47 destinasi wisata rusak, sektor pariwisata Aceh Tengah porak-poranda diterjang bencana

Ringkasan Berita:

  • Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah berdampak luas pada sektor pariwisata dataran tinggi Gayo.
  • Kerusakan destinasi wisata, dari 78 destinasi wisata, 47 lokasi terdampak.
  • Banyak jalan menuju kawasan wisata tertimbun longsor dan sebagian badan jalan amblas, membuat mobilitas logistik dan arus wisatawan terhenti total.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

Bacaan Lainnya

, TAKENGON– Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah mengakibatkan dampak luas pada sektor pariwisata di dataran tinggi Gayo.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar Aceh Tengah, Erwin Pratama SSTP MSi, mengonfirmasi bahwa seluruh sektor pariwisata secara umum terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor tersebut.

Erwin menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan lapangan, kerusakan fisik terjadi secara masif pada destinasi wisata. 

“Kalau terdampaknya pasti semua, ada data yang rusak berat ringan dan sedang,” kata Erwin kepada , Minggu (28/12/2025). 

Rincian Kerusakan Destinasi Wisata

Dari total 78 destinasi yang ada, sebanyak 47 lokasi terdampak, dengan rincian sebagai berikut:

  • 31 lokasi mengalami rusak berat
  • 8 lokasi rusak sedang
  • 8 lokasi rusak ringan

Kondisi ini juga diperparah dengan rusaknya fasilitas pendukung ekonomi warga seperti cafe dan resto, dimana dari 67 unit usaha sebanyak 15 unit terdampak, terdiri dari:

  • 8 unit rusak berat
  • 4 unit rusak sedang
  • 3 unit rusak ringan

Sektor perhotelan dan akomodasi juga tidak luput dari terjangan bencana.

Dari 142 penginapan yang terdata di Aceh Tengah, sebanyak 14 unit dilaporkan terdampak dengan rincian:

  • 2 rusak berat
  • 6 rusak sedang
  • 6 rusak ringan

Meskipun demikian, Erwin mencatat bahwa sejauh ini sektor toko souvenir masih berada dalam kondisi aman tanpa ada laporan kerusakan.

Aksesibilitas Terganggu

Selain kerusakan pada bangunan dan fasilitas, tantangan besar saat ini adalah lumpuhnya aksesibilitas menuju kawasan wisata. 

Erwin menyebutkan banyak akses yang saat ini tertimbun material longsor, bahkan terdapat badan jalan yang amblas.

“Sementara ada juga akses yang tertimbun longsor dan amblasnya badan jalan sehingga tidak dapat dilalui,” ujarnya.

Hal ini menyebabkan mobilitas logistik dan arus wisatawan terhenti total di titik-titik terdampak.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi pariwisata Aceh Tengah, mengingat daerah ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Provinsi Aceh. 

Dalam setiap momen libur besar, khususnya libur akhir tahun yang kini tinggal menghitung hari, puluhan ribu wisatawan biasanya memadati Takengon dan sekitarnya. 

Namun, alih-alih menyambut puncak kunjungan pelancong, saat ini para pelaku usaha dan pemerintah daerah (Pemda) justru harus bergelut dengan puing-puing kerusakan dan akses jalan masih belum pulih seutuhnya.

Pihak Dinas Pariwisata kini tengah berfokus pada validasi data kerusakan lebih lanjut sambil berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani infrastruktur jalan yang terputus. (*)

Pos terkait