Ustadzah Miftah Berbagi Manfaat dan Ilmu untuk Sesama Muslimah dan Masyarakat

Perjalanan Ilmu dan Pengabdian Ustadzah Siti Miftahur Rohmah

Di usia yang masih sangat muda, 26 tahun, ustadzah Siti Miftahur Rohmah Lc MH telah menapaki perjalanan ilmu dan pengabdian yang tidak biasa. Perempuan yang tinggal di Kompleks Sungai Sipai Permai Martapura, Kalimantan Selatan ini, tumbuh dalam dunia yang dekat dengan kajian keislaman, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Pondok Pesantren Al-Hijrah. Dia kemudian menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Mesir, pada Fakultas Firasat Islamiyah wal ‘Arabiyyah, Program Studi Syari’ah Islamiyah. Sepulangnya ke Indonesia, ustadzah Miftah melanjutkan studi Magister Hukum Keluarga di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Lima tahun di Mesir dan melanjutkan pendidikan S2 di UIN Antasari Banjarmasin, dari bekal akademik yang kuat itu tidak membuatnya tinggi hati. Justru semakin menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya para muslimah di Banua.

Selama ini, Miftah dikenal sebagai ustadzah yang biasa memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak-anak muda, khususnya perempuan, tentang pentingnya memahami fikih wanita. Dia juga sempat mengajar di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri, menjadi Tutor Bahasa Arab di UPB UIN Antasari dan saat ini mengabdikan diri sebagai pengajar di Yayasan Qardhan Hasana Banjarbaru.

Pengalaman organisasi Miftah pun panjang, dari BO Korps Pelajar Islam Indonesia (PII Wati), Wihdah PPMI Mesir hingga Aliansi Keputrian Timur Tengah PPIDK. Dalam dunia literasi keilmuan, Miftah telah menulis beberapa jurnal ilmiah serta berhasil menyelesaikan e-book Panduan Fikih Haid untuk Pemula.

Inspirasi dan Teladan

Apa yang menginspirasi Anda berperan di masyarakat, terutama kaum hawa?

Banyak sekali hal-hal yang menginspirasi saya dalam berperan. Pondok pesantren tempat saya dibentuk, Al-Azhar dan masyaikh-nya yang menjadi role model saya, tokoh muslimah yang mengukir prestasi seperti Sayyidah Khadijah, Sayyidah Aisyah, Sayyidah Nafisah, Rahmah al-Yunusiah. Selain itu, perjalanan kehidupan yang membuat saya ingin menjadi bermanfaat agar bisa membantu orang lain.

Saya mencintai dunia pendidikan, saya meyakini, kebermanfaatan ilmu adalah ketika ilmu yang dimiliki bisa kita bagi dan tidak disimpan sendiri.

Teladan apa sih yang diajarkan?

Teladan yang sudah saya ajarkan: Alhamdulillah sampai hari ini Allah memberikan saya kesempatan untuk terus belajar dan mengajar. Saya meyakini, suatu perbuatan yang dilakukan dengan hati maka akan sampai ke hati pula. Karenanya, saya selalu mengedepankan integritas dalam ilmu seperti fikih haid, bahasa, dan pendidikan. Saya juga konsisten untuk tetap produktif sekalipun di bawah tekanan. Nilai yang saya bawa adalah jujur, penuh kasih dan empati.

Motivasi dan Inspirasi

Apa motivasi Anda melakukan hal itu?

Motivasi untuk melakukannya, rasa syukur dan keinginan untuk menjadi yang bermanfaat sekalipun hidup bak roda yang berputar. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri, kebaikan kecil bisa berdampak panjang. Sesederhana senyum dan sapa kita kepada sesama, berpikir sebelum bertindak atau baik sangka kepada manusia maupun Allah Subhannahu Wa Ta’ala.

Adakah hadis atau ayat yang menjadi inspirasi Anda?

Dalil yang menjadi inspirasi, saya terinspirasi dari 2 ayat di surah Ath-Thalaq ayat 2-3 yang berkenaan tentang takwa dan tawakal. Ada juga hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam tentang sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Perkembangan Teknologi dan Zaman

Bagaimana Anda menyikapi perkembangan teknologi dan zaman saat ini?

Saya menyikapi perkembangan teknologi dan zaman saat ini, teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Punya maslahah yang berarti sekaligus mudarat yang besar tergantung bagaimana pengguna menyikapinya. Bagi saya, teknologi saat ini bisa menjadi alat untuk belajar, mengajar, dan menyebarkan manfaat. Misalnya memanfaatkan media sosial untuk konten edukasi seperti fikih haid, jurnal ziarah atau self development. Zaman akan selalu berubah dan sebagai muslim, agama senantiasa mengajak kita untuk menjadi pribadi yang adaptif dan solutif terhadap perubahan karena islam sendiri adalah agama yang shaalih likulli zamaan wal makaan (relevan untuk setiap zaman dan tempat). Namun tentu dengan catatan: tetap menjaga nilai dan batasan sebagai muslimah.

Pesan bagi Generasi Muda

Apa pesan Anda bagi generasi muda?

Pesan saya bagi generasi muda saat ini: saya teringat Buya Hamka pernah mengatakan, “kalau hidup sekedar hidup, kera di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kerbau di sawah juga bekerja”. Be different! Jadilah yang berbeda. Mulai saja dari hal kecil yang kita punya, jangan menunggu hidup sempurna dulu. Tetap belajar dan jangan malu untuk bertumbuh. Berpegang teguh dengan nilai agama sebagai fondasi, manfaatkan teknologi sebagai sarana berdakwah. Jangan kehilangan arah: kuatkan dirimu sendiri, jaga integritas dan buatlah langkah yang berarti setiap harinya.

Energi Positif bagi Sekitar

Menurut ustadz Muhammad Hafiz, Siti Miftahur Rohmah adalah sosok perempuan muda yang aktif, berdedikasi dan memiliki komitmen besar terhadap dunia pendidikan serta pemberdayaan masyarakat. Kepribadiannya yang rendah hati berpadu dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, menjadikannya figur yang dihormati baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Di sekolah, dia dikenal sebagai ustadzah berprestasi yang disiplin dan kreatif. Semangatnya untuk terus menambah ilmu dibuktikan dengan keberhasilannya menyelesaikan studi pascasarjana di UIN Antasari Banjarmasin. Tak hanya menekuni bidang akademik, dia juga aktif berorganisasi. Satu di antaranya melalui Ikatan Mahasiswa Mesir yang turut membentuk wawasan dan jejaring intelektualnya.

Kemampuannya dalam menulis dan menguasai dua bahasa asing yaitu Arab dan Inggris membuat Miftah tampil sebagai sosok muda yang komunikatif dan produktif.

Satu di antara karya yang cukup dikenal adalah buku Panduan Fikih Haid untuk Pemula, sebuah buku edukatif yang bertujuan membantu remaja putri memahami fikih haid dengan bahasa yang sederhana dan mudah diikuti. Menurut ustadz Hafiz, karya ini merupakan sebuah bentuk nyata kepedulian Miftah terhadap kebutuhan edukasi perempuan.

Di luar lingkungan akademik, kiprah Miftah di masyarakat juga sangat menonjol. Dia aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan, pembinaan remaja, serta mengisi kajian-kajian ilmiah, khususnya di kalangan mahasiswi. Melalui berbagai pertemuan daring yang rutin ia adakan, Miftah membahas persoalan fikih perempuan, khususnya fikih haid, yang sering kali menjadi kebutuhan dasar namun kurang mendapatkan perhatian.

Kegiatannya ini mendorong peningkatan pengetahuan sekaligus kepekaan sosial di kalangan generasi muda. “Sikap ramah, kepedulian tinggi, serta ketekunannya dalam mengajar maupun berdakwah menjadikannya sosok yang disegani dan menjadi teladan bagi banyak orang.” “Kehadirannya tidak sekadar memberikan ilmu, tetapi juga menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitarnya,” puji Hafiz.

Dia berharap, di tengah minimnya kehadiran ulama perempuan pada masa kini, Miftah dapat tumbuh jadi satu ulama sekaligus penulis perempuan yang berpengaruh di bidang keagamaan. Ustadzah Miftah diyakini mampu jadi inspirasi serta rujukan penting bagi remaja putri dan mahasiswi yang sedang menapaki perjalanan ilmu dan spiritualitas.

Pos terkait