Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), TNI menyiapkan lebih dari 113 ribu prajurit dari tiga matra untuk membantu Polri dalam pengamanan momen libur panjang. Pengamanan ini dilakukan dengan fokus pada tempat ibadah, objek vital dan strategis, pusat keramaian, serta jalur transportasi darat, laut, dan udara, guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Nataru.
Kapuspen Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa jumlah personel tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah. “Pengamanan difokuskan pada tempat ibadah, objek vital dan strategis, pusat keramaian, serta jalur transportasi darat, laut, dan udara, guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Nataru,” ujarnya.
Selain itu, TNI juga menyiagakan prajurit untuk antisipasi dan penanganan bencana, termasuk banjir, longsor, dan cuaca ekstrem, melalui koordinasi dengan instansi terkait. Freddy menjelaskan bahwa sejalan dengan prediksi BMKG, TNI telah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan dan respons cepat terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi selama periode pergantian tahun.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 harus dilaksanakan secara terpadu, antisipatif, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan nasional. Evaluasi pengamanan Natal dan Tahun Baru sebelumnya menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dengan jumlah pelaku perjalanan mencapai sekitar 95 juta orang. Meski demikian, kinerja pengamanan dinilai menunjukkan hasil positif.
Dalam rapat koordinasi persiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan secara hybrid di Kantor Kemenko Polkam, Menko Djamari menyoroti ancaman bencana alam yang meningkat akibat kondisi cuaca ekstrem. Ia juga mengingatkan potensi gangguan cuaca di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.
Selain aspek keamanan, Menko Polkam menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor karena pengamanan Nataru tidak hanya melihat kelancaran lalu lintas saja, tetapi juga bencana alam yang mungkin dihadapi. Ia juga mengingatkan agar pengawasan terhadap sarana dan prasarana transportasi dilakukan secara ketat, termasuk kondisi pengemudi, serta meminta seluruh jajaran menyiapkan personel dan peralatan secara optimal.
Pengamanan Nataru 2026 ini juga didukung oleh rencana operasi khusus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, mengatakan posko pemantauan Nataru akan dibuka mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, yang memantau kegiatan di 257 bandara seluruh Indonesia.
Seluruh satuan TNI di daerah dalam kondisi siap operasional, meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor agar dapat merespons cepat setiap perkembangan situasi selama Nataru. Dengan kesiapan yang maksimal, TNI dan Polri bersama-sama berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru 2026.







