Isi Artikel
Klepon mungkin terlihat sederhana, bola ketan hijau berisi gula merah dan dilumuri kelapa parut, namun di Bali, kudapan ini memiliki makna lebih dari sekadar jajanan pasar.
Klepon sering hadir dalam upacara adat, sajian keluarga, hingga oleh-oleh khas daerah tertentu seperti Gianyar dan Denpasar.
Di tengah gempuran dessert modern, klepon tetap bertahan dengan identitasnya, legit, kenyal, dan penuh nostalgia.
Dilansir dari Google Maps, berikut sepuluh tempat makan klepon di Bali yang dikenal karena rasa, konsistensi, dan kekuatan tradisinya.
1. Warung Klepon Gianyar – Sejak 1980
Warung Klepon Gianyar yang berdiri sejak 1980 ini sering disebut sebagai “kiblat” klepon Bali.
Resepnya diwariskan lintas generasi, menjadikan rasa klepon di sini nyaris tak berubah sejak puluhan tahun lalu.
Kleponnya berwarna hijau pekat alami dari daun pandan dan suji, dengan tekstur kenyal namun lembut.
Saat digigit, gula merah cair langsung meleleh di mulut, berpadu dengan kelapa parut segar yang tidak berminyak. Kesederhanaan inilah yang membuat tempat ini selalu ramai pembeli.
2. Legenda Klepon, Gianyar
Sesuai namanya, Legenda Klepon dikenal luas sebagai salah satu produsen klepon paling konsisten di Gianyar.
Klepon di sini memiliki ukuran seragam dan isian gula merah yang melimpah.
Rasa manisnya tidak menyengat, melainkan seimbang dengan gurih kelapa parut.
Tekstur ketannya padat namun tidak keras, menandakan proses pengukusan yang presisi. Cocok sebagai oleh-oleh khas Bali Timur.
3. Rumah Klepon Gianyar (Anak Agung Oka)
Rumah Klepon Gianyar menawarkan klepon dengan pendekatan rumahan yang kuat.
Proses pembuatannya masih sangat tradisional, tanpa mesin modern.
Klepon di sini dikenal lembut dan sedikit lebih besar, dengan isian gula aren lokal yang aromanya khas.
Kelapa parutnya selalu segar, membuat rasa gurih lebih menonjol. Tempat ini sering menjadi langganan acara adat dan pesanan keluarga.
4. Pon’GY Klepon Khas Gianyar
Pon’GY mencoba membawa klepon ke konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan cita rasa aslinya. Penyajiannya lebih rapi, dengan pilihan variasi isi.
Meski tampil modern, tekstur klepon tetap kenyal dan legit. Gula merahnya cair sempurna, sementara kelapa parutnya tidak terlalu basah.
Cocok bagi generasi muda yang ingin menikmati jajanan tradisional dengan sentuhan kekinian.
5. Klepon Idola dan Getuk Crispy
Tempat ini dikenal karena inovasinya, namun klepon tetap menjadi menu utama.
Klepon Idola menawarkan rasa klasik dengan porsi sedikit lebih kecil, namun sangat padat rasa.
Manis gula merahnya kuat, berpadu dengan aroma pandan yang tajam.
Cocok disantap sebagai camilan sore, terutama bagi pencinta klepon dengan karakter rasa tegas.
6. Klepon Akkas
Klepon Akkas memiliki ciri khas pada tekstur ketannya yang sangat halus. Adonan terasa lembut dan tidak mudah pecah saat digigit.
Isian gula merahnya tidak terlalu cair, memberikan sensasi manis yang perlahan.
Kelapa parutnya ringan dan tidak mendominasi, membuat klepon di sini terasa seimbang dari awal hingga akhir gigitan.
7. Klepon Crot
Nama “crot” merujuk pada sensasi gula merah yang langsung meleleh saat klepon digigit. Tempat ini dikenal dengan isian gula yang melimpah.
Tekstur kleponnya kenyal dan sedikit elastis, dengan warna hijau alami.
Rasanya cenderung manis, cocok bagi mereka yang menyukai klepon dengan isian “banjir” gula merah.
8. Klepon Barata.ib
Klepon Barata.ib adalah produsen kecil yang mengutamakan kualitas bahan.
Gula aren yang digunakan memiliki aroma asap ringan, memberikan karakter rasa berbeda.
Kelapa parutnya kering dan gurih, sementara ketannya tidak lengket.
Klepon di sini terasa bersih dan ringan, cocok untuk disantap dalam jumlah banyak tanpa enek.
9. Klepon Surabaya (Tabanan)
Meski namanya Klepon Surabaya, tempat ini tetap mempertahankan sentuhan Bali dalam racikan rasanya. Kleponnya cenderung lebih besar dan padat.
Isian gula merahnya pekat dan manis, dengan kelapa parut yang cukup tebal.
Cocok sebagai camilan pengganjal lapar, terutama saat pagi atau sore hari.
10. Klepon Ketan Singaraja Bu Agung
Bu Agung dikenal dengan klepon ketan yang teksturnya sangat kenyal namun lembut.
Warna hijau kleponnya pekat, menandakan penggunaan bahan alami.
Rasa manisnya pas, tidak berlebihan, dengan aroma pandan yang kuat.
Tempat ini sering menjadi langganan warga lokal karena kualitasnya yang stabil.







