Waspada makan berlebihan saat liburan

AKHIR tahun dan momen liburan sering diawali dengan jamuan besar dan makanan yang beraneka ragam. Namun, di balik keseruan tersebut, makan berlebihan dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan tubuh. Meskipun sekali makan porsi besar jarang menyebabkan kerusakan permanen, pola makan berlebihan yang berlangsung berulang dapat mengganggu fungsi tubuh dan meningkatkan risiko maalah kesehatan dalam jangka panjang. Mengutip dari Cleveland Clinic, makan berlebihan biasanya terjadi saat seseorang terus makan melewati titik kenyang, hal ini dapat memicu gangguan hormonal dalam tubuh serta efek fisik yang tidak nyaman.

Secara fisiologis, makan berlebihan dapat menyebabkan sejumlah gejala akut, seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung, gas, dan mual karena lambung dipaksa menampung volume makanan yang jauh lebih besar dari kapasitas normalnya. Selain itu, tubuh juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan dalam jumlah berlebihan sehingga membuat pencernaan menjadi kurang optimal. Keadaan ini sering muncul setelah acara makan besar seperti pertemuan keluarga atau pesta liburan.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, konsumsi kalori tinggi secara terus menerus dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Normalnya, hormon ghrelin mengirimkan sinyal lapar, sedangkan leptin memberi sinyal kenyang setelah makan. Namun, pada saat asupan makanan berat berulang dapat mempengaruhi sistem ini sehingga tubuh lebih sulit mengenali kapan sebenarnya sudah cukup makan atau cenderung makan hanya untuk kesenangan.

Tidak hanya efek pencernaan dan hormonal, kebiasaan makan berlebihan yang meningkat saat liburan juga terkait peningkatan risiko penyakit tidak menular. Menurut Kementerian Kesehatan, konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan merupakan faktor risiko utama berkembangnya obesitas, resistensi insuin, serta penyakit metabolik seperti diabetes tipe dua dan hipertensi.

Ahli gizi dan klinisi dari Mayo Clinic Health System juga menekankan pentingnya strategi sederhana untuk mengurangi dampak makan berlebihan saat liburan. Tindakan tersebut seperti makan secara perlahan, memperhatikan sinyal kenyang tubuh, memilih minuman rendah kalori, serta mengisi piring dengan sayur dan buah lebih dulu sebelum makanan tinggi kalori. Pendekatan ini membantu memperlambat laju makan dan memberi waktu bagi otak untuk mengenali rasa kenyang.

Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah makan besar dapat membantu mempercepat pencernaan dan mengurangi rasa kembung. Pakar diet menyarankan berjalan santai selama sekitar 10-15 menit setelah makan besar dapat meningkatkan kontraksi perut dan aliran darah ke saluran pencernaan, sehingga membantu proses pencernaan berlangsung lebih efisien.

Pakar kesehatan menekankan bahwa sehari makan berlebihan saja tidak akan merusak kesehatan secara signifikan, tetapi kebiasaan tersebut dapat menjadi pola yang membentuk hubungan yang kurang sehat dengan makanan jika diulang-ulang. Kesadaran terhadap porsi makan, tanda kenyang, dan pilihan makanan yang seimbang sangat penting agar tubuh tetap optimal menjalankan fungsi metabolisme, terutama setelah masa liburan yang penuh makanan tinggi kalori.

Dengan memahami dampak makan berlebihan setelah Natal atau saat liburan, membantu Anda paham bahwa perilaku makan tidak hanya sebagai momen sesaat, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Mengatur porsi makan, tetap aktif secara fisik, dan memilih makanan yang bernutrisi dapat membantu menjaga keseimbangan kesehatan jangka panjang sekaligus tetap menikmati waktu berkumpul dengan keluarga dan teman.

HESTI DWI ARINI | MAYO.EDU | CLEVE LAND CLINIC | HEALTHLINE | KEMKES

Pos terkait