh lansia, tetapi siapa saja yang berusia apa pun juga bisa mengalaminya. Ibu yang memiliki riwayat obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit ini.lho!

2. Psoriatis arthritis

Nyeri pada sendi dapat terjadi akibat kondisi psoriasis arthritik. Penyakit ini memang mampu menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, serta peradangan pada sendi.

Selain itu, psoriasis arthritidis adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara salah menyerang sendi dan menyebabkan peradangan.

Penyakit ini mampu menyerang sendi jari tangan atau kaki, punggung, lutut, pergelangan tangan, hingga pergelangan kaki.

3. Asam urat

Nyeri sendi juga bisa disebabkan oleh penyakit gout. Gout ataugoutmerupakan penyakit peradangan sendi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah.

Bila asam urat menumpuk di dalam tubuh, maka akan terbentuk kristal di daerah sendi yang menyebabkan rasa sakit. Nyeri pada sendi akibat kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan bisa menghilang sendiri dalam beberapa hari.

4. Pseudogout

Pseudogoutadalah kondisi yang hampir sama dengan penyakit asam urat Ma.

Hanya saja, kristal-kristal tajam yang terbentuk berasal dari akumulasi kalsium, bukan dari asam urat.

Keadaan ini dapat memicu nyeri pada sendi dan sering dialami oleh sendi lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu, serta siku.

5. Septic arthiritis

Arthritis septik adalah peradangan pada sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Ibu juga bisa mengalami nyeri pada sendi saat menderita kondisi ini.

Ibu sebaiknya waspada terhadap penyakit ini jika mengalami nyeri sendi di daerah lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, serta pinggul.

Selain rasa nyeri pada sendi yang dirasakan Ibu, arthritis septik juga menyebabkan sendi mengalami pembengkakan, terasa panas, kaku, dan terkadang disertai dengan demam.

6. Hemarthrosis

Nyeri pada sendi juga dapat terjadi akibat hemarthrosis Ma.

Kondisi ini terjadi akibat adanya pendarahan di dalam sendi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cedera, komplikasi setelah operasi, hingga tumbuhnya tumor seperti hemangioma sinovial.

7. Depresi

Ternyata kondisi depresi yang Mama alami juga dapat memicu rasa sakit pada sendi.

Ibu tidak percaya? Ada penelitian yang mengatakan bahwa terdapat hubungan antara depresi dengan nyeri sendi loh, Ibu.

Penelitian yang dilakukan oleh Dartmouth College di Amerika menemukan fakta terbaru bahwa semakin berat tingkat depresi seseorang, semakin tinggi risiko mereka mengalami peradangan pada sendi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa radang sendi lebih sering terjadi pada penderita depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya. Oleh karena itu, tidak perlu kaget jika Ibu merasakan nyeri pada sendi saat sedang mengalami depresi atau stres.

8. Fibromyalgia

Penyebab nyeri sendi berikutnya mungkin disebabkan oleh fibromyalgia Ma.

Saat Mama mengalami fibromyalgia, rasa nyeri pada sendi akan dirasakan di bagian-bagian tertentu tubuh, bahkan bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Meskipun tidak termasuk dalam penyakit artritis atau peradangan sendi, kondisi ini tetap menimbulkan gejala yang memengaruhi organ sendi seperti kaku, kram otot atau kejang, kelemahan otot khususnya di kaki, hingga terjadinya pembengkakan.

Piroxicam adalah obat apa? Solusi untuk nyeri sendi dan peradangan akut 8 Bahaya Konsumsi Tomat Berlebihan, Salah Satunya Rasa Nyeri Pada Sendi Kamu Sering Malas Bergerak, Waspadai Risiko Nyeri Pada Sendi dan Otot

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *