Video Zulhas Nikmati Makanan Aceh dengan Cerutu Viral, Netizen Kecam Keras

Pedoman Tangerang– Media sosial kembali ramai dengan beredarnya video yang menampilkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau dikenal sebagai Zulhas, sedang makan di sebuah rumah makan sambil terlihat memegang cerutu.

Potongan video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai tanggapan dari netizen. Perhatian publik muncul karena suasana santai yang ditampilkan dinilai tidak sesuai dengan situasi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana di beberapa wilayah.

Bacaan Lainnya

Video yang menjadi topik pembicaraan tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @sumut_headline pada 14 Desember 2025.

Di dalam keterangan unggahan, disampaikan bahwa kejadian tersebut berlangsung di sebuah warung sate yang terletak di wilayah Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Di dalam rekaman tersebut, Zulhas terlihat duduk bersama beberapa orang sambil menikmati makanan. Namun, perhatian masyarakat justru tertarik pada rokok yang terlihat jelas berada di tangannya.

Keberadaan rokok itu kemudian memicu gelombang kritik. Banyak netizen menganggap adegan tersebut menunjukkan kesan kemewahan dan kenyamanan yang dinilai tidak sesuai dengan situasi krisis kemanusiaan yang masih terjadi di beberapa daerah.

Kontroversi ini semakin membesar karena masyarakat menghubungkannya dengan peristiwa sebelumnya, ketika Zulhas sempat menjadi pusat perhatian setelah membawa bantuan berupa sekarung beras kepada para korban banjir di Sumatera.

Gabungan dua kejadian tersebut memicu reaksi emosional dari netizen. Banyak komentar yang menunjukkan rasa kecewa, mengkritik kurangnya empati seorang pejabat negara yang tampak menikmati masa istirahat, sementara di sisi lain masih banyak korban bencana yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, khususnya makanan.

Kolom komentar diisi dengan kritik yang tajam. Sebagian netizen berpendapat, sebagai pejabat publik, Zulhas seharusnya lebih peka terhadap simbol dan tindakan yang bisa menimbulkan kesan negatif di kalangan masyarakat. Rokok, dalam hal ini, dianggap sebagai lambang gaya hidup para elite yang bertolak belakang dengan penderitaan warga yang terkena bencana.

Namun, tidak semua netizen setuju dengan kritik tersebut. Beberapa orang mencoba melihat isu ini dengan pandangan yang lebih objektif dan seimbang.

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa waktu pengambilan video tidak selalu berdekatan dengan jadwal pemberian bantuan. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa kegiatan makan di restoran serta merokok cerutu termasuk dalam ranah pribadi, selama tidak melanggar hukum atau aturan etika.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi atau penjelasan langsung dari Zulhas mengenai video yang sedang viral. Masyarakat juga masih belum memperoleh informasi jelas kapan video tersebut dibuat, dalam rangka kegiatan apa kunjungan itu dilakukan, serta latar belakang lengkap dari momen yang terekam dalam video tersebut.

Kurangnya penjelasan memicu munculnya berbagai dugaan. Video tersebut masih terus disebar kembali dengan berbagai cerita, sehingga perdebatan di ruang publik belum juga reda.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa potongan video pendek, khususnya yang berisi simbol sensitif seperti rokok dan gaya hidup santai para pejabat, bisa dengan cepat memicu gelombang opini dan respons yang luas di media sosial.

Sampai saat ini, video Zulhas di Aceh masih menjadi topik pembicaraan yang hangat. Masyarakat berharap adanya penjelasan resmi agar dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan seimbang mengenai kejadian yang telah viral ini.***

Pos terkait