SUMENEP NEWS– Anak kecil memang cenderung jujur atau mudah terlihat tingkah lakunya. Setiap tindakan anak pada masa pertumbuhan bisa dengan mudah dikenali. Terlebih lagi anak yang masih muda, beberapa sifat anak usia dini muncul secara alami.
Sikap yang ditunjukkan anak tidak selalu sepenuhnya baik atau buruk. Anak yang cenderung mencari masalah atau memperhatikan orang lain tidak dapat disebut sebagai nakal, karena hal tersebut wajar terjadi pada masa perkembangannya.
1. Bersifat Unik
Ciri kepribadian anak usia dini yang pertama adalah memiliki sifat yang khas, keunikan ini juga berbeda-beda antara satu anak dengan anak lainnya. Karena pada dasarnya meskipun mereka kembar identik, sifat dari setiap anak tetap akan berbeda satu sama lain.
Keunikan anak ini tidak hanya terletak pada sikapnya, tetapi juga dalam cara belajarnya, minat, dan kemampuannya. Selain itu, latar belakang keluarga juga berpengaruh dalam membentuk keunikan tersebut. Hal ini dijelaskan oleh Bredekamp pada tahun 1987.
2. Dalam Masa Potensial
Sebutan era emas digunakan untuk menggambarkan masa yang penuh potensi bagi anak. Masa potensial tersebut merujuk pada saat anak berusia antara 0 hingga 4 tahun. Pada periode ini, anak akan banyak mempelajari hal-hal baru.
Selain mempelajari hal-hal baru, masa emas merupakan periode perkembangan anak. Berdasarkan penelitian, kecerdasan mulai terbentuk saat anak berusia 4 tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk membimbing anak selama masa potensialnya.
3. Bersifat Spontan
Anak pra-sekolah biasanya dikenal dengan sifatnya yang alami, tidak berpura-pura, serta penuh kejujuran. Anak akan mengekspresikan segala perasaan yang dirasakannya dan bertindak sesuai dengan apa yang ia pikirkan tanpa memperhatikan pendapat orang lain.
Karena sifatnya yang spontan, anak dikenal dengan ucapan yang selalu jujur dibandingkan orang dewasa. Anak akan menunjukkan perilaku dan menyampaikan apa yang sedang dirasakan.
4. Aktif Dan Energik
Tidak lagi hal yang aneh jika anak pada masa pertumbuhan sangat aktif dan penuh energi. Orang tua yang mengawasi anaknya seringkali merasa kewalahan akibat tingkah laku yang beragam dan terus-menerus berlari ke mana-mana. Terlebih jika dibawa ke tempat wisata atau area terbuka.
5. Tidak Berhati-hati dan Kurang Teliti
Ciri kepribadian anak usia dini yang berikutnya adalah cenderung tidak hati-hati dan kurang waspada. Dalam hal ini, ceroboh berarti anak-anak tidak memikirkan risiko apa yang akan mereka alami ketika melakukan sesuatu. Semakin dilarang, semakin besar keinginan mereka untuk melakukannya.
Segala tindakan yang dilakukan anak secara alami dan tanpa pertimbangan jangka panjang. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memberikan penjelasan yang sederhana dan jelas agar anak dapat memahami.
6. Memiliki rasa ingin tahu yang besar
Sangat umum bagi anak untuk memiliki rasa ingin tahu yang besar, terutama selama masa pertumbuhan. Anak akan sering bertanya mengenai berbagai hal, mulai dari yang biasa mereka temui hingga hal-hal yang baru saja mereka lihat.
Rasa penasaran ini yang mendorong anak untuk berkembang dan kecerdasannya mulai berkembang. Banyak orang tua yang bahkan menyediakan fasilitas bagi anaknya, mulai dari permainan anak, buku, hingga mengajak berlibur.
7. Bersifat Egosentris
Cenderung memandang segala sesuatu dari perspektif dan pemahamannya sendiri. Anak juga menganggap semua hal atau benda yang ada adalah miliknya. Oleh karena itu, anak sering mengalami kemarahan jika keinginannya tidak terpenuhi.
Jika anak sedang bermain bersama dan temannya memiliki mainan yang lebih menarik, anak cenderung akan mengambil dan menganggapnya sebagai miliknya. Namun hal ini wajar karena sikap tersebut merupakan tahap perkembangan dalam aktivitas pikiran.
Masih ada banyak sifat karakter anak usia dini yang akan muncul selama masa pertumbuhan, seperti mudah marah dan lupa. Sifat-sifat lainnya adalah sulit berkonsentrasi, rentan stres, tidak sabar, serta bersifat egois.***







