Isi Artikel
Bila membahas mengenai animasi, banyak orang langsung teringat pada film, sepertiSuzume, Naruto, hingga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.Jepang memang terkenal akan animasinya. Namun, tidak hanya Jepang yang memiliki film animasi, loh.
Beberapa film animasi dari negara lain juga mencapai kesuksesan besar dan meraih berbagai prestise. Bahkan, Indonesia memiliki karya animasi yang mampu masuk ke pasar internasional. Berikut ini adalah film animasi non-Jepang yang patut kamu tonton.
1. Avatar: The Last Airbender (Amerika Serikat)
Siapa yang tidak mengenal karakter Aang dalam filmAvatar: The Last AirbenderFilm animasi yang dirilis pada tahun 2005 ini dibuat oleh Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko. Tidak hanya versi animasinya yang populer, filmAvatar: The Last Airbender versi live action juga sukses besar.
Avatar: The Last Airbendermenceritakan perjalanan Aang, seorang anak pengendali angin terakhir. Bersama teman-temannya, Katara dan Sokka, Aang melakukan petualangan untuk mempelajari keempat elemen agar menjadi Avatar yang sebenarnya. Mereka menghadapi tantangan besar dari Negara Api, bahkan sampai kehilangan seseorang yang sangat dicintai.
2. Up (Amerika Serikat)
Upmerupakan film animasi yang dibuat oleh Pixar bekerja sama dengan Disney. Dikeluarkan pada bulan Mei 2009 dalam versi 3D,Upmencapai pendapatan lebih dari 700 juta dolar di pasar global. Film ini berhasil meraih penghargaan film animasi terbaik Oscar.
Pada awal film ini, penonton akan dihibur oleh interaksi lucu antara seorang anak laki-laki bernama Russel dan seorang kakek. Hingga tiba saatnya tayangan menampilkan masa lalu kakek bersama istrinya, yang mengungkap fakta menyedihkan bahwa mereka tidak mampu memiliki keturunan. Tidak hanya itu, kepergian istri kakek menjadi luka yang dalam baginya.
3. Lookism (Korea Selatan)
Sebelum dijadikan film animasi,Lookismadalah serial webtoon terkenal karya Park Tae Jun. Salah satu alasan yang membuatLookism begitu dicintai adalah isu bullying yang diangkat dalam alur cerita. Ternyata, Park Tae Jun juga pernah mengalami kejadian serupabullying semasa sekolahnya dahulu.
Selain itu, tokoh bernama Vasco terinspirasi dari seseorangrapper dengan nama yang sama. Sementara DG terinspirasi dari anggota Big Bang, G-Dragon. Berbeda denganwebtoon, film animasi Lookismmenyajikan alur yang jauh lebih rumit. Jadi, bukan hanya mengangkat tentangbullying, tetapi juga perilaku remaja lainnya.
4. Trese (Filipina)
Dari negara Filipina, terdapat film animasi dengan genre kriminal, yaituTreseFilm ini diadaptasi dari novel grafis terkenal Filipina karya Budjette Tan dan KaJO Baldisimo. Diproduksi oleh Shanty Harmayn dan Tanya Yuson dari BASE Entertainment,Tresetayang di Netflix pada bulan Juni 2021.
Tresemenceritakan seorang detektif bernama Alexandra Trese yang sedang melakukan penyelidikan. Trese bersama rekan kerjanya menyelidiki kasus kriminal yang melibatkan makhluk supernatural, di mana banyak orang di Manila meninggal secara misterius.
5. Pemburu Iblis KPop (Korea Selatan)
KPop Demon Huntersyang awalnya dipertanyakan kini mengalami peningkatan pesat hingga meraih berbagai prestasi. Belakangan ini,KPop Demon HuntersMembawa pulang penghargaan Film Animasi Terbaik dalam New York Film Critics Circle Awards 2025. Bahkan, film ini masuk dalam tiga kategori nominasi di Golden Globes 2026, lho!
KPop Demon Hunters berkisah tentang sekelompok idolKPop yang terdiri dari Rumi, Mira, dan Zoey. Bukan grup biasa, mereka memiliki kemampuan unik untuk melawan kejahatan. Tugas mereka adalah menjaga Honmoon dari ancaman iblis sambil mengatasi keraguan, ketakutan, dan perang batin yang menguji kekompakan timnya.
6. Jumbo (Indonesia)
Indonesia juga memiliki animasi yang tidak kalah menarik dibandingkan negara lain.Jumbofilm yang dikerjakan oleh Visinema Pictures ini telah ditonton sekitar 4 juta penonton dalam dua minggu sejak tayang perdana di bioskop. Angka ini membuatJumbomenjadi film animasi paling laris di Asia Tenggara dengan pendapatan sekitar Rp134 miliar.
Jumbomenceritakan tentang seorang anak yang kehilangan orang tua, bernama Don. Buku cerita menjadi satu-satunya kenangan dari orang tua Don. Namun, buku cerita itu telah hilang dicuri oleh salah seorang temannya.
Sementara Don berusaha mendapatkan buku cerita, ia bertemu dengan Meri yang sedang membutuhkan bantuan untuk mencari orang tuanya. Akhirnya, mereka saling membantu dan bekerja sama.
Enam judul di bawah ini merupakan sebagian kecil dari banyaknya film animasi yang bukan berasal dari Jepang. Film-film animasi tersebut tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam mengenai kehidupan. Dari keenam film tersebut, mana yang menjadi favoritmu?
