Wujudkan pangan berdaulat, cara jitu Pupuk Indonesia hapus stigma tertinggal di tapal batas negara

Laporan Reporter , Dionisius Rebon

, KEFAMENANU –Hironimus Ahoinai (24) bersama rekan-rekannya dan sejumlah orang tua sedang berteduh di gubuk berukuran 6×4 yang dibangun di tengah sebuah lahan seluas 0,5 hektare di wilayah RT/RW, 001/001, Desa Oabikase, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Mereka menghentikan sejenak aktivitas membersihkan lahan ketika gerimis perlahan berderai ringan.

Hujan lebat mulai menggasing hebat ketika penulis tiba di dalam gubuk itu, Jumat 19 Desember 2025 sekira pukul 13. 30 WITA. Kabut tebal menggantung pekat di jantung Desa Oabikase.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 17 Kilometer dari Kota Kefamenanu (Ibukota Kabupaten TTU) dengan waktu tempuh 1 jam, penulis akhirnya bersua dengan para petani milenial ini. Raut wajah bahagia tergambar jelas di wajah mereka.

Semestinya perjalanan ke Desa Oabikase hanya memakan waktu 34 menit. Namun, kondisi beberapa titik ruas jalan yang rusak berat menyebabkan waktu tempuh membengkak menjadi 1 jam.

Gubuk reyot ini menjadi saksi bisu perjuangan mereka menyulam asa berdaulat pangan. Dingin menyelimuti gubuk usang itu.

“Kami tergabung dalam Kelompok Tani Taruna Tani Skill,” ujar Hironimus membuka percakapan dengan volume suara sedikit meninggi mencoba menyesuaikan gaduh derai hujan lebat.

Pada tahun 2025 ini, kaum muda di desa itu mengolah lahan di lokasi yang sama untuk kedua kalinya. Sebuah fakta yang terdengar mustahil sebelumnya.

 

Anak Seorang Petani yang Mengenyam Pendidikan di Perguruan Tinggi 

Hironimus dan keluarganya berdomisili di RT/RW, 001/001, Desa Oabikase. Ayahnya, Videlis Ahoinai merupakan seorang petani dan ibunya, Densiana Tfaintem adalah ibu rumah tangga.

Kendati dilahirkan dalam keluarga petani sederhana, sejak kecil Hironimus selalu memiliki mimpi mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi.

Mimpi tersebut bagian dari cara Hironimus mengubah kondisi ekonomi keluarga.

Bersyukurnya, niat ini diwujudkan oleh kedua orang tuanya yang gigih mendorong anak-anak mereka mengenyam pendidikan lebih baik.

Saat ini, Hironimus sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir di Universitas Timor. Anak pertama dari 4 bersaudara ini merupakan seorang mahasiswa aktif.

Hironimus, tidak sedikitpun membiarkan rasa minder mengganggu keinginannya untuk bertani. Mewarisi mata pencarian orang tua baginya adalah pilihan yang cerdas.

Beberapa rekannya juga sedang mengenyam pendidikan di Universitas Timor. Mayoritas kaum muda yang menjadi anggota kelompok tani ini adalah mereka yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Desa Oabikase.

Kuliah bukan merupakan penghalang bagi mereka untuk bertani. Sebagai anak pertama, Hironimus harus mempersiapkan dirinya lebih awal untuk menjadi tulang punggung bagi orang tuanya dan adik-adiknya.

Sejak bergabung dalam kelompok tani, ia berupaya membagi waktu untuk menuntaskan tugas akhir dan merawat tanaman di kebun. Kelompok Tani Taruna Tani Skill ini dibentuk untuk membangkitkan semangat kaum muda mencintai dunia pertanian di masa depan 

 

Terinspirasi dari Demplot Pupuk Kaltim 

Hironimus pertama kali terinspirasi memantapkan tekad menjadi petani sukses di masa depan sejak kelompok tani mereka menjadi sasaran Demonstration Plot (Demplot) dari PT Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya Pupuk Kaltim pada Bulan Januari 2025 lalu. Saat itu mereka mendapat bantuan 250 kilogram Pupuk NPK Pelangi dan 100 kilogram Pupuk Urea Nitrea dari Pupuk Kaltim. Sedangkan benih, diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten TTU.

Pada mulanya mereka sempat ragu akan hasil pertanian. Pasalnya, masyarakat setempat masih dihantui rasa trauma akan hasil pertanian yang tidak menguntungkan beberapa tahun terakhir.

Rasa trauma ini semakin dipertegas oleh kehadiran demplot pada Bulan Januari 2025. Bagi masyarakat setempat, Bulan Januari bukan waktu yang ideal untuk menanam.

“Biasanya Bulan Januari jagung sudah tumbuh setinggi dada orang dewasa,” ucapnya dengan mata berbinar-binar.

Biasanya masyarakat setempat mulai menanam jagung sejak bulan November sampai Desember ketika awal musim hujan.

Mereka biasanya memanen jagung pada Bulan Maret hingga Bulan April.

Warna berbeda pertama kali dihadirkan Pupuk Kaltim di Desa Oabikase. Sejarah yang bakal menjadi era baru dunia pertanian di desa itu. 

Waktu tanam ternyata bukan menjadi indikator namun metode pertanian yang harus menjadi patokan. Mereka memanfaatkan air dari kali yang melintas tak jauh dari lahan untuk menyiram tanaman jagung. 

Kelompok tani ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah lama lumpuh untuk mengalirkan air dari kali menuju ke lahan pertanian. Air ditampung di dalam tandon yang ditempatkan di pinggir lahan pertanian sebelum digunakan untuk menyiram tanaman jagung.

Sebelumnya, masyarakat hanya memanen sebanyak 2 sampai 3 ton jagung di atas lahan seluas 0,5 hektare. Capaian hasil panen ini juga tergantung cuaca. Terkadang mereka hanya memanen 1 ton saja jika curah hujan tidak menentu.

Dalam Demplot Pupuk Kaltim tersebut mereka berhasil memanen jagung sebanyak 10 ton dari luas lahan 0,5 hektare. Hasil yang signifikan ini merupakan harapan yang selama ini mereka impikan.

Ia menegaskan, Pupuk Kaltim mengubah persepsi mereka tentang cara bertani yang baik. Hasil demplot yang fantastis mempertegas keyakinan mereka di kemudian hari. Demplot kemudian menjadi titik balik mereka mulai semangat bertani.

Distribusi Pupuk Lancar 

Anggota Kelompok Tani Taruna Tani Skill lainnya bernama Arnoldus Paineon menyebut, masyarakat Desa Oabikase sangat bersyukur karena, distribusi pupuk subsidi bisa mengcover kebutuhan petani di wilayah tersebut. Seorang agen pupuk di wilayah ini mampu mengcover kebutuhan petani di tiga kecamatan.

“Sampai detik ini distribusi pupuk di wilayah kami sangat lancar. Menurut pandangan saya ini sangat bagus,” ujarnya.

Harga pupuk di wilayah Desa Oabikase sangat terjangkau. Di sisi lain masyarakat tidak kesulitan memperoleh pupuk subsidi dari agen.

Pupuk Urea subsidi di wilayah itu dibeli dengan harga Rp. 112.500 per karung. Sedangkan, pupuk NPK subsidi Rp. 115.000 per karung.

Salah satu harapan masyarakat yang belum terjawab sampai saat ini yakni belum ada penambahan agen pupuk subsidi di wilayah tersebut. Pasalnya petani di beberapa kecamatan membeli pupuk dari 1 orang agen.

Desa Oabikase

Desa Oabikase terdiri dari 4 RT, 4 RW dan 2 Dusun. Sebanyak 402 jiwa dari 105 kepala keluarga yang berdomisili di desa itu.

Wilayah Desa Oabikase berbatasan dengan Desa Usapinonot di bagian timur dan barat, bagian utara berbatasan dengan Desa Nifunenas dan bagian selatan berbatasan dengan Desa Lapeom. Mayoritas masyarakat setempat bermata pencarian sebagai petani dan peternak.

Komoditas andalan masyarakat setempat yakni padi, jagung, hortikultura dan ternak sapi. Masyarakat setempat menggantungkan hidupnya dari sawah tadah hujan yang membentang di sekeliling desa.

 

Kepala Desa Oabikase, Dedi Tahoni menjelaskan, sekitar 10 hektare sawah tadah hujan milik masyarakat Desa Oabikase yang diolah setiap tahun. Sementara sisanya adalah lahan kebun.

Masyarakat setempat menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Menurunnya hasil produksi pertanian adalah bencana bagi masyarakat desa tersebut.

Letak Desa Oabikase terbilang cukup strategis karena diapit oleh sejumlah lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kendati demikian, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi kendala utama bagi masyarakat di desa itu.

Desa Oabikase memiliki 4 kelompok tani. Semua kelompok tani itu masih eksis sampai saat ini. Satu kelompok Tani yakni Taruna Tani Skill merupakan satu-satunya kelompok tani yang diisi oleh kaum milenial.

Jalan Pintas Mencegah Masyarakat Merantau 

 

Ia mengatakan, satu dekade terakhir, hasil pertanian masyarakat di Desa Oabikase menurun drastis. Pasalnya, kondisi cuaca yang tidak mendukung menyebabkan hasil panen tidak menentu. 

Di sisi lain, penerapan metode pertanian tradisional menjadi penyebab produksi pertanian tak sesuai ekspektasi. Dalam setahun masyarakat Desa Oabikase hanya melaksanakan satu kali tanam pada musim hujan.

Hal ini menyebabkan sejumlah masyarakat di Desa Oabikase memutuskan untuk merantau ke luar daerah bahkan keluar negeri. Hasil pertanian yang tidak menjanjikan mendorong mereka rela bekerja menjadi penerima upah.

Menurutnya, upaya mendorong peningkatan produksi pertanian dengan menggandeng Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan Pupuk Kaltim merupakan salah satu cara pemerintah desa mencegah kaum muda dan masyarakat merantau ke luar daerah.

Saat ini masyarakat setempat mulai berlomba-lomba mengolah lahan demi memperoleh hasil yang fantastis. Sebuah upaya awal yang tak sia-sia.

Dedi juga membentuk Kelompok Tani Taruna Tani Skill yang berisikan anak-anak muda untuk mengedukasi mereka tentang dunia pertanian sebagai jantung kehidupan umat manusia. Sebanyak 20 orang kaum muda desa itu yang tergabung dalam kelompok tani ini.

Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa Oabikase dan Kopdes Merah Putih 

Pemerintah Desa Oabikase dalam kurun waktu dua tahun terakhir menggagas sebuah program yang disebut Program Ketahanan Pangan. 

Selama ini masyarakat setempat mendapatkan bantuan pupuk subsidi dari pemerintah melalui Dinas Pertanian. Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas pertanian.

Demi menunjang produksi pertanian, Pemerintah Desa Oabikase menyalurkan sejumlah bantuan seperti bantuan benih, bantuan alat dan mesin pertanian dan bantuan pengolahan lahan.

Pada tahun 2026 mendatang, pemerintah desa merencanakan perwujudan Program Ketahanan Pangan dengan skema yang lebih praktis dan efisien. Selain edukasi, mereka juga mengalokasikan sejumlah bantuan yang bersumber dari dana desa untuk kepentingan pertanian.

Masyarakat bakal dimudahkan mengakses permodalan melalui BUMDES dan Koperasi Desa Merah Putih dimana benih, pupuk dan bahan pertanian lainnya disiapkan secara fisik. Modal ini diperoleh dalam bentuk barang.

“Nanti ada perhitungan-perhitungan sistem pengembaliannya yang memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Semua hasil pertanian masyarakat, bakal dibeli oleh Kopdes Merah Putih dengan harga sesuai standar yang ditetapkan. Kerja sama yang efisien diharapkan membantu menyejahterakan kehidupan petani di desa itu.

Demplot Pupuk Kaltim di Desa Oabikase 

Agronomis Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) Wilayah Nusa Tenggara Timur, Ansgarius Kapitan mengatakan, Pupuk Kaltim bergerak di dunia pupuk nonsubsidi. Petani di Kabupaten TTU pada umumnya telah tergabung di dalam kelompok-kelompok tani yang sudah terbentuk. Oleh karena itu, mereka menerima bantuan pupuk subsidi dari pemerintah.

Biasanya, mayoritas petani hortikultura menggunakan pupuk nonsubsidi. Pasalnya, para petani yang menggunakan pupuk subsidi adalah masyarakat yang bertani tanaman pangan.

Keterbatasan biaya menjadi salah satu penyebab masyarakat belum menggunakan pupuk nonsubsidi secara masif. Di sisi lain, edukasi tentang pupuk nonsubsidi belum menjangkau semua petani.

Pria yang akrab disapa Ari ini menjelaskan, Demplot yang dilaksanakan Pupuk Kaltim merupakan bagian dari edukasi sekaligus praktek di lapangan mengenai perbandingan hasil dari dua jenis pupuk tersebut. Pupuk subsidi dan nonsubsidi memiliki fungsi dan kualitas yang tidak dapat diragukan.

Namun, perbedaan keduanya terletak pada unsur hara masing-masing jenis. Pupuk nonsubsidi lebih spesifik merujuk kepada jenis tanaman yang ditanam.

Pada tahun 2025 Pupuk Kaltim memberikan dukungan dua titik demplot di Kabupaten TTU. Dua titik demplot ini dilaksanakan di Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti dan Desa Oabikase, Kecamatan Insana Barat.

Luas lahan masing-masing titik 0,5 hektare (setengah hektare). Secara khusus di Desa Bijeli, Demplot diberikan secara khusus untuk mendukung produksi tanaman padi. 

Program Agrosolution Pupuk Kaltim 

Minimnya pengetahuan tentang pertanian modern menjadi salah satu alasan dilaksanakan demplot tersebut. Selama ini masyarakat setempat bertani secara tradisional.

Ari pertama kali mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Oabikase melalui Program Agrosolution. Program ini merupakan program pendampingan pertanian terpadu yang digagas PT Pupuk Kalimantan Timur. 

Program Agrosolution wujud keseriusan Pupuk Kaltim dalam optimalisasi produktivitas sektor pertanian. Agrosolution ini mendorong terciptanya pertanian modern, mandiri dan peningkatan produksi pertanian lewat edukasi, dukungan modal, teknologi dan akses pasar. Agrosolution ini diproyeksikan bakal menjadi solusi paling mungkin menjawabi persoalan masyarakat Desa Oabikase saat ini.

Demi merealisasikan Program Agrosolution ini, Pupuk Kaltim memberikan pendampingan kepada petani untuk bertani secara modern. Para petani didorong melakukan persiapan lahan, melakukan analisa usaha tani dalam bentuk RAB, persiapan bibit, pupuk, pestisida, sampai pada pengolahan lahan, penanaman, perawatan dan panen.

 

Agrosolution diharapkan bisa menjadi solusi konkret atas mindset masyarakat yang selama ini menerapkan metode pertanian tradisional atau warisan. Program tersebut membuka paradigma berpikir petani dengan bertani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menghasilkan uang.

Paradigma berpikir ini harus diterapkan melalui edukasi dan praktek di lapangan. Pupuk Kaltim memandang langkah ini penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya dunia pertanian dan penerapan pertanian modern.

Metode pendampingan Program Agrosolution melibatkan berbagai stakeholder terkait diantaranya Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten TTU dan para petani Desa Oabikase. Perwujudan program ini dimulai dengan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas petani hingga bantuan permodalan pengadaan pupuk, pendampingan pengolahan tanah, serta penanganan persoalan hama tanaman. 

Hidupkan Kembali Julukan Desa Oabikase Sebagai Lumbung Pangan  

Ari menuturkan, salah satu tujuan demplot menyasar Desa Oabikase karena, Pupuk Kaltim berikhtiar membangkitkan kembali julukan lumbung tanaman hortikultura yang sempat pudar untuk desa tersebut.

Beberapa tahun silam, Desa Oabikase menjadi salah satu lumbung tanaman hortikultura di Kabupaten TTU.

Julukan tersebut sempat pudar bahkan hilang satu dekade terakhir. Salah satu penyebab turunnya produksi tanaman hortikultura ini yakni banyaknya kaum muda yang memilih merantau keluar desa.

Oleh karena itu, orang tua di desa itu beralih menjadi petani tanaman pangan seperti padi dan jagung.

Demi membangkitkan kembali semangat kaum milenial di desa ini, Kelompok Tani Taruna Skil didorong menjadi pelopor pertanian modern sekaligus jantung masa depan pertanian di desa itu. Dunia pertanian di era sekarang merupakan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Saat ini, cukup banyak hasil pertanian hortikultura didatangkan dari luar Kabupaten TTU seperti Kabupaten Belu, TTS dan Kupang. Sementara Kabupaten TTU memiliki potensi pertanian yang sangat mumpuni.

Edukasi melalui demplot ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan stok tanaman hortikultura dan tanaman pangan lain dari luar. Semangat tersebut harus dimulai dari aksi kecil yang bermanfaat dan berdampak.

Langkah mewujudkan swasembada pangan harus disertai dengan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta dan lembaga lintas sektor lainnya. Sinergitas diharapkan bisa menjawabi visi besar yakni swasembada pangan.

Demplot Pupuk Kaltim di Wilayah Provinsi NTT

Menurut Ari, pada Tahun 2024 lalu, Pupuk Kaltim melaksanakan 10 titik demplot di seluruh wilayah NTT. Sedangkan pada tahun 2025 ini jumlah titik demplot meningkatkan menjadi 12 titik yang tersebar di seluruh wilayah NTT. 

Sasaran demplot dikhususkan untuk tanaman pangan dan hortikultura. Pupuk Kaltim mengalokasikan 250 kilogram Pupuk NPK pelangi dan 100 kilogram Pupuk Urea Nitrea Kaltim mengalokasikan untuk setiap demplot di seluruh wilayah NTT tahun 2024 dan 2025.

Pada umumnya, peningkatan hasil panen pasca demplot mencapai 3 ton sampai 7 ton per 0,5 hektare luas lahan. Peningkatan hasil panen ini mencakup tanaman pangan maupun hortikultura.

Pada tahun 2024 Pupuk Kaltim mendistribusikan sebanyak 50 ton Pupuk NPK Pelangi dan 300 ton Pupuk Urea untuk menunjang produktivitas pertanian di Provinsi NTT. Sementara pada tahun 2025, berdasarkan data Bulan November, Pupuk Kaltim mendistribusikan 60 ton Pupuk NPK Pelangi dan 450 Pupuk Urea.

Bantuan 8 Titik Demplot Pupuk Nonsubsidi dan Mobil Uji Tanah Pupuk Petrokimia Gresik 

Tidak hanya peran Pupuk Kaltim, anak perusahaan Pupuk Indonesia, Pupuk Petrokimia Gresik mencatat peran yang menjanjikan di wilayah Kabupaten TTU.

Assistant Account Executive (AAE) PT Pupuk Petrokimia Gresik Kabupaten Timor Tengah Utara, Mesak Kristian Bonny mengatakan, Pupuk Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan mobil uji tanah untuk membantu pelaksanaan kegiatan uji tanah di Kabupaten TTU sejak tahun 2022 sampai 2024.

Bantuan mobil uji tanah pada tahun 2022 disalurkan pada 2 titik yaitu di Kecamatan Noemuti dan Kecamatan Kota Kefamenanu. Sedangkan pada tahun 2023, bantuan mobil uji tanah ini disalurkan pada 8 titik yakni di Kecamatan Kota Kefamenanu, Insana barat, Miomafo Barat, Miomafo Timur, Insana Utara, Biboki Selatan, Insana tengah, Biboki Utara.

Manfaat layanan mobil uji tanah dari Pupuk Petrokimia Gresik adalah mempermudah para petani dalam memilih pupuk yang cocok untuk lahan pertaniannya.

Sejak tahun 2022 sampai 2024, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan Demonstration Plot (Demplot) pupuk nonsubsidi sebanyak 8 titik di Kabupaten TTU. Demplot ini diberikan kepada petani yang telah melakukan uji tanah dan juga berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pertanian Kabupaten TTU .

Sasaran utama bantuan Demplot Pupuk Petrokimia Gresik adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani dan juga petani yang mau meningkatkan produktivitas pertaniannya.

 Pada tahun 2024 lalu, Pupuk Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan 50 kilogram Pupuk Urea Petro, 150 kilogram Pupuk Phonska Plus, 100 kilogram Pupuk ZA Plus dalam bentuk demplot kepada Kelompok Tani Sinar Naikefi di Desa Oepuah.

Demplot ini untuk dimaksudkan memperkenalkan produk pupuk nonsubsidi Petrokimia Gresik, meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani dan mengedukasi cara bertani yang baik dan benar.

Melalui produk-produk yang dihadirkan ini, Pupuk Indonesia memberikan alternatif kepada para petani agar bisa mendapatkan pupuk dengan kualitas yang baik. Pupuk Indonesia pada tahun 2023 menyalurkan 3.568.018 kilogram Pupuk Urea dan 3.184.955 kilogram Pupuk NPK di 24 Kecamatan di Kabupaten TTU.

Pupuk Indonesia Urat Nadi Dunia Pertanian di Kabupaten TTU 

Sektor pertanian di Kabupaten TTU merupakan lokomotif utama dalam menarik maupun meningkatkan produktivitas sektor-sektor lain. Sebanyak 80 persen masyarakat di Kabupaten TTU bermata pencarian sebagai petani.

Jika ditinjau dari sektor ekonomi, penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah sektor pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian menjadi unggulan dan prioritas di dalam proses pembangunan di Kabupaten TTU.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak mengatakan, peningkatan produktivitas di sektor pertanian bisa dilakukan dari dua aspek yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi adalah perluasan lahan untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak atau menerapkan metode ekstensifikasi untuk meningkatkan produktivitas.

Upaya paling mungkin untuk mengembangkan produktivitas di sektor pertanian adalah metode intensifikasi.

Berbicara soal intensifikasi di bidang pertanian, pupuk merupakan salah satu penentu jumlah produksi.

Berdasarkan data, kurang lebih 21 persen masyarakat di Kabupaten TTU hidup di garis kemiskinan. Jika dibandingkan dengan 80 persen masyarakat Kabupaten TTU bermata pencaharian sebagai petani maka, secara tidak langsung data ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk miskin ini justru ada di kelompok petani.

Apabila kehidupan para petani masih dalam kategori miskin maka, mereka belum bisa mampu untuk membeli pupuk nonsubsidi.

Di sisi lain, pemerintah hanya bisa memenuhi kebutuhan pupuk para petani melalui pupuk subsidi.

Pupuk Indonesia menjadi urat nadi produksi pangan dan hortikultura di Kabupaten TTU. Sektor pertanian di Kabupaten TTU tidak bisa dilepas pisahkan dari pengaruh sentral dan dukungan dari PT Pupuk Indonesia. 

Pada tahun 2021 lalu, Dinas Pertanian Kabupaten TTU mengusulkan kebutuhan pupuk subsidi sebanyak 11.502,416 ton dan memperoleh alokasi sebanyak 1.380 ton. Dari 1380 ton ini, penyerapan hingga ke masyarakat sebanyak 1.066,20 ton atau ekuivalen dengan 76,26 % .

Sementara pada tahun 2022, usulan kebutuhan pupuk sebanyak 21.184,426 ton dan disetujui sebanyak 1.907,20 ton. Dari jumlah yang disetujui ini, penyerapan hingga ke tangan masyarakat sebanyak 1.003,38 ton atau ekuivalen dengan 52,61 % .

Pada tahun 2023, Kabupaten TTU menerima alokasi pupuk subsidi terbanyak. Dinas Pertanian mengusulkan alokasi pupuk subsidi sebesar 6.800 ton. Namun dialokasikan sebanyak 10.202,52 ton. 

Pada tahun 2024, total penyaluran Pupuk Urea subsidi ke tangan petani di 24 kecamatan sebanyak 845.831 kilogram. Sedangkan Pupuk NPK subsidi 721.216 kilogram.

Berdasarkan data Bulan Januari tahun 2025, penyaluran Pupuk Urea subsidi di Kabupaten TTU mencapai 130.560 kilogram dan Pupuk NPK subsidi 105.750 kilogram.

Bertolak pada realita tersebut di atas, terkuak fakta bahwa, PT Pupuk Indonesia tidak hanya membantu kelompok petani kecil melalui jalur subsidi tetapi juga memberikan dukungan kepada petani melalui jalur nonsubsidi, baik itu penyediaan pupuk maupun melalui demplot pertanian. Bantuan demplot pertanian ini diberikan dengan ukuran luas lahan tertentu. 

Chairel menjelaskan, berdasarkan data tahun 2023, lahan kering potensial di Kabupaten Timor Tengah Utara 175.725,00 hektare namun yang diolah sekitar 26.609,00 hektare.

Sementara lahan basah potensial yang telah diolah di Kabupaten TTU 14.269,00 hektare. Dengan demikian, total luas lahan di Kabupaten TTU 269.679 hektare.

Selain itu, potensi lahan hortikultura seluas 730,00 hektare dan lahan hortikultura yang sudah diolah berdasarkan data hingga tahun 2022 seluas 433,42 hektare atau sekitar 59,37 % . Sementara berdasarkan data tahun 2023 potensi lahan bukan pertanian 79.684 hektare. 

 

Data Produksi Padi dan Jagung Kabupaten TTU Empat Tahun Terakhir

Chairel menyebut pada tahun 2021 petani di Kabupaten TTU memproduksi sebanyak 32.014, 85 ton padi sawah, 9.527,96 ton padi ladang dan 43.324,58 ton jagung.

Angka ini meningkat pada tahun 2022 dimana masyarakat Kabupaten TTU memproduksi sebanyak 39.979,94 ton padi sawah, 822,48 ton padi ladang dan 44.545,70 ton jagung.

Sementara itu, pada tahun 2023 produksi padi sawah mengalami penurunan yakni 29.812,30 ton, padi ladang sebanyak 6.620,27 ton dan 37.232,0 ton. Penurunan produksi ini disebabkan oleh cuaca yang kurang menentu.

Pada tahun 2024, produksi ini meningkat signifikan yakni 51.380, 78 ton padi sawah, 15.938,37 ton padi ladang dan 66.573,02 ton jagung.

Pada tahun 2025 ini Pemkab TTU melaksanakan intensifikasi dengan menyalurkan benih dan pupuk untuk 810 hektare sawah dan 3.456 hektare di seluruh wilayah Kabupaten TTU. Alokasi tersebut bersumber dari APBN Negara Indonesia.

Pada tahun yang sama, pemerintah pusat menyalurkan Pupuk Urea dan NPK subsidi untuk hektare sawah di seluruh wilayah Kabupaten TTU. 

Wujudkan Pangan Berdaulat, Cara Jitu Pupuk Indonesia Menghapus Stigma Tertinggal di Tapal Batas Negara 

Kabupaten TTU terdiri dari 24 kecamatan dan 193 desa/kelurahan. Luas wilayah kabupaten yang dijuluki “Bumi Biinmaffo” ini 2.669,70 kilometer ⊃2;.

Kabupaten TTU merupakan salah satu kabupaten/kota di Provinsi NTT terletak di lokasi yang sangat strategis. Wilayah Kabupaten TTU berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Distrik Oecusse.

Sebuah wilayah enklave Negara Timor Leste yang terletak di antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTU.

Sebelum terpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah Distrik Oecusse merupakan provinsi ke 27 yakni Provinsi Timor Timur.

Meskipun berbeda negara, masyarakat Oecusse dan masyarakat di wilayah Kabupaten TTU, NTT pada umumnya memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengakui bahwa, Pemkab TTU saat ini fokus meningkatkan produksi pertanian. Penyuluhan pertanian, sejumlah alsintan, bantuan benih dan pupuk diberikan kepada petani demi menciptakan swasembada pangan.

Menariknya, upaya Pemda TTU ini mendapat dukungan penuh dari Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, Pupuk Kaltim dan Pupuk Petrokimia Gresik.

Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten TTU, Falentinus menyampaikan terima kasih atas peran sentral dan perhatian Pupuk Indonesia bagi sektor pertanian di Kabupaten TTU.

Pupuk Indonesia telah memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pertanian modern di Kabupaten TTU. Sumbangsih ini menegaskan peranan penting Pupuk Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, petani di wilayah perbatasan dari aspek penerapan metode pertanian modern terbilang cukup tertinggal dari wilayah lain karena masih menerapkan metode pertanian tradisional. Para petani di wilayah ini tergolong masih terbelakang soal penerapan pertanian modern.

Meskipun demikian, kata Falentinus, Pupuk Indonesia telah menegaskan perannya dengan menempuh cara jitu menghapus stigma petani tertinggal melalui demplot dan Program Agrosolution serta mewujudkan pangan berdaulat di Tapal Batas Negara Republik Indonesia dan Negara Timor Leste, Distrik Oecusse. (bbr)

Ikuti Berita Lainnya diGOOGLE NEWS

Pos terkait