– Tribuners, apakah kamu tahu bahwa tepat pada tanggal 17 Desember setiap tahun diperingati sebagai Hari Pantun Nasional.
Peringatan ini juga diperingati bersama dengan Hari Pantun Dunia pada 17 Desember, sebagai wujud komitmen Indonesia dalam melestarikan pantun yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.
Kementerian Budaya Republik Indonesia menetapkan tanggal 17 Desember sebagai hari peringatan bersama yang memadukan Hari Pantun Nasional dan Hari Pantun Internasional.
Nah, biasanya salah satu cara khusus untuk merayakan Hari Pantun Nasional 2025 adalah dengan membagikan kata-kata atau pantun kepada keluarga, kerabat, dan rekan kerja. Pantun ini juga sangat cocok diposting di media sosial.
Penasaran, apa saja pantun Hari Pantun Nasional 2025 yang bisa kamu gunakan untuk diunggah di media sosial?
Berikut ini 30 pantun Hari Pantun Nasional 2025 yang lucu dan menarik, yang dapat dibagikan serta diunggah di media sosial.
1.
Pergi ke taman untuk membeli ketan,
Pulangnya mampir beli lemper,
Hari ini diperingati Hari Pantun Nasional 2025,
Pantun yang membuat tertawa sekaligus cerdas.
2.
Pergi ke toko membeli ikan patin,
Lupa membayar justru tersenyum manis,
Pantun lama tetap kekinian,
Tahun 2025 makin eksis!
3.
Burung perkutut terbang ke seberang,
Mampir sejenak di pohon cemara,
Pantun yang menghibur membuat hati menjadi gembira,
Hari Nasional makin ceria.
4.
Ke perpustakaan baca sejarah,
Bukunya tebal bikin ketiduran,
Pantun bukan hanya sebuah gaya bahasa,
Tapi warisan penuh kelucuan.
5.
Pagi hari minum jamu,
Saat sore hari mengonsumsi air jeruk dingin,
Pantun akan dipertahankan hingga tahun 2025 dan seterusnya,
Agar budaya tidak mengalami “error” dan terjebak total, brok!
6.
Pergi ke laut untuk melihat ikan duyung,
Eh ternyata cuma bayangan,
Pantun tidak hanya menghibur,
Tapi identitas kebanggaan.
7.
Ke pasar beli terasi,
Jangan lupa membeli cabai rawit,
Hari Pantun Nasional kembali diperingati,
Pantun hidup, budaya bangkit!
8.
Main layangan talinya putus,
Melompat tinggi di pohon mangga,
Pantun 2025 semakin menggila terus,
Pemuda juga merasa bangga.
9.
Pergi ke kantor menggunakan sepeda,
Sampai tujuan sudah berkeringat,
Pantun lucu membuat semua berbeda,
Ketawa lepas, stres minggat!
10.
Beli kopi tanpa gula,
Rasanya pahit bikin meringis,
Pantun lama tetap juara,
Di 2025 masih manis.
11.
Ke dapur mencari wajan,
Yang ditemukan justru sendok yang patah,
Pantun bukan hanya sekadar hiburan,
Tetapi juga mencerminkan budaya yang indah.
12.
Burung pipit makan padi,
Terbang rendah ke ladang di seberang,
Pantun nasional terus lestari,
Dari dulu sampai sekarang.
13.
Pergi berlibur ke kota Medan,
Pulang-pulang bawa dodol,
Pantun 2025 tetap menawan,
Buat tertawa tanpa perlu biaya!
14.
Malam hari menatap bulan,
Sambil berpikir tentang apa yang akan dimakan besok,
Pantun hadir penuh kehangatan,
Menghubungkan kata dan rasa.
15.
Ke kebun memetik pepaya,
Pepayanya belum matang juga,
Pantun lucu membuat semua tertawa,
Hari nasional makin bermakna.
16.
Naik kereta menuju Stasiun Senen,
Jangan lupa periksa tiket terlebih dahulu,
Pantun 2025 tidak hanya menarik,
Tetapi menciptakan rindu dalam pantun Melayu.
17.
Pergi sekolah membawa tas,
Isinya buku sama bekal,
Pantun melampaui generasi dan kelas,
Lucunya tetap universal.
18.
Ke pantai bermain pasir,
Pulangnya kulit jadi belang,
Pantun hadir sebagai penafsir,
Bahasa indah penuh kenang.
19.
Beli bakso pakai mie,
Tambahkan sambal biar mantap,
Pantun nasional dirayakan lagi,
Budaya lokal tetap mantap!
20.
Pagi hari melihat pelangi,
Habis hujan langit cerah,
Pantun 2025 terus berbunyi,
Menjaga bahasa tetap indah.
21.
Pergi ke ladang untuk menanam beras,
Capek sedikit tak mengapa,
Pantun lucu membuat hati senang,
Tradisi lama rasa muda.
22.
Pergi ke toko buku untuk membeli pulpen,
Penanya habis tintanya kering,
Pantun nasional menjadi momen spesial,
Budaya lama makin “bling-bling”.
23.
Burung elang terbang tinggi,
Melihat dunia dari kejauhan,
Pantun hadir menyatukan negeri,
Lewat tawa dan kebijaksanaan.
24.
Beli permen krim rasa cokelat,
Meletes dulu baru dimakan,
Pantun memiliki ciri khas dan luar biasa,
Di 2025 tetap dirayakan.
25.
Pergi ke pegunungan untuk mencari udara segar,
Udara segar bikin bahagia,
Pantun nasional penuh makna,
Lucu, cerdas, dan penuh kisah.
26.
Ke sungai mencari ikan,
Dapatnya cuma sandal jepit,
Pantun lucu bikin ketagihan,
Sekali baca ingin menambah sedikit.
27.
Pergi ke kota menggunakan kereta kuda,
Kudanya santai tak tergesa,
Pantun 2025 tetap menjadi impian,
Bahasa lama terasa seperti masa depan.
28.
Pagi-pagi minum teh,
Diseruput sambil senyum tipis,
Pantun tidak hanya layak dibaca,
Tetapi juga layak dijaga sebaik-baiknya.
29.
Ke ladang menanam jagung,
Hujan mengguyur, tanah menjadi basah,
Pantun nasional terus dijunjung,
Sebagai pusaka bahasa.
30.
Menulis pantun sambil tertawa,
Tidak terasa sudah tiga puluh,
Perayaan Hari Pantun Nasional 2025 akan kita lakukan bersama,
Kehidupan berbudaya, senyumnya penuh makna!
Lihat berita terbaru lainnya di: Google News







